Pesan Semesta.
melampaui batas menjadi satu

BAGIMU KEYAKINANMU DAN BAGIKU KEYAKINANKU – PENJELASAN SAINTIFIK



Sahabatku… Setelah membaca penjelasan saintifik dalam tulisan ini. Mungkin kita akan menjadi sedikit lebih bijaksana untuk membiarkan orang lain dengan keyakinannya sendiri. Tanpa pernah lagi menuduh kalau seseorang itu tersesat atau menyimpang.

Akhirnya, kita bisa setingkat lebih netral melihat perbedaan keyakinan apapun. Termasuk keyakinan yang sedang kita yakini sendiri.

Sebenarnya tulisan ini sangat penting untuk kita pelajari bersama-sama. Sehingga paham-paham fanatisme dan radikalisme bisa dikendalikan. Sebuah pengendalian dari dalam jauh lebih efektif, ketimbang menyiapkan hukuman untuk sebuah tindakan yang tidak pernah terpahami alasannya.

Sahabatku... Pernahkah Anda berpikir; kenapa tiap kita bisa memiliki keyakinan dalam hidupnya?

Salah satu kesalahpahaman terbesar yang sering dipahami adalah bahwa keyakinan merupakan konsep intelektual yang statis. Padahal Keyakinan adalah pilihan. Sebagai sebuah pilihan, pastinya ada banyak sebab-akibat yang mendasari sebuah pilihan. Sumber-sumber kepercayaan termasuk lingkungan, peristiwa, pengetahuan, pengalaman masa lalu, visualisasi bisa menjadi alasan kuat yang mendasari sebuah keyakinan dipilih.

Bayangkan begini. Bayangkan kalau dari kecil Anda diajarkan warna matahari adalah putih. Tapi teman Anda melihat matahari sebagai warna orange. Apabila teman Anda menyakini warna matahari yang dilihat berbeda dengan Anda, maka itu menjadi keyakinannya berdasarkan pengalaman dan pemahaman mendasar dia sebagai individu.

Apakah dia telah melakukan kesalahan? Secara bijak dan adil kita harus menjawab tidak. Karena itu adalah keyakinannya, begitulah cara dia mengelola informasi didalam dirinya. Sampai nanti dia memikirkan ulang tentang keyakinan yang dia pilih.

Setiap orang memiliki kekuatan untuk memilih keyakinannya. Kesadaran manusia mampu mengelola begitu banyak informasi. Lalu secara bebas, tanpa ketentuan apapun, kita mengkonsepkan keyakin menjadi kenyataan.

Itulah kenapa keyakinan seseorang selalu bisa berubah dan berkembang. Keyakinan bukanlah tatanan baku. Asalkan seseorang mau menjadi terbuka dan mau menerima informasi lainnya, maka keyakinannya bisa berubah.

Secara biologis, keyakinan adalah bagian integral dari operasi otak. Keyakinan terbentuk dari semburan neurotransmitter.

Neurotransmitter dapat diistilahkan dengan kata-kata yang digunakan otak untuk berkomunikasi dengan pertukaran informasi yang terjadi secara terus-menerus, yang dimediasi oleh pembawa pesan molekuler yang secara dramatis mempengaruhi biokimia otak.

Dengan kata lain, keyakinan adalah ikatan molecular yang bekerja dalam tubuh. Jadi sangat lumrah apabila sebagian mereka yang memiliki keyakinan, fanatik dengan keyakinannya. Karena ini adalah reaksi biokimia otak dan tubuh mereka. Itulah sebabnya kita merasa terancam atau bereaksi ketika keyakinan kita ditentang oleh seseorang.

Dan inilah alasan dasar yang membuat seseorang mampu bertindak radikal dan ekstrim terhadap keyakinan orang lain yang berbeda. Alasannya, karena biologis tubuhnya merasa terancam.

Keyakinan berhubungan erat dengan biokimia otak dan tubuh seseorang. Jadi kimia tubuh pun akan selalu memproses setiap inputan-inputan yang berhubungan dengan keyakinan.

Penelitian menunjukan bahwa ada tiga struktur otak yang terlibat sebagai respons terhadap penilaian ancaman dan pertahanan diri: daerah itu adalah korteks prefrontal, ganglia basal dan bagian dari sistem limbik.

Namun manusia selalu diberi pilihan. Reaksi berlebihan yang timbul dari keyakinan ini bisa dikendalikan apabila seseorang mau berpikir dengan AKAL. Dengan berpikir menggunakan akal, seseorang akan mengaktifkan secara penuh area neurocortex untuk mengendalikan, serta membuka diri untuk menerima masukan sensorik kedalam otak untuk merubah persepsi.

Masukan sensorik yang kita terima akan menjalani proses penyaringan saat mereka bergerak melintasi satu atau lebih sinapsis, yang akhirnya mencapai area pemrosesan yang lebih tinggi, seperti lobus frontal. Di sana, informasi sensorik diproses oleh otak kita secara sadar.

Dalam otak manusia reseptor pada membran sel bersifat fleksibel, yang dapat mengubah sensitivitas dan konformasi. Jadi kita bisa merubah mode kerja otak dari sadar, menjadi mode program dimana keyakinan tertanam disitu. Begitu sebaliknya.

Dengan kata lain, bahkan ketika kita merasa memiliki keyakinan yang kuat akan sesuatu hal, selalu ada potensi biokimia untuk perubahan. Itulah kenapa disebutkan diatas bahwa keyakinan bukanlah konsep intelektual yang statis. Keyakinan seseorang memang bisa berubah, selama dia memilih untuk mengubah pikirannya.

Jadi kita bisa memilih untuk mengikuti biokimia tubuh kita yang terancam, atau mencoba membuka diri untuk menerima informasi, agar sedikitnya perspektif kita menjadi flexibel. Sehingga otak dan tubuh kita tidak merasa terancam lagi dengan yang namanya perbedaan berkeyakinan.

Akal mampu melakukan penggeseran persepsi. Pergeseran persepsi adalah pra-syarat untuk mengubah keyakinan, yang karenanya mengubah biokimia tubuh kita secara menguntungkan.

Ketika kita secara sadar membiarkan persepsi yang lebih baru masuk ke otak dengan mencari pengalaman baru, mempelajari pengetahuan atau informasi baru dan mengubah perspektif, tubuh kita dapat merespons dengan cara-cara yang lebih baru.

Akhirnya kita tidak terancam apabila ada seseorang yang berbeda keyakinan dengan kita. Dan kita juga bisa menghargai keyakinan seseorang yang berbeda dengan berkata “Bagimu keyakinamu dan bagiku keyakinanku”

Sekarang mari kita menutup pembahasan ini dengan satu pertanyaan yang lebih seru. Pertanyaannya adalah “Apa itu kebenaran?”

Kalau keyakinan adalah hal yang selalu kita anggap benar. Tetapi, ternyata pada keniscayaannya, apapun hal paling benar yang kita yakini itu hanyalah ikatan-ikatan neuron yang bisa dirubah, dimodifikasi, dan dikendalikan. Lalu apa itu kebenarannya sahabatku…?

Apabila kita begitu percaya, kalau keyakinan kita yang selalu harus benar ini dibentuk oleh Dzat Maha. Namun ternyata Dzat Maha, pada keniscayaan bentukanNYA membentuk keyakinan seperti yang barusan kita pelajari. Lalu, apakah itu kebenaran?

Sahabatku… Biarkan pertanyaan ini untuk tetap menjadi pertanyaan. Maka itulah kebenaran.

Kebenaran tidak mengenal benar dan salah. Kebenaran melewati keduanya. Itulah kenapa kebenaran tidak bisa terbantahkan oleh keyakinan.

