Jangan Lagi merindukanNYA !









Justru bukankah karena kita mencintaiNYA maka kita merindukanNYA? Benar memang, memang kita harus terlebih dahulu mencintai baru merindukan.

Tapi sahabatku… Bagaimana bisa kita merindukan yang dekat? Karena logikanya memang kita selalu merindukan yang jauh. Bagaimana bisa kita merindukan yang membersamai? Karena logikanya kita selalu akan merindukan yang terpisah. Lalu bagaimana bisa kita merindukan sesuatu yang sudah menjadi satu? Karena lagi-lagi logikanya kita tidak mungkin merindukan yang menyatu.

Sahabatku… Rasa rindu yang masih kita rasakan adalah pertanda, kalau kita masih harus mendekat, membersamai dan terus menerus mengirim rindu.

Biarkan saja seperti itu. biarkan saja kita terus merindukanNYA, sampai suatu hari jiwa ini tidak lagi merindui, karena jiwa ini sudah benar-benar bersamaNYA, mendekatiNYA, dan jiwa ini berkata cukup sudah merindu, jangan lagi merindukanNYA! Kau sudah menyatu denganNYA.

Sahabatku… Mohon jangan salah mengerti tentang menyatu denganNYA. Menyatu denganNYA adalah menjadi satu bagian denganNYA dalam tiap layar kehidupan. Kita tidak menunggu menyatu denganNYA setelah kematian seperti yang sering dibicarakan. Justru malah kita harus bisa menyatu denganNYA dalam kehidupan. Karena kita harus hidup untuk menikmati rasa penyatuan itu.  

Sahabatku… Bukankah sebuah keindahan menyatu dengan yang dirindukan? Bukankah jiwa kita sekarang merindukan keindahan itu? Kalau begitu teruslah merindukanNYA. Sampai jiwa ini berkata jangan lagi merindukanNYA ! Kau sudah menyatu denganNYA.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com
IG : @pesansemesta.ig   -  FB: pesansemesta.7
Lebih baru Lebih lama