Pesan Semesta.
melampaui batas menjadi satu

CARA MEMPRAKTEKAN MEDITASI PIKIRAN



Sahabatku… Tahukah kalau meditasi pikiran itu sangat penting?

Banyak yang salah sangka dengan berpikir kalau meditasi pikiran itu adalah untuk membuat aliran pikiran berhenti. Sebenarnya tidak demikian, bagaimanapun juga pikiran itu tidak akan bisa terhenti.

Pikiran adalah aliran informasi yang terkelola oleh otak dalam kesadaran. Pastinya, kita tidak bisa menghentikan aliran informasi itu. Manusia hidup dengan mengelola informasi. Setiap informasi yang terkelola adalah pikiran.

Jadi justru aliran pikiran tidak boleh terhenti. Tetapi kita juga tidak boleh terbawa oleh arus pikiran yang negatif, ataupun yang positif begitu saja tanpa mengendalikannya.

Aliran pikiran yang terkendali oleh kesadaran mampu membawa efek positif yang sangat bagus bagi diri. Dengan pikiran yang lebih terkendali kita mampu menjadi waskita. Kewaskitaan diri tentunya akan menjadi sangat menguntungkan bagi kesadaran.

Dengan berwaskita, kita akan menjadi lebih damai, lebih tenang dan lebih mampu menyikapi segala apapun yang ada di hadapan.

Pertanyaannya; Bagaimana caranya mengendalikan aliran pikiran agar tidak membawa pengaruh buruk kepada kesadaran?

Sahabatku… Caranya adalah dengan mulai mempraktekan meditasi pikiran.

Sebenarnya meditasi pikiran itu tidak terlalu rumit. Tidak juga butuh waktu yang lama dalam praktek. Dalam hitungan menit pun kita bisa melakukannya dan bisa juga menikmati hasilnya. Tanpa butuh pengetahuan yang terlalu rumit tentang pikiran atau otak.

Untuk aplikasinya sendiri ada dua tahap yang bisa kita praktekkan. Dua tahapan ini akan sangat berpengaruh pada jasad dan jiwa kita apabila dipraktekan secara netral. Dengan kata lain, segala beban dan hasrat harus terlebih dahulu di-nolkan sebelum memulainya.

Lalu bagaimana cara mempraktekkan meditasi pikirannya? Baiklah sahabatku… Mari kita langsung kepada dua tahap itu.

#TAHAP PERTAMA : TERIMA DAN BERNAFASLAH.

Coba tutuplah mata Anda, biarkan aliran pikiran apapun itu bergejolak dan berputar-putar sambil Anda mengatur nafas. Jangan fokuskan diri Anda pada aliran pikiran itu. Tapi fokuskan saja diri Anda untuk memperhatikan aliran nafas. Teruslah bernafas sampai nafas Anda perhatikan nafas Anda menjadi teratur.

Disini rahasianya :

Saat jasad kita menarik napas dalam-dalam, detak jantung sedikit meningkat. Saat jasad mengeluarkan napas, detak jantung melambat. Napas dalam yang berulang secara alami akan membuat detak jantung lebih sinkron dengan napas.

Ini membuat otak kita melepaskan endorfin, yang merupakan bahan kimia yang memiliki efek menenangkan alami. Saat jasad seseorang tenang secara alami makan neocortex nya (bagian otak logis) bisa bekerja  dan aktif.

Dalam dunia kedokteran sendiri sudah terbukti kalau pernapasan dalam yang lambat dapat meningkatkan aktivitas saraf vagal yang diindeks oleh variabilitas detak jantung (HRV). HRV dikaitkan dengan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Saat nafas Anda sudah memperhatikan nafas mulai teratur, maka masuklah ke tahap dua. Jangan terburu-buru, kadang kita selalu terburu-buru menyelesaikan masalah tanpa memantaskan diri.

Kepantasan diri adalah kepantasan jasad dan jiwa dalam membentuk keadaan. Jadi jangan menipu prosesnya, meski kita begitu ingin semuanya terselesaikan.