 

Salam Semesta

Copyright 2021 © www.pesansemesta.com

 Subscribe : https://www.youtube.com/c/pesansemesta

  • 0
  • September 16, 2021
admin16 admin16 Author

APAKAH TERAPI HEALING ENERGY BENAR BISA MENYEMBUHKAN? --- JAWABAN SAINTIFIK

 


Sahabatku… Tulisan ini bukanlah pembenaran. Tetapi hanya sekedar berbagi informasi yang kurang diketahui oleh kita tentang Healing Energy. Banyak yang masih berpikir, kalau terapi healing energy adalah hal yang mistis.

Sebenarnya, tidak ada yang benar-benar mistis dalam hidup ini. Ke-ghaiban hanyalah porsi manusia yang tidak bisa menguasai informasi secara menyeluruh. Ini terjadi, karena belum banyak mereka yang bisa menjelaskan dan mau mempelajari hal ini secara saintifik.

Dan itulah yang menjadi alasan, kenapa healing energy selalu dikaitkan atau sengaja dikaitkan dengan hal-hal gaib. Padahal sama sekali tidak. Cara kerja healing energy itu 100% bisa dijelaskan secara ilmiah. Karenanya, izinkan kami menjelaskannya disini.

Sebelumnya harap dipahami kalau kami tidak membuat statement, kalau healing energy bisa terbukti menyembuhkan. Kesembuhan adalah hal paling kompleks dari bagaimana tubuh, sebagai mesin organik mempertahankan sistemnya untuk bekerja optimal.

Jadi disini kami hanya ingin memberi pencerahan secara saintifik kalau iya betul, healing energy terbukti secara ilmiah, bisa bekerja untuk memperbaiki system tubuh pada level yang lebih dalam, yaitu masuk kedalam system penyusun molecular.

Dan sudah menjadi kenicyaan apabila system molecular tubuh bisa diperbaiki, maka kemungkinan bagi tubuh untuk kembali bekerja optimal semakin meningkat. Akhirnya tubuh bisa fokus memperbaiki dirinya sendiri.

Setiap sel tubuh terbentuk dari molekul-molekul rumit yang harus dijaga seimbang. Setiap molekul terbentuk dari atom, sementara atom terbentuk dari getaran energy, dan pada ranah inilah healing energy bekerja, yaitu pada level kuantum.

Mungkin bagi sebagian kita masih ada yang bertanya tentang, apa itu healing energy?

Jadi begini, healing energy adalah metode untuk mengirimkan energy penyembuhan ke tubuh pasien melalui tangan seorang praktisi untuk memulihkan atau menyeimbangkan medan energy tubuh. Atau bisa juga dilakukan melalui jarak jauh, berdasarkan quantum entanglement atau hubungan energetis.

Perlu diketahui, kalau tubuh manusia adalah medan energy yang besar. Kita bisa menyebutnya dengan nama Bio-electric magnetic field atau istilah mudahnya aura. Semua materi termasuk manusia terus-menerus bertukar getaran dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Getaran gelombang energy magnetis inilah yang memancarkan aura.

Dengan kata lain, aura adalah energi tubuh yang dihasilkan oleh Anda dan memancar di sekitar Anda, sesuai persis dengan bagaimana energy Anda bergetar.

Itulah kenapa aura akan selalu menjadi bagian dari spectrum elektromagnetik yang mengelilingi kita. Makanya aura sendiri bisa diibaratkan dengan keberadaan diri.

Masalahnya memang, jarang tersadari kalau aura diri kita ini memiliki makna dan juga memberi makna. Dimana getaran energy diri kita ini mempengaruhi kita dan sekitar kita, meskipun kita tidak melihatnya atau menyadari keberadaannya sekalipun.

Jadi salah besar kalau kita masih mengira, aura hanyalah lingkaran cahaya yang mengelilingi tubuh. Aura memiliki fungsi lebih dari sekedar cahaya yang bisa dilihat. Pada dasarnya aura bisa menjadi pendeteksi emosi dan penyakit pada manusia yang terbaik di dunia.

Boleh tidak percaya, tapi aura dapat menunjukkan "Anda yang sebenarnya" tidak peduli seberapa keras Anda mencoba menyembunyikannya. Dengan menterjemahkan gelombang getaran energy tubuh Anda kedalam angka frekuensi, maka kita bisa mendeteksi penyakit atau perasaan yang sedang Anda rasakan secara akurat.

Ini seiring dengan persamaan Albert Einstein paling terkenal yang mengatakan bahwa energi dan materi adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Itulah kenapa healing energy BENAR bisa bekerja. Karena kalau kita mampu memperbaiki energynya, maka kita akan mampu memperbaiki bagian yang terlihatnya.

Dengan mengirimkan energy penyembuhan yang positif ke tubuh, maka perlahan tapi pasti kita bisa kembali menyeimbangkan medan energy tubuh untuk kesehatan yang lebih baik. Di dalam dan di luar tubuh kita terdiri dari energi.

Sudah menjadi keniscyaan kalau semuanya adalah energy, bergerak sebagai energy dan membentuk energy. Begitulah apa adanya semesta kita ini.

Tubuh kita sendiri adalah energy yang memproses energy. Baik makanan atau pikiran adalah bentuk lain dari energy. Selain makanan yang kurang sehat. Faktanya sebagian besar dari semua penyakit dimulai dari pikiran.

Pikiran tidak bisa dihentikan, pikiran yang diproyeksikan adalah bagian dari kesadaran manusia. Itulah kenapa, meski hanya sekumpulan informasi. Namun pikiran menjadi representasi holografik dari tubuh manusia. Pikiran yang dikelola manusia, terus memancar menjadi getaran gelombang energy yang mempengaruhi kesejahteraan dirinya dan sekitarnya.

Sayangnya lagi, manusia tidak terlalu pintar untuk mengatur aliran pikirannya. Itulah kenapa dalam praktek healing energy, sebenarnya seorang terapis hanya membantu mengirimkan energy positif, dengan niat tulus untuk memperbaiki getaran gelombang energy yang baik ke tubuh pasien.

Sehingga perlahan-lahan ketenangan batin bisa dirasakan oleh pasien. Dalam dunia biologi, ketenangan batin itu bisa terasa karena tubuh berhasil memproduksi endorfin.

Endorfin adalah peptida opioid, memiliki banyak aktivitas seperti stimulasi kekebalan, anti-inflamasi, aktivitas penghilang stres, anti-penuaan, dan perubahan ekspresi gen, dapat digunakan untuk mengobati banyak penyakit seperti kanker, penyakit autoimun, dan penyakit menular.

Misalnya saja sudah terbukti kalau sel imun memproduksi endorfin pada tempat inflamasi yang mampu mengurangi inflamasi dengan memproduksi sitokin.

Selain itu endorphin juga memiliki penyembuh holistik alami dengan mengaktifkan sel-sel kekebalan seperti makrofag, sel NK, limfosit T dan B yang memproduksi IFN-ϒ, Opsonin, granzyme –B yang terlibat dalam aktivitas antivirus, antitumor, anti-inflamasi, dan apoptosis.

Endorfin juga efektif mengurangi stres dengan mengurangi kortisol dan berperan merangsang pelepasan dopamin yang bertanggung jawab atas euforia, menghambat rasa sakit, dan ketenangan pikiran.

Masuk lebih dalam Beta-endorfin juga dapat digunakan dalam pengobatan penyakit autoimun dengan mengurangi pelepasan kortisol yang dimediasi stress yang merupakan penyebab utama autoimun.

Ketika stres meluas atau ekstrem, tubuh mulai menjadi resisten terhadap kortisol atau tidak dapat menghasilkan banyak kortisol. Jika hal ini terjadi, peradangan dapat meningkat karena kurangnya penghambatan endogen. Peningkatan peradangan ini bisa menyebabkan berbagai penyakit dan gangguan termasuk penyakit autoimun.

