3 RAHASIA BESAR KENAPA PIKIRAN POSITIF TIDAK PERNAH BERMANFAAT APALAGI BERHASIL?







Seorang sahabat bertanya "Kenapa pikiran tidak pernah berhasil di diri saya, tapi saya perhatikan banyak juga yang berhasil?" Melalui anugerahNYA izinkan kami menjawab.

Sahabatku… Kalau diri kita masih bertanya kenapa pikiran positif tidak bekerja dalam hidup, maka artikel ini sepenuhnya untuk kita baca. Nikmatilah dan temukan rahasianya.


RAHASIA Pertama : karena SESEORANG YANG berpikirAN positif BELUM TENTU MEMILIKI MENTAL YANG POSITIF.

Sudah berapa banyak afirmasi yang kita ucapkan? Sudah berapa banyak sesi motivasi yang kita ikuti? Sudah berapa kali self hypnosis di jalani? Sudah berapa sering self vizualitation di praktekkan? – tapi hasilnya nihil, diujung waktu kita tetap merasa menjadi korban dari keadaan.

Kenapa ini terjadi? Bagaimana bisa seseorang diluar sana begitu berhasil dengan pikiran positifnya, sementara kita bahkan tidak mendekat sedikitpun? Sebenarnya apa yang salah???

Sedihnya memang kebanyakan kita yang tidak berhasil membangun mentalnya se-positif pikirannya akan benar-benar kecewa. Mereka akan menerima kenyataaan kalau pikiran positif tidak pernah bekerja sebaik itu dalam menentukan nasib mereka.

Affirmasi tidak berhasil, self hypnosis gagal dan hidup dikeliling oleh kenyataan yang berlawanan dengan pikiran-pikiran positif itu. Kami yakin kita semua tahu rasanya ini. Dimana kita harus mengaku kalah atas ekspektasi pikiran positif yang tidak berhasil.

Itulah kenapa sebagian orang tidak terlalu suka berpikiran positif, karena mereka sadar kalau mereka sedang menyiapkan kekecewaan yang lebih besar di masa depan.

Padahal itu terjadi karena selama seseorang sibuk membangun pikiran positif, belum tentu ia juga sibuk membangun mental yang positif di saat yang bersamaan. Padahal mental positif lebih dibutuhkan ketimbang hanya pikiran yang positif. Saat seseorang memiliki mental positif, maka ia tidak lagi terlalu membutuhkan pikiran positif.

Itulah kenapa mental dan pikiran seharusnya dibangun secara bersamaan. Sayangnya membangun mental positif tidak semudah membangun pikiran positif. Dan inilah rahasia pertama kenapa seseorang tidak selalu berhasil dengan pikiran positifnya.

Karena kebanyakan kita memang lebih memilih membangun pikiran positif ketimbang mental positif.
Kita bisa mendengar afirmasi positif setiap hari, mengikuti kelas motivasi setiap minggu, berteman dengan seorang spiritual selamanya hanya untuk terus mengasah pikiran positif kita tetap stabil. Namun jangan mengharapkan hal-hal yang mudah seperti ini saat hendak membangun mental yang positif.

Mental positif hanya bisa dibangun dengan 100% hal negatif dan menjadi kuat dengan 100% hal negatif itu. Sampai akhirnya 100% hal negatif tidak ada lagi dalam hidup kita.

Sama seperti saat pertama kali kita coba berlari 10 kilo, jasad kita merasa itu sangat melelahkan diawal, namun setelah menerima lelahnya dan membiasakan dengan lelahnya, maka lama kelamaan lelah itu tidak ada lagi. Ketiadaan lelah itulah tanda kalau mental kita telah positif. Hasilnya, kita tidak lagi membutuhkan kata-kata positif seperti “ayo, ayo kamu pasti bisa!”.

Jadi sebaiknya memang mental dan pikiran positif dibangun secara bersamaan. Lalu bagaimana caranya?

Caranya cobalah untuk tidak selalu menghindari ketidaknyamanan, tapi cobalah untuk melampauinya dengan cara yang baik. Melampaui ketidaknyamanan dengan cara yang baik adalah dengan tidak mengeluh dan tetap waspada untuk tidak merana apalagi tersiksa. Jadi intinya, belajar untuk menjadi cerdas, kreatif dan stabil di dalam situasi yang tidak diinginkan.

Tidak terlalu enak memang, sama seperti menelan obat terpahit dan sadar kalau esok kita akan sembuh.


RAHASIA KEDUA :  karena SESEORANG YANG berpikirAN positif MASIH MENEMPATKAN DIRI SEBAGAI KORBAN.

