Pesan Semesta.
melampaui batas menjadi satu

3 Jurus Ampuh Menemukan Passion











Sahabatku… Memiliki passion berbeda dengan memiliki pekerjaan. Pekerjaan adalah untuk pemenuhan nilai-nilai manusia dan kebutuhan hidup. Sementara passion adalah pemenuhan jati diri, tugas manusia diatas planet bumi yang harus ditemukan, dijalankan untuk menjaga keseimbangan kehidupan. Oleh karena passion adalah panggilan kepada tugas awalnya, maka passion tiap manusia bersifat unik dan apa adanya.

Kebanyakan kita salah mengartikan passion (hasrat) sebagai cita-cita. Sebenarnya bukan, cita-cita adalah impian yang belum berwujud. Sementara passion itu bukan impian, passion itu adalah sesuatu yang nyata yang memang sudah melekat didalam tiap diri manusia. Hanya saja bagi sebagian kita, passion itu belum ditemukan. Tapi meski belum ditemukan, passion adalah nyata keberadaannya (bukan impian).

Sebenarnya tugas orang tua kita lah dahulu untuk membantu menemukan passion kita. Tapi kebanyakan orang tua membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan penilaian ego mereka sepihak, akhirnya sang anak tumbuh tanpa passion. Kebanyakan orang tua, berpikir mereka adalah sang maha mengetahui kebaikan yang terbaik untuk anaknya, tanpa mempedulikan hasrat si anak itu sendiri. Padahal hasrat atau passion itu adalah tugas mulia sang anak dariNYA.

Karena itu, sekali lagi apabila sekarang kita adalah orang tua, maka pastikan anak-anak kita hidup dengan passionnya sendiri, bukan hidup dengan ego penilaian kita sebagai orangtua. Setiap kita memang memiliki impian agar anaknya tumbuh menjadi normal, tapi jangan sampai impian kita terlalu mendikte sehingga anak kehilangan jati diri dia yang sesungguhnya.

Kembali lagi kepada passion, karena passion itu adalah sesuatu yang sudah ada. Jadi kalau beberapa kita merasa tidak memiliki passion, bukan berarti kita tidak memiliki passion, hanya saja kita belum menemukan passion kita itu apa. Tugas kita lah bagi yang belum, untuk mulai mencari passionnya. Tapi bagaimana caranya menemukan passion? Bagaimana kalau sekarang misal kita sudah ber-umur 45 tahun tapi belum juga merasa menemukan passion?

Sahabatku… Tidak ada kata terlambat dalam hidup ini. Karena tidak ada kata kebetulan juga kita belum menemukan passion kita, semua berjalan sebagai sistem sebab akibat yang terus bergulir. Jadi kalau memang waktunya sekarang, mari kita mulai sekarang.

Disini Kami ingin berbagi 3 jurus ampuh untuk menemukan passion, semoga bisa membantu sahabat semua dalam menemukan passion-nya :


1# Mengenal Diri Sendiri

Passion itu adalah tentang mengenal diri sendiri. Kita tidak menanyakan keinginan orang tua, pasangan, sahabat atau atasan untuk menemukan. Jadi passion adalah tentang kita.

Namun sahabatku… Seberapa diri kita mengenal dirinya sendiri? Jangan-jangan kita lebih mengenal dengan orang-orang lain dari pada diri kita sendiri.

Kalau memang sekarang passion itu belum terlihat, maka cobalah dengan mengenal diri sendiri. Mulailah dengan berintrospeksi dan mulai membuat list tentang hal-hal apa yang membuat diri nyaman dan juga membuat diri tidak nyaman. Dari mulai aktifitas, sikap, kondisi dan visi misi.

Sahabatku… Apabila kita mulai memikirkan sesuatu dengan akal, maka frekuensi kita akan bergetar (bervibrasi) sesuai dengan frekuensi yang kita pancarkan. Fokuslah sebentar kepada diri Anda untuk mengenal diri Anda sendiri. Dari sana Anda akan kembali ke titik awal untuk menggali dan mengais-ngais dengan kaca pembesar untuk mencari apa yang telah terlewat dari diri Anda, yang membuat Anda belum menemukan passion itu. Percayalah, setelah ini, diri Anda akan sangat berterimakasih karena telah diperhatikan.

Sahabatku… Betapa sering kita memperhatikan yang diluar sementara mengabaikan yang didalam. Padahal logikanya memang tidak mungkin ada seseorang yang mampu memperhatikan diri kita, sebagaimana diri kita memperhatikan dirinya sendiri. Kalau memang ada, berarti itu adalah tanda ketidak pedulian kita terhadap diri sendiri.


2# Mencoba Ber-Aksi

Setelah mengenal diri sendiri maka jurus setelahnya adalah mencoba ber-aksi. Sahabatku… kita membutuhkan pengalaman, experience makes perfect itu bukan sekedar semboyan, tapi memang begitulah manusia berproses. Anggaplah dari perenungan Anda diatas, Anda sangat nyaman dengan makanan yang sehat dan menyehatkan. Jadi sekarang lah saatnya Anda mulai mencoba membuat makanan yang sehat dan menyehatkan itu. Misal lagi hasil dari perenungan Anda, tersimpulkan bahwa Anda sangat berhasrat dengan climbing. Berarti sekarang saat Anda mencoba ber-aksi memanjat gunung. Misal hasil perenungan Anda adalah Anda ingin membuat buku. Berarti sekarang saatnya Anda menulis.

Mungkin selama ini Anda tidak pernah bergerak mengikuti hasrat hati Anda. Banyak alasan, umumnya karena Anda terlalu peduli dengan penilaian orang lain, sehingga aksi-aksi hidup Anda terbatasi.