Sahabatku… Sebenarnya masih banyak lagi jawaban saintifik lainnya. Namun dari sini, kita sudah bisa menjawab judul pertanyaan awal kita. Iya betul, healing energy bisa digunakan sebagai sarana, agar tubuh bisa bekerja optimal mengobati berbagai kondisi kesehatan.

Kami tekankan lagi, kalau healing energy hanya berbagi energy untuk memperbaiki tubuh. Masing-masing tubuh pasien nantinya yang akan menggunakan energy positif itu untuk memperbaiki tubuhnya masing-masing. Apabila ada seorang terapis healing energy yang mengklaim hal-hal lain diluar ini, maka kita bisa mempertanyakannya kembali.

Energy adalah kenetralan yang absolut. Diktean dan klaim tidak bisa terwujud tanpa sebab akibat yang harus dibentuk. Sementara membentuk energy dalam kenetralan adalah proses membentuk energy yang paling baik.

Jadi sahabatku… Mulai sekarang, tidak ada salahnya untuk mencoba menerapkan healing energy ke dalam tubuh kita. Tidak perlu menunggu sakit. Kita bisa mulai memperbaiki system tubuh sendiri, atau kita bisa meminta bantuan praktisi yang bisa menyalurkan energy positifnya ke tubuh kita.

Pesan kami kepada seluruh terapis healing energy. Mohon hilangkanlah identitas healer. Diri kita bukanlah HEALER “penyembuh” kita hanyalah “pengobat”. Seseorang yang digerakkan oleh semesta untuk sedikit membagikan energi pengobatan, bukan energi penyembuhan.

Kesembuhan adalah proses sebab akibat semesta, terjadi diluar kontrol siapapun. Kita harus mampu membentuk kesembuhan dalam porsi sebab-akibat yang dijaga se-netral mungkin.

Akhir kata sahabatku… Setiap kita adalah pengobat bagi dirinya sendiri. Setiap semesta tahu bagaimana mengobati semestanya. Ketidak bisaan hanyalah karena kita belum belajar bagaimana cara kerjanya.

Pastikan saja diri untuk selalu mempelajari keniscayaan-keniscayaan yang ada berdasarkan akal, dan bukan berdasarkan informasi yang katanya selalu harus menjadi benar.

Salam Semesta

 

Copyright © www.PesanSemesta.com

  • 0
  • September 08, 2021
admin16 admin16 Author

MANUSIA ADALAH SEMESTA ~ SEBUAH PEMBUKTIAN PENTING UNTUK DISAKSIKAN!

 


  • 0
  • Agustus 22, 2021
admin16 admin16 Author

PRINSIP LOA DASAR : MENANAM BENIH KEBAIKAN DALAM KEIKHLASAN SEJATI



Seperti laut yang selalu melepas ombak. Kebaikan tidak pernah mengikatkan dirinya dengan balasan. Karena kebaikan sudah tentang segalanya, dan bukan tentang balasan” – Kalau begitu, apakah kebaikan akan selalu pasti terbalas kebaikan?

Setiap helai daun segar yang terlihat awalnya adalah benih yang tertanam. Dari sebiji benih yang ditanam itulah muncul akar, lalu batang yang diikuti oleh daun, lalu setelahnya muncul bunga atau buah.

Semua kita tentunya paham akan proses lumrah ini... Dimana dari proses yang terlihat ini, kita menjadi paham kalau seluruh tanaman, apapun itu hanya akan tumbuh persis sesuai dengan benihnya.

Meskipun benih terlihat sama. Namun tiap benih hanya terprogram untuk senantiasa membawa manfaatnya masing-masing. Benih buah apel tidak akan tumbuh menjadi buah melon. Benih buah melon tidak akan tumbuh menjadi buah semangka.

Begitu juga dengan setiap benih yang kita tanam dalam hidup ini. Kita hanya akan menuai hasil sesuai dengan benih apapun yang kita tanam. Namun sekali lagi; apakah benih kebaikan yang kita lakukan selalu akan terbalas dengan kebaikan juga?

Sahabatku…

Kami termenung cukup lama untuk paham, dan jujur saja butuh keikhlasan sejati yang cukup besar untuk menerima jawaban ini. Keikhlasan sejati akan membuat jiwa siap melepas setiap diktean ego yang masih merong-rong. Keikhlasan sejati yang akan membuat jiwa mampu menerima, kalau seluruh kebaikan yang dilakukannya itu, belum tentu dibalas keuntungan.

Selama ini ego kita berpihak kalau kebaikan adalah tentang hal menguntungkan apa yang bisa kita terima. Kita terbiasa memaknai kebaikan sebagai sebuah keuntungan yang menguntungkan. Itulah kenapa pada dimensi kita ini, ego masih terus memacu kebaikan sambil mengharapkan timbalan keuntungan yang akan diterimanya.

Akhirnya diri selalu memiliki mindset… Apabila menguntungkan maka itu kebaikan, apabila tidak menguntungkan maka itu bukanlah kebaikan. Dimana hal tidak menguntungkan adalah musibah atau ujian. Sehingga pada ujungnya, kenetralan kita pun menjadi sulit terbentuk.

Padahal kenetralan adalah gerbang awal menuju keikhlasan sejati. Dimana dalam pijak pertama gerbang itu, ego sudah terkendali untuk sada, kalau apapun hasil dari kebaikan yang dilakukan semuanya adalah baik.

Misalnya, kalau kita mampu menetralkan diri. Maka kita akan berpikir apabila musibah atau ujian itu hadir hanya untuk membuat kita mampu menyadari kebaikan, maka bukankah musibah atau ujian itu adalah kebaikan juga? Dengan kata lain, tidak ada yang tidak baik bukan?

Apabila kita sudah melakukan kebaikan, lalu hasilnya belum juga menarik keuntungan. Maka tidak ada yang salah. Karena hal yang tidak menguntungkan itu bukanlah keburukan melainkan juga kebaikan.

Bagian yang suci dari sini, kita akan paham kalau kesadaran kita adalah murni kebaikanNYA. Ibaratkan diri kita sebagai benih kebaikan, maka tentunya segala yang muncul dari dalam kita hanyalah kebaikan. Kalaulah diri sudah baik, maka tentunya diri akan selalu cukup dengan kebaikan. Tanpa harus menunggu balasan apapun.

Akhirnya diri memang hanya akan hidup dalam kebaikan yang tak berkesudahan, bukan? Diri menjadi kebaikanNYA yang cukup. Pelan-pelan sampai disini…. Renungkan perlahan… Biarkan diri paham kalau Dzat Maha hanya membuat kebaikan, maka apa itu keburukan kalau bukan rong-rongan ego yang memang masih ingin terus diuntungkan.

Tapi jangan salah sangka dulu, ego juga adalah kebaikanNYA apabila kita kendalikan. Kalau ada yang bertanya; kenapa Dzat Maha tidak langsung saja mengendalikannya? Maka coba pikirkan begini sahabatku…. Dzat yang tidak membutuhkan membiarkan manusia sebagai rahmatNYA bagi semesta alam. Maka Dzat Maha tidak perlu mengendalikan bukan?

Pertanyaan yang justru lebih tepat adalah, sudahkah kita mengembalikan diri untuk menjadi rahmatNYA bagi semesta alam? Sungguh pertanyaan besar yang membuat kita sangat terpojok. Tapi jangan sampai keterpojokan kita ini, lantas membuat kita menuntut Dzat Maha untuk membuat kita baik.