 

#TAHAP KEDUA : JADILAH OBSERVATOR YANG MENGENDALIKAN SETIAP PIKIRAN-PIKIRAN ITU.

Cobalah mengambil satu pikiran yang sangat menggangu dan analisalah! Misalnya, kenapa pikiran itu sangat menggangu? Kenapa pikiran itu muncul? Dan apa tindakan yang akan Anda lakukan setelah Anda menerima aliran pikiran itu?

Sahabatku… Akal manusia adalah bagian paling netral dan cerdas dalam semesta raya ini. Ego kita tidak akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Tetapi akal mampu menjawabnya dengan cerdas.

Untuk mampu menggunakan akal kita harus terlebih dahulu netral. Sementara untuk netral kita harus belajar menerima apapun yang ada dihadapan.

Respon menerima adalah pelajaran awal untuk mengendalikan ego. Ego kita selalu menolak sesuatu yang tidak nyaman, dan akan memaksa kita untuk meraih kembali dan mempertahankan kenyamanan itu.

Karena mempertahankan ego maka respon kita adalah marah, mengumpat atau bersedih. Akhirnya kita gagal menghadapi keadaan, lalu keadaan itu pun berubah menjadi masalah.

Pikiran kita sebenarnya hanyalah aliran informasi yang apa adanya. Sama saja seperti lampu merah, lampu hijau atau lampu kuning. Jadi agar kita tidak gagal menghadapi pikiran, maka kita perlu memilih respon menerima.

Dengan memilih respon menerima, maka kita akan mampu mengendalikan ego. Lalu karena ego sudah terkendali, maka jiwa kita bisa menikmati ketidak-damaian yang sedang berlangsung. Lalu akhirnya kita terlindungi dari stress dan depresi.

Stress yang muncul dan depresi yang berkepanjangan adalah akibat dari diri yang belum mampu menerima pikiran-pikiran yang dihadapinya sendiri. Sehingga diri membuat pikiran yang seyogyanya hanya informasi menjadi masalah besar.

Sekali lagi, ini terjadi karena ego terus menerus memberontak dan belum mau menerima ketidak-damaian yang terjadi. Padahal saat kita memilih menerima sepenuhnya ketidak-damaian, ketidak-damaian akan berubah menjadi kedamaian. Dan inilah yang dibutuhkan oleh jiwa dan jasad kita.

Jadi singkatnya meditasi pikiran dipraktekkan dalam tiga aksi penting. Aksi pertama MENERIMA, kedua BERNAFAS, ketiga BER-AKAL.

Sahabatku… Meditasi pikiran itu bukan untuk membuat pikiran berhenti. Tetapi untuk membuat pikiran menghargai diri. Diri kita jelas lebih cerdas dari segala pikiran itu. Diri kita adalah kecerdasanNYA.

Bukalah mata kita untuk menghargai kecerdasanNYA ini dan jadilah diri seutuhnya. Kami ingin kita semua mempraktekkannya mulai sekarang agar diri menjadi lebih tenang, waskita dan nyaman meskipun masalah atau pikiran negatif menyelimuti.

Memang masalah atau pikiran negatif tidak akan menghilang begitu saja. Tapi paling tidak, kita sudah memberikan respon terbaik di dalamnya.

Akhir kata sahabatku… Semoga pesan ini bermanfaat bagi kita semua. Bantu kami membagikannya kepada semesta yang lain, agar sedikit demi sedikit, perlahan tapi pasti frekuensi ketenangan mampu terpancar dari tiap diri kita.

 

Salam Semesta

Copyright © www.pesansemesta.com

Official Pesan Semesta IG : https://www.instagram.com/pesansemesta.ig/

Official Pesan Semesta Channel : https://www.youtube.com/channel/UCk4qduA-RudmGCpHVSKuw-g

 

#pesansemesta

#meditasi

  • 0
  • Februari 26, 2021
admin16 admin16 Author

APAKAH TAKDIR ITU BENAR-BENAR ADA DALAM SEMESTA INI?