Sahabatku… Kesadaran memiliki beberapa lapisan. Bagaimana kita memandang hidup memiliki tingkatan. Sementara tingkatan yang paling rendah adalah sadar kalau hidup terjadi kepadamu.

Artinya, kita sadar kalau kita tidak memiliki andil dalam hidup ini untuk memilih. Dimana semua sudah dipilihkan dan ditentukan. Padahal sebenarnya tidaklah demikian.

Dalam hidup ini banyak contoh orang-orang yang telah berhasil dengan kenyataan yang mereka bentuk dari hukum sebab akibat yang mereka buat sendiri. Mereka memikirkan kesuksesan, mereka melakukan sebab akibat dari kesuksesan yang mereka pilih dan mereka berhasil hidup di dalam kesuksesan itu.

Kalau kita bertanya, kenapa itu bisa terjadi dengan mereka – sementara tidak bagi kita? Jawabannya adalah karena mereka memiliki kesadaran yang setingkat diatas kita.

Mereka sadar kalau nasib itu adalah pilihan. Mereka sadar Dzat Maha tidak memilihkan nasib seseorang namun hanya memberikan banyak pilihan-pilihan yang bisa dipilih, apapun itu. Mereka sadar kalau tidak ada yang namanya kebetulan, segalanya terjadi karena sebab dan akibat, dan dengan ini mereka selalu menyusun sebab terbaik untuk akibat terbaik.

Sahabatku… Coba kita sejenak move in untuk memeriksa tingkatan kesadaran kita. Apakah kita memiliki kesadaran pada lapisan yang pertama, atau lapisan yang setingkat diatasnya?

Jawaban jujur kita akan menguak kenapa pikiran positif kita tidak pernah berhasil. Alasannya mungkin karena kita masih sadar kalau kita hanya menunggu nasib yang berubah, namun tidak pernah membuat nasib kita berubah.

Solusinya untuk rahasia kedua ini adalah, cobalah untuk tidak hanya membangun pikiran positif namun juga aksikanlah pikiran-pikiran positif itu dalam aksi yang nyata. Lakukanlah setiap image kebaikan yang kita visualisasikan. Lakukanlah setiap kata motivasi yang kita dengar. Lakukanlah dan lakukanlah. Ingat saja kalau kita butuh sebab untuk menerima akibat.


RAHASIA KETIGA :  karena SESEORANG YANG berpikirAN positif MENGONTROL INTUISINYA SENDIRI.

Sahabatku… Intuisi adalah arahan fenomenal bagi mereka yang senantiasa mengharapkan kebahagiaan hakiki. Syaratnya intuisi tidak bisa terkontrol oleh yang namanya ego, ketakutan dan bahkan pikiran positif sekalipun.

Intuisi ini sangat netral dan hanya berada di zona netral. Sementara zona netral itu melampaui negatif dan melampaui positif.

Masalah tersembunyi dari berpikir positif adalah kita sangat percaya diri kalau pikiran positif ini adalah sumber kebahagiaan diri yang terbaik. Padahal itu belum tentu demikian. Akhirnya kita mengontrol intuisi yang masuk kepada kita.

Ambil contoh, kita begitu berpikir positif untuk diterima bekerja di salah satu perusahaan ternama, kita menetapkan diri kalau itu adalah yang terbaik dan itu adalah sumber kebahagiaan diri.

Pada masa di mana kita sedang membangun zona berpikir positif itu, kemungkinan kita akan dituntun oleh intuisi yang bahkan senantiasa mengarahkan diri untuk melakukan hal yang kebalikan dari goal kebahagiaan awal kita. Bisa itu kita dituntun untuk membuka usaha atau mungkin mengasah skill lain.

Ini memang hanya contoh, namun sahabatku… Dalam porsi kita membangun pikiran positif kita harus juga tetap belajar membangun kenetralan.

Kenetralan adalah sumber kebahagiaan yang melampaui negatif dan positif. Intuisi tidak akan salah, tapi pikiran positif kita mungkin melakukan kesalahan.

----
Akhir kata sahabatku… Jangan marah apabila pikiran positif ini tidak pernah berhasil. Jangan kecewa kalau kita masih terus harus mengkoreksi pikiran positif ini. Jangan sedih kalau sampai sekarang kita belum melampaui pikiran positif ini.

Namun berbanggalah, tersenyumlah, dan berbahagialah karena kita tidak mensia-siakan kesempatan pelajaran ini. Bukankah itu hal yang paling positif ?


Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

Lebih baru Lebih lama