Kebaikan adalah segalanya, keburukan adalah diri yang tidak diuntungkan. Jadi saat keburukan masih meliputi. Pilihannya hanya satu, yaitu merubahnya menjadi kebaikan. Masing-masing kita berhak memilih caranya.

Pilihlah yang terbesar sahabatku… Pilihlah untuk menjadi gerbang kebaikaNYA bagi semesta alam.

Mungkin sampai disini, Anda masih bertanya-tanya apa hubungannya ini dengan prinsip dasar LOA?

Dalam LOA kita belajar, kalau energi adalah kenetralan absolut. Energi adalah segalanya dan hanya akan bergetar sesuai dengan kesadaran yang membentuknya. Energi juga hanya akan menarik frekuensi yang sesuai dengan getarannya.

Jadi kalau kesadaran kita terus membentuk getaran kebaikan, maka sudah tentu kebaikanlah yang akan kita tarik. Dimana semua sudah berjalan otomatis, tanpa perlu ada pengharapan lagi. Jadi, bayangkan kalau kita mampu melangkah netral untuk paham kalau segalanya adalah kebaikan. Maka bukankah kita hanya akan melangkah sebagai kebaikan?

LOA akan terus gagal apabila seseorang, masih menempatkan kebaikan sebagai balasan, dan bukan sebagai kebaikan. Dalam LOA seseorang harus mampu sadar kalau dirinya adalah sumber kebaikan, bukan pengharap kebaikan.

Begitulah adanya, Dzat Maha tidak sedang duduk untuk memberi balasan. Dzat Maha sudah memberi kebaikan, bahkan sebelum kita pantas menerima balasan apapun. Jadi apa yang menghentikan kita untuk menanam benih yang paling baik dalam keikhlasan yang sejati?

Jadi sahabatku… Mulai detik ini, kita akan terus bergerak sampai kebaikan itu tidak lagi ternilai kebaikan. Namun segalanya memang hanyalah kebaikan.

Kalau saat ini sebagian kita merasa benih kebaikan yang ditanamnya gugur seperti daun kering yang sengaja dilepas dari dahannya. Maka renungkanlah kembali apa itu kebaikan yang telah dilakukannya itu? Apakah benar kebaika itu telah bergerak sebagai kebaikan, atau hanya sebagai aksi yang masih penuh harapan balasan.

Sekali lagi sahabatku… Butuh kenetralan untuk menerima pelajaran semesta ini. Kita harus benar-benar netral untuk ikhlas secara sejati. Kuncinya, cobalah memikirkan Dzat Maha secara lebih hormat. Tentunya Dzat Maha terlepas dari segala kebutuhan akan penghormatan. Ini hanya murni tentang kita yang sudah harus sadar.

 

Salam Semesta

Copyright 2021 © www.pesansemesta.com

 

  • 0
  • Agustus 11, 2021
admin16 admin16 Author

TIGA SIKAP YANG PASTI MENGHALANGI KESUKSESAN !

 


Setiap manusia menyimpan nilai kesuksesannya masing-masing. Kita memiliki naluri keberhasilan. Seperti sebuah keniscayaan yang menjadikan setiap diri menyimpan ambisi untuk terus menjadi pemimpin diri yang sempurna.

Sebuah ambisi yang wajar memang. Karena sejak awal kita memang hanya hidup untuk menjadi khalifah yang bermakna dan membawa makna. Jadi sangat wajar, kalau kita memiliki naluri untuk suatu kesempurnaan yang disebut kesukesan.

Sayangnya, kesuksesan bukanlah kesempurnaan. Melainkan hanyalah jalan-jalan kesalahan yang telah terpelajari dengan waras.  

Waras bukan kata yang kasar disini. Tentunya kita harus senantiasa mempersiapkan akal agar mampu menganalisa, untuk bisa memperbaiki keadaan. Karena kesuksesan, pada wajah yang sebenarnya adalah kegagalan yang berhasil diperbaiki.

Jadi, kalau saat ini kita masih merasa menyimpan tembok yang menghalangi diri dari kesuksesan. Maka caranya adalah dengan mengendalikan diri untuk menggeser penghalangnya.

Setiap manusia memilii naluri yang setiap naluri apapun itu selalu bisa dikendalikan. Pengendalian sendiri bisa datang dari dalam diri, bisa juga datang dari luar diri. Dari manapun arah pengendalian itu, tetap setiap manusia dianugerahi kesadaran yang mampu memilih. Termasuk memilih sikap.

Tentunya kita harus bersikap sangat waras, untuk memahami kalau ada beberapa sikap yang menghalangi seorang khalifah untuk memenuhi nalurinya untuk sukses dan memberi makna.

Mari kita membuka kewarasan akal untuk menganalisa. Jangan-jangan ada salah satu dari tiga sikap dibawah ini yang masih kita lakukan untuk terus tidak sengaja menghalangi kesuksesan.

 

SIKAP PERTAMA : MENGELUH

Sahabatku… Seberapa besar kadar keluhan kita? Mulai detik ini, jangan sampai kadarnya dibiarkan berlebihan sampai menghalangi diri dari kesuksesan yang seharusnya terbentuk.

Keluhan yang terlalu berlebihan akan mengikat diri untuk tidak memahami sebab akibat. Jelas ini berbahaya!

Setiap ronde kejadian dalam semesta selalu tentang sebab akibat. Kalau kita perhatikan perjalanan mereka yang telah berhasil makmur dan memakmurkan. Kita akan melihat pola ter-standar yang akan selalu ada.

Salah satu di antara pola itu adalah KEGIGIHAN. Dan siapa sangka, kalau dalam kegigihan itu tersimpan begitu banyak corak KELUHAN yang dengan sengaja diikat erat agar tidak menjadi keluhan.

Perhatikan MCDonald, Facebook, Tesla, Alibaba, Gojek. Cerita-cerita abad baru yang memiliki pola standar, yaitu KEGIGIHAN.

Bukan berarti mereka tidak memiliki alasan untuk mengeluh. Aset, status, pengakuan dan makna yang beri saat ini adalah berkat segala keluhan yang mereka redam.

Saat seseorang memilih gigih, maka dia akan meredam seluruh keluhannya. Dia akan mengecilkan volume keluhan untuk sebuah kata, yaitu pencapaian.

Begitulah adanya, saat seorang khalifah ingin mencapai ujung gunung tertinggi, maka dia tetap harus melalui dasar gunung yang terendah. Keluhan-keluhan yang berteriak hanya akan mengikat diri seorang khalifah untuk mencapai bentuk tertingginya.

Jadi sahabatku… Sudahkah kita meredam keluhan-keluhan itu, atau kita masih sengaja membiarkan volume keluhan itu mengaung bak singa lapar?

 

SIKAP KEDUA : MALAS BERPROSES

Kesuksesan seorang khalifah adalah hasil dari sebuah proses, begitu juga dengan kegagalannya.

Apapun yang kita pilih semuanya adalah hasil dari sebuah proses. Kita sudah mempelajari pentingnya proses dari awal kehidupan kita dimulai sampai detik keberadaan kita sekarang. Itulah kenapa berproses akan selalu menjadi anak tangga yang tidak bisa kita lewati.

Sayangnya meski kita paham, kita tidak selalu melakukannya. Perhatikan harapan-harapan kita akan kesuksesan saat ini! Bukankah semuanya hanya berisi hasil?

Anda mendambakan pengakuan, Anda mengharapkan financial freedom, Anda mengharapkan kedamaian. Apapun nilai kesuksesan manusia adalah tentang hasil.

Sukses itu hanyalah hasil sementara, dan untuk menuju hasil selalu ada satu kata yang tidak akan pernah terlewat, yaitu PROSES.