 


Seorang sahabat bertanya “Mau bertanya, apakah takdir itu ada? Jika ada, apa itu takdir? Dan bagaimana itu takdir?” Dengan takdirNYA yang terpilih kami menjawab.

Sahabatku… Sebagai semesta kita ini adalah bentukan energi yang bersifat kekal, tidak bisa dimusnahkan dan hanya bisa berubah bentuk. Jadi tidak benar juga kalau kita berkata takdir itu tidak ada.

Dari keberadaan diri kita dalam bentuk ini saja sudah menandakan kalau ada yang membentuk lautan energi dalam semesta ini menjadi kehidupan yang tidak pernah kita pilih, serta mengatur segala sistemnya.

Sentuhlah dada kita sahabatku… Kita bisa memilih bagaimana nasibnya jantung ini berdegup, tapi kita tidak pernah memilih takdirnya. Jantung ini akan terus berdetak sesuai takdirNYA. Tapi jelas dalam takdirNYA itu kita bisa memilih takdir apapun yang telah ditentukanNYA.

Kita bisa merusak jantung ini agar menjadi sakit atau kita juga bisa memelihara jantung ini agar menjadi sehat. Baik itu jantung yang sakit atau jantung yang sehat, keduanya sama-sama beroperasi sesuai dengan takdirNYA. Namun keduanya akan menjadi takdir yang masing-masing berbeda karena kita memilih membentuk nasib yang berbeda.

Jadi jangan khawatir… Tulisan ini tidak akan mengonyak keimanan seseorang akan takdir. Tulisan ini hanya akan membuat seseorang semakin cerdas sesuai kecerdasan awal dirinya yang terus bergerak berdasarkan takdirNYA. Karena takdir itu ada.

 

LALU APA ITU TAKDIR YANG ADA?

Takdir adalah pengaturan dalam pembentukan. Setiap bentuk yang terbentuk dari energi memiliki yang namanya pengaturan. Jadi, keniscayaan adalah takdir. Pengaturan semesta dan sistem operasi semesta adalah takdir.

Takdir itu adalah awal dari yang awal. Sementara awal tidak muncul dengan kata kebetulan. Pertama dari yang pertama itu adalah sebuah rancangan bukan kebetulan. Mari kita garis bawahi kata ‘rancangan’. Tentunya semesta ini juga merupakan rancangan.

Uniknya, setiap energi yang terbentuk menjadi ‘ada’ dalam alam semesta ini memiliki sistemnya sendiri-sendiri. Setiap material adalah kompleksitas molecular yang terancang teratur. Tidak perlu melaju jauh keluar angkasa, diri kita sendiri adalah kompleksitas sistem molecular itu.  

Contoh sederhananya adalah bagaimana udara yang kita hirup berubah menjadi oksigen lalu berubah menjadi bahan bakar energi dalam tubuh kita. Proses kompleks ini hanyalah salah satu sistem molecular canggih yang nyatanya tidak pernah kita atur sendiri. Kita hanya menggunakannya, lalu dari bagaimana kita menggunakannya, maka lahirlah alur sebab akibat, dan dari sebab akibat ini muncullah hasil.

Hasil dari takdir yang terpilih inilah yang sering kita sebut nasib. Sebagai energi semesta kita di takdirkan memiliki andil untuk membentuk nasib, yaitu memilih seluruh takdir (aturan semesta) yang ada untuk membawa hasil yang sesuai dengan kesadaran. Karenanya jangan sampai kita salah membentuk nasib karena kesadaran kita tidak paham bagaimana itu takdir.  

JADI BAGAIMANA ITU TAKDIR?

Sahabatku…

Setiap manusia memiliki pilihan dalam memilih takdir-takdir yang telah ditentukanNYA. Tidak salah saat seseorang berpikir kalau apapun yang terjadi dalam hidupnya adalah 100% takdir. Hanya saja HARUS dipahami kalau Dzat Maha Memberikan pilihan-pilihan, tetapi tidak memilihkan. Segalanya sudah bergulir sesuai hukum sebab akibat.

