Pesan Semesta.
melampaui batas menjadi satu

Mesin Pengulang Hidup Manusia








Andaikan di dunia ini terdapat sebuah mesin yang mampu mengulang setiap moment hidup yang telah kita lalui, maka kira-kira moment apa yang akan kita ulang kembali dalam hidup ini?

Pastinya jawaban tiap-tiap Anda adalah sesuatu yang sangat berharga, terlalu berharga sampai-sampai Anda hendak mengulang kembali moment itu. Atau mungkin moment itu sama sekali tidak berharga, melainkan sesuatu yang sangat memalukan, dan Anda hanya ingin kembali untuk memperbaikinya.

Apapun itu sahabatku… Kabar buruknya adalah tetap itu tidak akan pernah terulang kembali. Karena kita memang memilih untuk tidak pernah hidup di masa lalu. Seindah atau seburuk apapun yang terjadi, secanggih apapun teknologi, atau meski kita punya energy yang sangat besar untuk time traveling, tetap sesuatu yang telah tergores didalam hidup ini, tidak akan pernah bisa dikembalikan untuk digores kembali.

Itulah ber-harganya hidup ini. Kita hanya bisa menengok kebelakang dengan hanya cukup puas membawa segala moment rasa yang telah kita lewati. Rasa-rasa dari moment itulah yang akan terus kita bawa maju. Waktunya, tempatnya, pelakunya mereka tidak pernah abadi untuk bisa tetap kita bawa maju.

Namun sahabatku… DIA MAHA BIJAKSANA, DIA tahu kita sangat tersiksa dengan rasa-rasa yang belum tuntas ini, dan DIA juga tahu betapa kita ingin mengulangnya sekali saja. Karena itu berkat KE MAHA BIJAKSANAAN-NYA itulah kita masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya.

Berarti memang mesin pengulang itu ada? Iya sahabatku, hanya mesin itu berwujud sesuatu yang lebih indah, yaitu kesadaran.

Mari kita merenung sebentar, dahulu mungkin Anda tidak sadar kalau waktu yang Anda luangkan dengan ayah Anda tidak berharga, tapi sekarang Anda menyadarinya. Dahulu mungkin Anda tidak sadar kalau hal yang Anda lakukan itu menyakiti sahabat Anda, tapi sekarang Anda menyadarinya. Dahulu mungkin Anda tidak sadar dengan sikap Anda sendiri, tapi sekarang Anda menyadarinya.

Lalu berkat kesadaran itulah sekarang Anda ingin mengulang kembali moment itu, untuk sekali lagi memperbaiknya. Memang Anda tidak akan pernah menemukan mesin apapun. Namun bukankah kesadaran itu adalah sebuah alasan yang membuat Anda berpikir untuk mengulang dan memperbaiki?

Betul memang ayah Anda sudah meninggal, kematian adalah sistem kehidupan. Tapi sekarang Anda sudah menjadi seorang ayah, dan bukankah Anda bisa memperbaiknya. Misal, dengan membuat kenangan indah sebanyak-banyaknya bersama anak-anak Anda.

Betul memang dahulu sahabat Anda sudah terlanjur tersaikiti oleh Anda. Tapi bukankah Anda masih menyimpan nomor telepon dan alamatnya. Jadi Anda bisa memperbaikinya kembali bukan? Sekali lagi Anda melakukan kebaikan kepadanya untuk memperbaiki kejahatan Anda pada masa lalu.

Betul memang mereka-mereka sudah terlanjur melihat bagaimana diri Anda mempermalukan dirinya sendiri. Tapi sekarang Anda masih ada untuk melakukan yang terbaik untuk dirinya sendiri.

Sahabatku… Betul memang mesin pengulang hidup tidak akan pernah berwujud sebuah mesin. Namun DIA YANG MAHA BIJAKSANA tidak akan pernah menutup kesempatan sekecil apapun bagi makhlukNYA untuk mengulang dan memperbaiki. Kesadaran adalah mesin pengulang hidup yang lebih canggih. Anda hanya cukup memencet tombol ‘sadar’, dan semua akan membaik kembali.

Jadi mana yang lebih berharga sahabatku… Mesin pengulang hidup atau sebuah kesadaran? Renungkanlah… Kalaupun Anda masuk kedalam mesin pengulang hidup dan sama sekali tidak memiliki kesadaran apa-apa tentang apa yang akan Anda lakukan dengan mesin itu, maka Anda hanya akan berputar di putaran hidup yang sama.

Sahabatku… Kesadaran Anda itu bermakna, ia mampu mengulang dan memperbaiki. Berjuanglah sedikit untuk memunculkan kesadaran itu.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com
IG : @pesansemesta.ig   -  FB: pesansemesta.7
  •  
  • 0
  • April 23, 2019
admin16 admin16 Author

OFFICIAL CHANNEL



SUBSCRIBE ARTICLE

FREE E-BOOK

3# FREE DOWNLOAD E-BOOK - MENJADI AIR

DATABASE

COPYRIGHT

Seluruh artikel didalam website ini ditulis orisinil oleh tim penulis Pesan Semesta. Artikel yang kami share melalui website ini bukan hasil jiplakan, kutipan atau terjemahan.

Bagi pembaca yang ingin menghubungi penulis silahkan mengrim pesan melalui email : pesansemesta@yahoo.com


SALAM SEMESTA