Jadi andaikan sukses itu adalah takdir setiap khalifah, maka tetap kita harus berlari menuju takdir itu sendiri. Seperti kita harus makan untuk menghilangkan lapar – harus minum untuk menghilangkan haus – harus berjalan untuk mencapai.

Kalau begitu sahabatku… Kalau kesuksesan itu adalah takdir. Maka seberapa kuat kita mau berlari menuju takdir itu sendiri? Pertanyaan jelasnya: Seberapa mau kita untuk berproses?

Seperti mengumpulkan uang 500 rupiah untuk menjadi 1 juta. Lama, tapi tetap akan terkumpul kalau prosesnya dilalui.

Jangan malas berproses, apalagi berhenti. Ingatlah untuk meredam keluhan. Karena sudah menjadi keniscayaan kalau dalam proses selalu ada positif dan negative.

Jangan biarkan diri terfokus pada hal negatifnya saja. Namun izinkan diri untuk terfokus pada hal-hal positif yang sudah diraih juga. Dengan begitu, proses kita akan menjadi manis. Bukan berarti pahitnya tidak ada. Namun kita hanya memilih untuk fokus dengan rasa manisnya saja dan bukan rasa pahitnya.

Tahu dimana harus meletakan fokus dalam berproses memang akan menjadi alasan sukses yang utama

 

SIKAP KETIGA : TIDAK FOKUS

Sahabatku… Dimana seorang khalifah mengarahkan penglihatan, maka disitulah energi akan terbentuk. Dengan syarat utama, yaitu fokus.

Jadi bisa saja, sukses masih menghalangi kita hari ini karena FOKUS – Kemanakah fokus itu kita hilangkan?

Sudah menjadi keniscayaan, kalau segala tindakan yang dilakukan dengan fokus pasti hasilnya jauh lebih cepat dan tepat.

Seperti sinar matahari dan sinar laser. Kita bisa memanfaatkan panas sinar matahari untuk menjemur dan mengeringkan. Tapi tidak untuk memotong. Sementara panas sinar laser mampu memotong benda, karena dia mampu memfokuskan panasnya hanya ke satu titik meski panasnya tidak se-dahsyat sinar matahari.

Begitu juga setelah kita menyusun dan merencanakan hal penting dalam hidup, maka langkah selanjutnya kita harus fokus di hal-hal itu sebelum berbelok ke hal penting lainnya. Fokus, fokus dan fokus!

Fokuslah selalu kepada satu goal sebelum membuat goal yang lainnya. Kita berhak membuat 1000 goal dalam hidup ini, namun ke setiap 1000 goal itu juga berhak mendapatkan satu kata dari kita, yaitu FOKUS.

Menjadi fokus memang bukan perkara mudah. Kita ini sangat mudah teralihkan, bahkan sebelum kita sampai dititik pencapaian.

Sahabatku… Saat fokus kita teralihkan, hanya kekuatan diri lah yang mampu mengingatkan. Kita manusia yang memiliki kekuatan memilih. Kita bebas memilih, apakah kita akan berjalan didalam labirin atau diluarnya. Setiap pilihan akan menentukan hasil.

Selalu ingatkan diri, bahwa kita sedang berjalan menuju pencapaian. Ada garis finish yang sedang menunggu untuk kita lewati.

Jadi, kesampingkan dulu pengganggu-pengganggu yang akan membuat fokus kita labil.

Mengamati orang lain, membandingkan diri sendiri dengan orang lain, mendengar cerita sukses orang lain tanpa mengambil pelajaran, menakuti diri sendiri. Ini adalah salah satu diantara pengganggu yang sengaja kita hadirkan secara sadar untuk menggangu fokus kita sendiri.

Sahabatku… Faktnya untuk menuju keberhasilan kita tidak perlu membandingkan diri. Setiap khalifah memiliki tugas yang menjadi tujuan uniknya masing-masing. Cukup FOKUS lurus kedepan tanpa pernah menengok ke arah manapun. Lepaskan pandangan dari yang lain. Lurus saja, garis finish kita hanya ada didepan!

 

Akhir kata sahabatku… Detik ini kita adalah khalifah berbahagia yang sedang berjalan untuk membentuk, memperbaiki, dan memberi. Kesuksesan hanya tentang tiga aksi besar ini. Jadi memang sudah seharusnya seorang khalifah tidak mengeluh, tidak berhenti berproses dan tetap fokus.

 

Salam Semesta

Copyright © 2021 www.pesansemesta.com


 

  • 0
  • Juli 20, 2021
admin16 admin16 Author

SURGA YANG TIDAK KITA JAGA


 

  • 0
  • Juli 16, 2021
admin16 admin16 Author

CARA SUPER MENEMUKAN PASSION

 


  • 0
  • Juli 13, 2021
admin16 admin16 Author

EARTHING CARA MENGUATKAN IMUN TUBUH MELAWAN VIRUS

 


Kesadaran yang menguntungkan tentunya bila kita mau mulai memahami kembali. Kalau Bumi ini bukan bulatan mati yang terputus dari manusia. Kita selalu terhubung secara positif dengannya. Bahkan setiap langkah kita diatas Bumi ini saja akan selalu meninggalkan kesan yang baik bagi kesejahteraan jasad dan jiwa.

Jangan lupa. Subscribe untuk video selanjutnya

Salam Semesta

  • 0
  • Juli 10, 2021
admin16 admin16 Author

MENYAKSIKAN SEMESTA MIKROKOSMOS


 

  • 0
  • Juli 07, 2021
admin16 admin16 Author

ELEMEN-ELEMEN DEBU BINTANG DALAM TUBUH MANUSIA

 

  • 0
  • Juli 06, 2021
admin16 admin16 Author

TIGA PESAN PENTING DARI MASA DEPAN

 


 SUBSCRIBE PESAN SEMESTA YOUTUBE CHANNEL  UNTUK VIDEO SELANJUTNYA 👍
  • 0
  • Juli 04, 2021
admin16 admin16 Author

BAGAIMANA MERUBAH ENERGY LOW VIBRATION KECEMASAN ?

Kecemasan merupakan vibrasi energy rendah. Vibrasi energy rendah hanya akan menarik vibrasi energy rendah. Padahal energy rendah benar-benar akan mempengaruhi kesejahteraan diri.

Vibrasi energy rendah akan menurunkan suasana hati kita, menurunkan imunitas dan kekuatan jasad kita, dan menurunkan ketajaman instuisi kita. Tidak hanya itu, vibrasi energy rendah juga akan memperburuk kondisi Bumi dan semesta.

Saat ini jujur saja, Bumi dan isinya sedang terselimuti oleh pancaran elektromagnetik dari vibrasi energy rendah yang otomatis terus terpancar dari kondisi kecemasan kita. Menjaga agar energy kita tetap berada dalam vibrasi yang lebih tinggi akan menjadi semakin penting bagi kita dan seluruh dunia saat ini.

Namun bagaimanakah caranya? Mungkinkah kita tidak khawatir dengan kondisi saat ini?

Sahabatku… Hidup adalah tentang pilihan. Begitu juga dengan vibrasi rendah atau tinggi, itu juga merupakan pilihan. Setelah kita mampu menyadari di posisi mana kita berada, maka pilihlah untuk pindah dari vibrasi rendah menuju vibrasi tinggi.

Kecemasan akan selalu menjadi energy vibrasi rendah karena kecemasan senantiasa menggunakan imajinasi kita untuk menarik sesuatu yang justru tidak kita inginkan.

Ketika kita memikirkan suatu pikiran tertentu, sel-sel otak kita atau neuron akan bervibrasi pada frekuensi tertentu dan energi berkecepatan tinggi ini akan menarik frekuensi apa pun yang kita vibrasikan melalui pikiran.