Disinilah letak kesalahan-kesalahan manusia memahami takdir suka terjadi. Kadang sesuatu itu terkesan seperti dipilihkan olehNYA. Tetapi kalau kita mau mencerna lebih dalam lagi untuk menelusuri sebab akibat yang berlangsung, maka akan tersadari kalau yang kita anggap dipilihkan itu sendiri terajadi akibat sebab-akibat yang kita pilih sendiri.

Contoh sederhananya begini, seorang pemabuk meninggal karena kecelakaan mobil. Apakah kondisi hidup dan akhir hidup seseorang ini adalah takdir? Jawabannya adalah iya, tapi bukan takdir yang tertulis. Tetapi takdir yang dia pilih sendiri. Seseorang ini memiliki pilihan untuk menjadi mabuk atau tidak mabuk.

Setiap pilihan akan melaju pada hasil. Manusia sudah dilengkapi dengan akal yang bisa berakal kalau digunakan. Kita memiliki jasad yang bisa beraksi kalau digunakan. Kita memiliki hati nurani dan naluri semesta kalau digunakan. Masalahnya, seluruh kelengkapan ini mau kita gunakan atau tidak mau kita gunakan bukan takdir, melainkan adalah nasib.

Jadi pahamilah, kalau setiap apapun yang kita pilih sudah menjadi takdir, tetapi tidak dengan pilihan kita. Artinya, sebagai manusia kita sudah memiliki kesadaran yang bertanggung jawab dengan apapun yang kita pilih. Karena setiap apapun yang kita pilih bukanlah ketentuan mutlak, namun takdir yang terpilih. Tentunya sebagai pilihan kita bisa memilihnya, bisa juga tidak memilihnya.

Setiap manusia memilih nasibnya sendiri dalam takdirNYA. Nasib adalah takdir pengaturan semesta. Dimana seorang dipersilahkan untuk memilih sebab dan membentuk akibat.

Hukum sebab akibat ini tidak pernah menyalahi keniscayaan yang ditakdirkanNYA. Jadi, sudahkah kita membentuk yang terbaik sesuai fungsi dan tujuan kehadiran kita dalam semesta ini?

Sudah berpuluh-puluh generasi menanyakan takdir dan berharap takdir menuliskan yang terbaik baginya. Padahal dia sendiri sudah menjadi pemilih takdir didalam takdirNYA. Lalu apa yang akan kita perdebatkan lagi setelah ini?

Tidak sahabatku… Kita tidak akan berdebat! Kita hanya akan membentuk kebaikan bagi diri dan bagi semesta. Kalau hasilnya tidak sempurna, itu tidak akan menjadi masalah besar. Kita ini hanyalah kesempurnaanNYA. Sebegitu apa adanya diriNYA membersamai diri yang sedang menyibak kesempurnaanNYA dalam setiap kebaikanNYA yang kita pilih.

Sahabatku… Kita adalah pemilih takdir semesta, maka itu siapkanlah kesadaran berakal yang mampu memilih nasib yang terbaik.

Semoga sampai disini bisa terpahami. Pelan-pelan saja memahaminya. Hilangkan ego untuk mampu memahami kalau Dzat Maha memang sudah menyempurnakan dan memberikan segalanya untuk manusia. Tidak ada ketidaksempurnaan. Segala ketidaksempurnaan kita hanyalah kesempurnaanNYA yang belumlah dipilih.

Kenapa belum dipilih? Banyak sebab akibat tentunya… Lagi-lagi semesta kadang bisa saja membentuk nasib yang salah. Hidup ini adalah porsi pelajaran yang berjenjang. Apakah Dzat Maha akan menghukum apabila kesalahan dalam pelajaran ini terlanjur kita lakukan?

Pikirkanlah… Bagaimana bisa Dzat Maha Yang Sudah menjadikan setiap inci pembentukan ini anugerah dari Sumber penciptaan sebagai hukuman? Hati-hati sahabatku… Jangan-jangan dogma dan doktrin yang kita terima telah menilai diriNYA salah. Ikutilah akal yang telah ditakdirkanNYA kepada kita.