Jadi sekaranglah saatnya. Apakah Anda akan langsung berhasil, belum tentu. Proses yang panjang justru akan membuat seseorang lebih sempurna. Dari proses-proses panjang Anda itu, maka Anda mampu menghasilkan beberapa resep makanan yang sehat dan tetap enak dimakan. Anda mampu jago climbing sampai menaklukkan gunung Himalaya. Dan Anda mampu menulis buku bestseller.

Jadi memang Anda harus memiliki kebulatan tekad dan keberanian untuk mencoba hal yang Anda sukai. Hal yang anda nyaman untuk menjadi diri Anda sendiri tanpa memperdulikan penilaian yang lain, selain diri Anda sendiri.

Tahap mencoba ini memang harus melewati tahap yang pertama, karena sebelum mencoba anda memang diharuskan mengenal diri sendiri terlebih dahulu.

Sahabatku… Hidup bukanlah hidup kalau tidak pernah di-aksikan, di-coba dan diperjuangkan. Kita adalah makhluk dinamis yang selalu membutuhkan pemenuhan.


3# Membuat Rencana Untuk Memakmurkan

Sahabatku… Passion itu diinputkan untuk sesuatu yang disebut kemakmuran. Apa itu kemakmuran? Kemakmuran adalah memfungsingkan diri untuk kehidupan, bukan untuk keuntungan. Anda memakmurkan kalau Anda sudah bisa berperan untuk kehidupan semesta, bukan sekedar mencari keuntungan bagi diri sendiri.

Iya memang awalnya kita mencari passion dari dalam diri sendiri, tapi apabila yang dari dalam itu sudah muncul kepermukaan, maka yang muncul bukan untuk keuntungan peribadi tapi keuntungan bersama. Bukan hak tapi kewajiban. Hidup ini selalu tentang kewajiban apa, bukan mana hak saya? Tapi apa kewajiban saya? Hidup itu sendiri sudah menjadi hak yang sudah kita terima, dan sekarang tinggal kewajiban kita saja.

Itulah kenapa menemukan passion adalah titik kritis yang harus dilakukan, karena itu adalah kewajiban yang tertunda bagi kehidupan. Jadi passion adalah peran kebermakmuran Anda bagi kehidupan. Sangat mulia bukan? Dan sekali lagi, passion bukan sesuatu yang tidak ada, karena setiap manusia sudah diinputkan passion yang mana dengan passion masing-masing itu, mereka berperan. Berperan untuk kemakmuran bukan keuntungan.

Sahabatku… seharusnya kita menyadari kalau diri ini adalah bagian dari kesatuan semesta untuk saling berperan secara sukarela, berdasarkan passion (hasrat bawaan) tanpa paksaan dan penuh dengan kebahagiaan. Jadi memang SANG PEMBUAT tidak pernah melakukan pemaksaan yang tidak adil kepada makhlukNYA. Justru sekarang kita ini dipaksa, didikte untuk memenuhi penyamarataan penilaian-penilaian manusia lain, lingkungan, kelompok yang malah menjauhkan kita dari tugas mulia ini.

Sekarang mari kita merenung sebentar sahabatku… Bagaimana bisa kita menjadi seimbang kalau kita menyamaratakan semuanya bukan? Kalau semua sekolah mencap anak-anak muridnya yang tidak jago matimatika dan fisika adalah tidak pintar. Lalu mereka mensyaratkan seluruh muridnya untuk memiliki nilai pintar yang seperti itu, lalu siapakan yang akan menjadi sejarahwan, siapakah yang akan menjadi guru TK, siapakah yang akan menjadi pelukis, penari dan lainnya. Artinya kita tidak bisa menyamakan nilai untuk menjalani keseimbangan kehidupan.

Itulah kenapa passion itu adalah sesuatu yang unik dan apa adanya, karena passion adalah untuk keseimbangan, bukan pemenuhan nilai-nilai serta keuntungan manusia. Dari passion maka manusia akan berperan dengan keahlian dan panggilan jiwanya, untuk saling memakmurkan, saling melengkapi dan saling bahu membahu. Bukan untuk saling bersaing, saling merendahkan apalagi saling berlomba untuk menentukan siapa yang lebih unggul.

Sahabatku… Memakmurkan itu sama seperti bangunan. Untuk menjadi bangunan yang sempurna, tidak mungkin bangunan ituhanya terdiri dari satu bahan saja, tapi terdiri dari banyak bahan. Begitu juga dengan kehidupan. Kita memang harus berbeda untuk sebuah keharmonisan dan inilah fungsi DIA menginputkan passion didalam tiap buatanNYA.

Jadi, jurus terakhir setelah passion ditemukan adalah membangun rencana untuk memakmurkan. Lagi-lagi rencana itu pasti ada kalau kita mau berpikirkan.


Akhir kata sahabatku… Passion adalah kunci untuk mengenal diri, dan berperan sebagaimana yang di amanahkan SANG PEMBUAT untuk manusia. Mari kita temukan dan hidup bersama amanah yang diberikanNYA.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com

  •  
  •  
  • 0
  • Mei 19, 2019
admin16 admin16 Author

OFFICIAL CHANNEL



SUBSCRIBE ARTICLE

FREE E-BOOK

3# FREE DOWNLOAD E-BOOK - MENJADI AIR

DATABASE

COPYRIGHT

Seluruh artikel didalam website ini ditulis orisinil oleh tim penulis Pesan Semesta. Artikel yang kami share melalui website ini bukan hasil jiplakan, kutipan atau terjemahan.

Bagi pembaca yang ingin menghubungi penulis silahkan mengrim pesan melalui email : pesansemesta@yahoo.com


SALAM SEMESTA