Sementara semua kecemasan apapun alasannya didasarkan dari ketakutan, dan itu semua HANYA berlangsung didalam pikiran. Pikiran kita mensimulasikan deretan gambar terburuk dari suatu kondisi yang kita prediksi bisa terjadi di masa depan.

Awal dari kecemasan, yaitu pikiran yang terpengaruh oleh jebakan ketakutan. Disebut jebakan karena ketakutan sesuatu yang sangat imajinatif dan sayangnya apabila kita memilih terperangkap di dalam pikiran ketakutan, maka energy pikiran kita akan mempengaruhi elektromagnetik yang memancar agar sesuai dengan vibrasi rendah pikiran kita.

Jadi agar kita menjauh dari apa yang kita khawatirkan, justru kita harus merubah kekhawatiran itu. Dengan kata lain kita harus pindah vibrasi. Hanya saja bagaimana caranya kita pindah vibrasi?

Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan kalau kesadaran kita telah memilihnya. Begitu juga dengan kecemasan. Kita bisa mulai merubah vibrasi kekhawatiran kita saat ini dengan cara memilih meningkatkan kewaspadaan.

Caranya adalah dengan menerima vibrasi rendah yang saat ini, lalu menyaksikan kebaikan di dalamnya.

Energy penerimaan adalah yang utama. Kita tidak bisa merubah apa yang tidak kita terima. Jadi terima saja dahulu kalau kita memang khawatir. Terimalah kalau diri memang sedang bervibrasi dalam low vibration.

Lalu sadarilah, kalau selalu ada nilai baik yang muncul bahkan dari kondisi buruk seperti ketakutan sekalipun. Dalam porsi yang pas ketakutan dibutuhkan untuk menjadikan seseorang menjadi waspada. Setiap orang membutuhkan kewaspadaan untuk tindakan pencegahan. Inilah nilai baik dari ketakutan.

Kita bisa mengambil nilai baiknya dengan mulai merubah kekhawatiran yang didasari ketakutan menjadi kewaspadaan, yaitu dengan cara terus menggunakan akal untuk memikirkan sebab terbaik untuk akibat terbaik. 

Akal adalah kecerdasan yang hadir didalam pikiran. Dialah penanggung jawab bagaimana nantinya hati kita bergetar dan melepas frekuensi yang mau tidak mau akan kita raih.

Itulah kenapa kewaspadaan akan selalu menggiring segala kekhawatiran manusia menuju wujud energy yang lebih baik. Karena memang inilah fungsi kewaspadaan, yaitu agar diri senantiasa meraih akibat terbaik dari setiap sebab terbaik yang dilakukannya sendiri.

Jadi sahabatku… Di masa yang memang mengkhawatirkan ini, cobalah untuk mulai melihat kecemasan yang muncul di dalam pikiran hanya sebagai peringatan untuk senantiasa bertindak waspada. Dan bukan sebagai imajinasi-imajinasi negatif yang bergerak bebas dalam pikiran tanpa makna dan manfaat.

Mulai detik ini mari kita menerima kekhawatiran yang muncul dari setiap kondisi yang memang sedang terjadi. Setelah terterima, cobalah mengambil sisi baik dari rasa khawatir yang ada, yaitu untuk merubahnya menjadi sikap waspada.

Kewaspadaan yang telah tersikapi akan membantu kita melepaskan diri dari kekhawatiran. Apabila tiap masing-masing kita waspada, maka tiap kita bisa menerima akibat terbaik dari kewaspadaannya masing-masing. Lalu sedikit demi sedikit vibrasi yang lebih baik pun akan terbentuk.

Salam Semesta

 

Copyright 2021 © www.pesansemesta.com

SUBSCRIBE https://www.youtube.com/c/pesansemesta


  • 0
  • Juli 04, 2021
admin16 admin16 Author

EKSPERIMEN ILMIAH YANG MEMBUKTIKAN VIBRASI ITU NYATA!

 



 SUBSCRIBE PESAN SEMESTA YOUTUBE CHANNEL  UNTUK VIDEO SELANJUTNYA 👍
  • 0
  • Juni 29, 2021
admin16 admin16 Author

CARA MEMBACA VIBRASI


Energi bergerak dalam vibrasi secara konstan. Dengan kata lain, kita hidup di lautan getaran. Setiap getaran memiliki makna dan menyimpan tujuan.

Indra manusia bekerja dengan menterjemahkan vibrasi apapun yang diterimanya, dan dari sebab-akibat proses itulah kesadaran manusia mampu menerima dan memahami lingkungannya.

Sehingga akhirnya kesadaran manusia memiliki yang namanya pikiran, perasaan dan pilihan dalam bertindak seperti yang selama ini kita miliki sampai sekarang. Semuanya ini adalah berkat dari menterjemahkan vibrasi.

Sayang memang masih sedikit dari kita yang menyadari betul kalau dirinya adalah membaca vibrasi dan menterjemahkannya. Sampai saat ini masih banyak manusia belum siap betul untuk mengakui bahwa dirinya bergetar dan menterjemahkan getaran. Padahal segala hal yang kita amati dengan indra kita ini sebenarnya hanyalah interpretasi vibrasi.

Kita mendengar karena telinga kita menterjemahkan vibrasi. Kita melihat karena kita menterjemahkan vibrasi. Kita menghirup karena hidung kita menterjemahkan vibrasi. Jari kita menterjemahkan vibrasi dan begitu juga dengan lidah.

Padahal dengan menyadari keniscayaan semesta ini maka segala hal bisa menjadi menguntungkan dan mudah. Kami katakan mudah karena kita adalah energi, bergerak dalam energi dan sebagai energi. Vibrasi adalah awal gerakan. Apapun gerakan dalam semesta ini berawal dari getaran.

Atom-atom selalu berada dalam keadaan bergerak konstan, dan tergantung pada kecepatan vibrasi atom-atom inilah benda-benda muncul.

Itulah kenapa dikatakan kalau manusia adalah makhluk bergetar begitu juga dengan makhluk hidup lainnya, termasuk juga materi apapun di dalam semesta ini, baik materi yang masih terlihat atau tidak terlihat seperti udara dan gas. Baik yang bisa bergerak atau diam seperti dinding beton.

Jadi apa yang harus kita asah kembali sekarang adalah kemampuan diri untuk terhubung dengan gerakan awal, yaitu vibrasi. Karena begitulah cara kita membaca vibrasi.

Membaca vibrasi itu tidak terlalu dimulai dengan cara yang runyam.  Cara paling sederhana adalah dengan mulai menyadari di vibrasi mana diri kita sedang hidup. Yaitu dengan mulai memperhatikan keberadaan diri kita seutuhnya.

Perhatikan lagi secara lebih setiap pikiran, perasaan, dan tindakan apapun yang sedang dan akan kita lakukan. Artinya, kita membaca vibrasi semesta dengan kewasikataan diri.

Untuk membaca vibrasi semesta kita harus terlebih dahulu paham kalau kitalah semesta yang paling dekat. Jadi sangat logis kalau kita harus mulai dari semesta yang paling dekatnya terlebih dahulu.

Sahabatku… Beginilah cara kita membaca vibrasi semesta. Dimana tahapan awalnya dimulai dari dalam diri dahulu. Lama kelamaan setelah kewaskitaan kita untuk mewaspadai setiap gerakan vibrasi yang terjadi didalam diri menjadi baik. Maka perlahan-lahan kita akan mulai membawa diri untuk mewaspadi vibrasi yang diluar diri.

Tahapan selalu dimulai dari dalam menuju luar. Mulailah, nantinya kalau diri sudah mulai membaca vibrasi semesta, maka diri tahu persis apa yang diharus dilakukannya dalam semesta untuk semesta.