Akhir kata sahabatku… Teruslah membentuk nasib terbaik bersamaNYA dalam takdirNYA…

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

  •  
  •  
  • 0
  • Februari 11, 2021
admin16 admin16 Author

SUPERCONSCIOUS & BAGAIMANA CARA HIDUP DI DALAMNYA



Seorang sahabat bertanya “Kesadaran seperti apakah yang mempengaruhi Bumi?” Melalui izinNYA kami menjawab.

Sahabatku… Kesadaran adalah diri kita. Apapun yang Anda ingat sebagai hidup Anda adalah kesadaran. Kita menerima kesadaran ini dari hasil keterhubungan jasad, jiwa dan ruh. Ketiga komponen yang membentuk diri kita ini akhirnya menghasilkan diri, yaitu kesadaran.

lalu Apa itu keadaan super sadar atau superconscious?

Keadaan super sadar merupakan keadaan yang sudah mampu memisahkan diri dari pikiran. Manusia yang mampu menjadi penyeimbang dari pikirannya, melawati pikirannya hanya untuk hasil yang memakmurkan dirinya, tidak terombang-ambing dengan pikiran dan paham betul kalau pikiran hanyalah aliran informasi yang terproses oleh otaknya dan bukan sebagai dirinya.

Setiap keadaan super sadar akan menghasilkan diri yang lebih netral, tenang, tidak reaktif dan mampu fokus dengan setiap goal yang harus dituju. Akhirnya dirinya mampu membuat percepatan kepada kedamaian, ketenangan, dan kepada setiap tujuan dan tugasnya memakmurkan diatas muka bumi ini.

Hasil terujung dari keadaan super sadar adalah rasa bersyukur yang mendalam kepada Sang Pembuat. Berterimakasih kepadaNYA untuk setiap apapun yang diberpikirkan dan untuk setiap apapun kondisi yang terlalui. Ini terjadi karena setiap aliran informasi apapun yang diterimanya sudah terolah secara netral tanpa beban.

Bagaimana menurut Anda sahabatku… Apakah Anda ragu keadaan super sadar diatas tidak akan membuat kebahagiaan tanpa syarat – Bukankah dari membacanya saja sudah membuat kita nyaman bukan?

Siapa yang tidak nyaman saat dia sudah bisa mengendalikan dirinya sendiri dan begitulah memang kita seharusnya sahabatku…

Sayangnya selama ini selalu dikatakan kalau manusia adalah makhluk yang tidak bisa terlepas dari pikirannya. Jawabannya adalah betul memang begitu adanya. Setiap part organ tubuh kita ini mempunyai efek sensoris untuk menangkap setiap pergerakan molecular yang terjadi di luar tubuh.

Mata kita memantulkan cahaya untuk menerima gambar. Telinga kita menerima gelombang untuk mendengar. Mengidentifikasi bau adalah cara otak kita memberi tahu Anda kita tentang lingkungan. Di atas atap rongga hidung terdapat epitel olfaktorius. Jaringan ini mengandung reseptor khusus yang sensitif terhadap molekul bau yang bergerak di udara.

Begitu juga kalau kita mau memperhitungkan efek sensoris dari kulit kita sendiri, maka akan menjadi sungguh menakjubkan betapa banyak informasi yang kita terima tentang dunia melaluinya. Indera peraba kulit inilah yang memberi otak kita banyak informasi tentang lingkungan alam, termasuk suhu, kelembapan, dan tekanan udara. Termasuk didalamnya kondisi Bumi tempat kita berdiri. Begitu juga kondisi indra peraba ini memungkinkan kita merasakan sakit fisik — kebutuhan untuk menghindari cedera, penyakit, dan bahaya.

Belum lagi kita berbicara tentang otak sebagai pemimpin utama dari seluruh reseptor. Dalam otak seluruh informasi yang kita terima dari pergerakan molekular terkumpul dan terproses. Dari hasil proses ini kita mampu memiliki yang namanya pikiran.