 

Salam Semesta

 SUBSCRIBE https://www.youtube.com/c/pesansemesta

 

  • 0
  • Juni 26, 2021
admin16 admin16 Author

APAKAH PIKIRAN MEMPENGARUHI KESEHATAN?

 SUBSCRIBE PESAN SEMESTA YOUTUBE CHANNEL  UNTUK VIDEO SELANJUTNYA 👍

  • 0
  • Juni 23, 2021
admin16 admin16 Author

KENAPA SEGALANYA BERPROSES ?

 


 SUBSCRIBE PESAN SEMESTA YOUTUBE CHANNEL  UNTUK VIDEO SELANJUTNYA 👍

  • 0
  • Juni 23, 2021
admin16 admin16 Author

INGIN INTUISI MENGUAT? LAKUKAN SATU HAL INI !



“Intuisi berada dalam zona netral. Tempatkan diri dalam zona netral, maka kita akan menjadi sangat intuitif” – pesan semesta.

Sahabatku… Perlu digaris bawahi, kalau menjadi sangat intuitif itu bukan berarti kita menjadi peramal masa depan. Menjadi sangat intuitif itu artinya kita mampu membaca sebab akibat yang sedang dan akan berlangsung, sehingga kita mampu memilih yang terbaik. Akhirnya kita bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat.

Ingat! Hidup adalah kumpulan pilihan. Ada bagian yang dipilihkan. Ada juga bagian yang kita diberi kesempatan untuk memilihnya.  Jasad, jiwa dan ruh yang menghasilkan kesadaran bagi manusia berfungsi untuk membentuk manusia menjadi pemilih.

Kesadaran memiliki beberapa lapisan. Bagaimana kita memandang hidup memiliki tingkatan. Sementara tingkatan yang paling rendah adalah sadar kalau hidup terjadi kepadamu.

Artinya, kita sadar kalau kita tidak memiliki andil dalam hidup ini untuk memilih. Dimana semua sudah dipilihkan dan ditentukan. Padahal sebenarnya tidaklah demikian.

Dalam hidup ini banyak contoh orang-orang yang telah berhasil dengan kenyataan yang mereka bentuk dari hukum sebab akibat yang mereka buat sendiri. Mereka memikirkan kesuksesan, mereka melakukan sebab akibat dari kesuksesan yang mereka pilih dan mereka berhasil hidup di dalam kesuksesan itu.

Kalau kita bertanya, kenapa itu bisa terjadi dengan mereka – sementara tidak bagi kita? Jawabannya adalah karena mereka memiliki kesadaran yang setingkat diatas kita.

Mereka sadar kalau nasib itu adalah pilihan. Mereka sadar Dzat Maha tidak memilihkan nasib seseorang namun hanya memberikan banyak pilihan-pilihan yang bisa dipilih, apapun itu. Mereka sadar kalau tidak ada yang namanya kebetulan, segalanya terjadi karena sebab dan akibat, dan dengan ini mereka selalu menyusun sebab terbaik untuk akibat terbaik.

Jadi, bayangkan kalau kita selalu diarahkan untuk memilih yang terbaik sesuai dengan tugas dan fungsi kita sebagai khalifah diatas Bumi ini – Bukankah menguntungkan? Ini lah keuntungan memiliki intuisi.

Kabar baiknya, setiap manusia memiliki keuntungan ini – karena setiap manusia memiliki sesuatu yang bernama intuisi. Hanya saja sejauh apa intuisi ini mampu bekerja untuknya, semuanya tergantung pilihan manusia itu masing-masing.

Ada beberapa pilihan yang tanpa sengaja justru membuat kita menjauh dari intuisi. Jangankan menguat, bahkan intuisi seakan sama sekali tidak terdengar. Jadi sahabatku… Kalau kita ingin intuisi menguat, maka kita bisa mulai mencoba melakukan satu hal berikut ini :

 

1# JANGAN MENDIKTE SEMESTA

Bukankah kita adalah pendikte ulung? Bahkan Tuhan pun berani kita dikte bukan? Baiklah tidak perlu diakui. Tapi paling tidak jangan mendikte kalau ingin mendengar intuisi berbicara.

Kenapa? Karena intuisi tidak akan hadir dalam ego yang masih mendikte. Intuisi adalah arahan fenomenal bagi mereka yang senantiasa mengharapkan kebahagiaan hakiki. Syaratnya, intuisi tidak bisa terkontrol oleh yang namanya ego.

Sahabatku… Semesta itu sangat sopan dan sangat menghargai pilihan manusia. Jangan jauh-jauh, saat kita memilih untuk tidur, otak kita patuh dan menutup sementara seluruh system pendengaran agar kita tidak mendengar apa yang sebenarnya masih kita dengar.

Begitu juga dengan kerasnya diktean ego kita. Intuisi akan mundur seribu langkah agar ego kita bisa terus terdengar. Masalah tersembunyi dari ego yang lebih terdengar adalah, ego kita sangat percaya diri kalau pilihannya adalah sumber kebahagiaan dirinya yang terbaik. Padahal belum tentu demikian.

Ambil contoh, kita begitu mendikte untuk diterima bekerja di salah satu perusahaan ternama, kita menetapkan diri kalau diterima bekerja disini adalah yang terbaik dan itu adalah sumber kebahagiaan diri.

Akhirnya ego terus mengontrol intuisi yang masuk kepada kita. Karena bisa jadi, pada masa di mana kita sedang mendikte semesta ini kemungkinan kita akan dituntun oleh intuisi yang bahkan senantiasa mengarahkan diri untuk melakukan hal yang kebalikan dari goal kebahagiaan awal kita.

Bisa itu kita dituntun untuk membuka usaha, atau mungkin mengasah skill lain. Namun karena kita terlalu mendikte semesta dengan ego ingin kita. Maka arahan intuisi itu tidak terdengar dengan jelas.

Padahal, intuisi itu justru mengarahkan kita pada jati diri yang sebenarnya. Intuisi tahu persis nilai kebahagiaan diri kita yang terbaik sesuai dengan fungsi dan tujuan kita yang sebenarnya.

Sahabatku… Kita tidak pernah ditinggalkan sendirian dalam pilihan-pilihan yang harus kita pilih dalam hidup ini. Redupkan sebentar saja suara ego yang meraung, maka intuisi akan mengarahkan dengan manis.

Kadang kita membenci sesuatu padahal itu baik bagi kita. Kadang juga kita terlalu meng-inginkan sesuatu padahal itu tidaklah baik bagi kita.

Begitulah adanya, baik dan buruk tidak bisa diukur oleh ego yang bahkan ego itu tidak bisa kita kendalikan kenetralannya. Kenetralan itu sendiri bukan berarti kita tidak bisa memilih. Tetapi kita justru menjadi pemilih yang sebenar-benarnya dalam pilihan-pilihan yang ada.

Selamat menguatkan intuisi sahabatku… Sekali lagi, intusi bukan peramal masa depan. Karena masa depan adalah pilihan yang sekarang.

Mungkin sebagian kita ada yang bertanya; kenapa cara menguatkan intuisi hanya satu, bukankah cara lainnya juga banyak? – Jujur kami juga menanyakan hal yang sama. Tapi ternyata jawabannya cukup unik; Jawabannya, karena untuk menjadi intuitif itu harus mengendalikan rasa “ingin menjadi intuitif”.

Iya begitulah! Sekali lagi, intuisi berada dalam zona netral. Tempatkan diri dalam zona netral, maka kita akan menjadi sangat intuitif.

 

Salam Semesta

Copyright © 2020 www.pesansemesta.com

https://www.youtube.com/c/pesansemesta

  • 0
  • Juni 11, 2021
admin16 admin16 Author

MEMBANGUN MINDSET SUMBER REZEKI AGAR TIDAK PERNAH MERASA MISKIN





Seorang sahabat bertanya; Apa ada cara untuk meluaskan rezeki, selain dengan syukur?
.
Jadi begini, selama ini kita menanam mindset kalau rezeki adalah hasil. Akhirnya kita beranggapan kalau kekayaan, anak yang saleh, kemakmuran, kesehatan dan lain sebagainya adalah rezeki.
.
Ini wajar, karena sekali lagi, kita diajarkan kalau rezeki adalah hasil yang kita terima. Kita tidak pernah ditanamkan mindset kalau kita adalah rezeki itu sendiri.
.
Akibat dari mindset yang terus-menerus diajarkan ini, kita jadi bergerak untuk menjadi penerima rezeki dan bukan untuk menjadi sumber rezeki itu sendiri.
.
Akhirnya diri menjadi terbatas, sehingga urusan hidup menjadi sangat sulit. Seperti terikat dalam kekurangan, jangankan untuk bersyukur, untuk merasa cukup saja masih sulit. Itu karena diri kita masih terus saja berpikir, kalau rezeki itu ada diluar diri, bukan didalam diri.
.
Padahal Dzat Maha sudah menjadikan kita sebagai sumber rezeki itu sendiri. Sementara hasil dari apa yang kita bentuk, semuanya sudah diatur sesuai dengan syukur yang kita lakukan.
.
Jadi sahabatku… Selain rezeki yang sengaja dikonsepkan tidak sesuai. Selama ini kita juga dikonsepkan kalau syukur hanyalah sekedar ucapan terimakasih, yang sebenarnya tidak terlalu tepat.
.
Secara harfiah memang syukur diartikan sebagai Terima Kasih. Hanya saja yukur itu aplikatif. Harus diaplikasikan dengan tidakan, dan itu bukan dengan cara diucapkan, melainkan dengan cara dilakukan.
.
Pegang rahasia besar ini; Apabila kita mampu melakukan syukur dengan benar, maka segala rezeki akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan kebutuhan.
.
Dengan syukur yang dilakukan dengan benar kita akan mampu me-manage seluruh sumber rezeki yang kita miliki untuk kemakmuran diri dan yang diluar diri.
.
Begitulah adanya sahabatku… Syukur itu memang sangat besar maknanya! Tetapi faktanya sekarang, syukur malah di jadikan ajang untuk menerima rezeki. Seakan-akan Dzat Maha bisa dirayu dengan kata “Terima kasih”.
.
Pertanyaannya: Apakah iya demikian? Dzat Maha Sang Pemiliki kemahaan jelas tidak membutuhkan syukur apapun dari makhluknya. Karena kalau iya, maka gugurlah sifat ke-mahaannya.
.
Semesta sendiri adalah kenetralan yang bergerak tanpa membutuhkan kata terimakasih. Cek sendiri jasad kita, apakah jantung dan organ-organ itu membutuhkan ucapan terimakasih? Apakah planet Bumi yang menaungi kita membutuhkan ucapan terimakasih? Apakah Oksigen yang sedang kita gunakan membutuhkan terimakasih?
.
Sudah menjadi keniscayaan kalau semesta dan segala isinya tidak membutuhkan ucapan terimakasih. Namun jelas mereka bersyukur dengan sebenar-benarnya. Salah satu bukti syukur mereka adalah, mereka semua melaksanakan tugas mereka dengan sebaik-baiknya hanya sebagai rahmat bagi semesta alam.
.
Sahabatku… Berbahagialah kita, dari pertanyaan yang hadiri ini, semesta mengingatkan diri kita lagi. Kalau kita adalah sumber rezeki, sementara syukur adalah aplikasi harmonis untuk memanage rezeki yang kita miliki, agar seluruh rezeki ini mampu memakmurkan diri dan luar diri. Sehingga rezeki yang kita miliki ini bisa menjadi rahmatNYA yang tersebar.
.
Sebuah urgensi memang untuk segera membenahi mindset kita tentang rezeki dan meluruskan cara kita dalam bersyukur. Agar kita tidak terus-terusan merasa miskin dan tidak memiliki rezeki. Karena kita bukan sekedari memiliki, tetapi kita adalah sumber rezeki itu sendiri.
.
Mungkin ada sahabat yang bertanya sumber rezeki apa yang kita miliki?
.
Sahabatku… Bukankah kita memiliki tubuh yang bergerak, akal yang bisa berpikir, energy yang terus menghidupi, dan bukankah kita juga memiliki kesempatan untuk menggunakan semuanya itu? Lalu apa yang kurang dari itu semua? Cukuplah itu menjadi alasan besar yang menjadikan kita sebagai sumber rezeki.
.
Sebenarnya kalau saat ini kita merasa sangat miskin. Maka itu bukan karena kita tidak memiliki rezeki. Melainkan karena kita memiliki sumber rezeki tapi kita tidak mampu mensyukurinya agar menjadi kemakmuran.
.
Rezeki selalu menghasilkan kemakmuran. Jadi sudah seharusnya kita menghasilkan kemakmuran bagi diri terlebih dahulu, lalu bagi luar diri.
.
Jadi jangan khawatir, semua cara adalah rezeki. Baik atau buruk semuanya hanyalah pilihan. Berhasil atau tidak berhasil adalah pilihan. Banyak atau sedikit juga adalah pilihan. Tidak ada yang menentukan hasil seseorang kecuali pilihannya sendiri. Sementara berhati-hati dengan pilihan adalah syukur itu sendiri.
.
Dalam syukur itu ada kenetralan yang dibalut dengan kewaspadaan akal yang paham dengan hasil yang ingin dibentuknya. Jadi sekarang tinggal kita bersyukur dengan segala rezeki yang kita miliki. Caranya?
.
Aplikasinya syukur sebenarnya sangat sederhana, mohon jangan dibuat rumit. Caranya yaitu dengan ber-Terima dan Kasih. Terimalah dan berilah kembali apa yang diterima.
.
Kalau saat ini kita diberi tubuh yang sehat, akal yang berpikir, energy yang menghidupi… lalu apa yang akan kita berikan dengan itu semua? Minimal – pikirkan dahulu apa yang akan kita berikan kepada diri kita sendiri dahulu?
.
Jadi sahabatku… Kami yakin Anda sudaH paham kalau tidak ada lagi rezeki yang luas sekarang. Karena, kalau kita ingin menghasilkan “luas” maka kita akan membentuk luas dengan rezeki yang kita miliki. Luas itu hanya akan menjadi hasil dari rezeki yang terwaspadai dalam syukur.
.
Sebuah tahapan mungkin baru dimulai. Dengan perlahan-lahan dan lembut kita akan memperbaiki mindset yang tertanam keliru. Sampai akhirnya kita berhasil paham kalau kita memegang kekayaan semesta.
.
Manusia adalah rezeki itu sendiri. Syukur yang kita lakukan akan merubah seluruh rezeki yang kita miliki ini untuk kemakmuran diri dan semesta. Beginilah mindset sumber rezeki yang seharusnya.
.
.
Salam semesta

Copyright 2021 © www.pesansemesta.com

https://www.youtube.com/c/pesansemesta
  • 0
  • Mei 31, 2021
admin16 admin16 Author

OFFICIAL CHANNEL



FREE E-BOOK

3# FREE DOWNLOAD E-BOOK - MENJADI AIR

DATABASE

COPYRIGHT

Seluruh artikel didalam website ini ditulis orisinil oleh tim penulis Pesan Semesta. Artikel yang kami share melalui website ini bukan hasil jiplakan, kutipan atau terjemahan.

Bagi pembaca yang ingin menghubungi penulis silahkan mengrim pesan melalui email : pesansemesta@yahoo.com


SALAM SEMESTA