Jadi kalau mau disingkat; Apa itu pikiran? Maka jawabannya adalah aliran informasi yang tersajikan oleh otak sebagai sebab-akibat dari informasi molecular yang terproses dalam kesadaran.

Jadi, pikiran itu bukan diri Anda. Diri Anda adalah kesadaran yang memaknai setiap aliran pikiran. Mohon pahami hal ini dan semua akan baik-baik saja dalam hidup ini sahabatku…

Mereka berkata kalau pikiran akan menentukan takdir kita. Sebenarnya itu tidak terlalu benar. bukan pikiran yang menentukan nasib kita, tetapi kesadaran lah yang menentukannya.

Dalam kesadaran kita akan membuat keputusan besar, yaitu mau diapakan seluruh informasi ini?

Apakah kita akan membiarkan diri tenggelam didalamnya? Apakah kita akan memanfaatkannya untuk menarik hasil? Apakah kita akan membiarkannya berlalu begitu saja? Semua pilihan kesadaran akan menarik sebab – akibat tertentu.

Dalam dunia mikorokosmos sebab adalah frekuensi dan akibat adalah frekuensi. Frekuensi yang senantiasa menarik frekuensi. Dari sinilah awal proses kita membentuk energi baru.

Apapun yang kita lakukan pada dunia makrokosmos selalu akan mempengaruhi dunia mikrokosmos. Bagaimana kesadaran (diri) memproses aliran informasi (pikiran) akan menghasilkan elektromagnetik.

Jadi apapun pilihan kesadaran diri tentang pikiran yang sedang berproses didalamnya akan berhubungan dengan segalanya.

Pada dunia mikorkosmos semuanya adalah ketersalingan dalam keterhubungan abadi (Unified Field).

Lalu bagaimana cara hidup dalam keadaan super sadar atau superconscious?

Ada tiga cara yang bisa kita aplikasikan agar terus berada pada keadaan super

1.       Awasi setiap pergerakan pikiran secara terbuka

2.       Pelajari setiap sebab-akibat sebelum memproses pikiran

3.       Proses pikiran secara netral

Dengan mencoba perlahan-laha untuk mengawasi pergerakan aliran informasi yang diterima oleh jasad. Kita akan perlahan-lahan mampu memahami tujuan dari pikiran yang sesungguhnya.

Setelah memahami tujuannya, maka kita akan mampu memperhitungkan sebab-akibat dari cara kita memproses pikiran.

Ambil contoh, misalnya saat kita menerima informasi yang buruk tentang diri sendiri. Pada saat kita menerima informasi itu maka otak akan mengeluarkan seluruh informasi untuk mempersiapkan diri untuk bereaksi pada situasi yang sedang dihadapi.

Pada saat seluruh informasi itu tersaji, kita bisa mempersilahkan pikiran bawah sadar (program lama) untuk memilih yang biasa kita pilih. Dengan itu kalau misal kita terbiasa menyikapi informasi itu dengan marah/menangis/curhat/meratap, maka salah satu dari yang biasa kita pilih akan muncul otomatis.

Lain halnya kalau kita masuk dalam mode super sadar. Pada mode ini kita mampu mengawasi informasi (pikiran) itu, dan kita akan mulai mempelajarinya secara detail sehingga mampu memilih yang terbaik buat diri. Jadi kalau misal dahulu biasanya kita memilih reaksi marah, maka sekarang kita bisa memilih tenang.

Bagaimana kita bisa memilih tenang adalah karena diri sudah mulai menyadari kalau marah adalah elektromagnetik negatif bagi diri, antar makhluk dan bumi.  Dari kesadaran yang tersadari ini diri belajar menerima orang lain yang buruk sebagai sudut pandang diri mereka masing-masing dan mengharagai setiap apapun pandangan manusia terhadap dirinya. Disinilah maksudnya mem-proses pikiran secara netral.

Akhirnya frekuensi yang kita tarik bukan frekuensi marah, melainkan frekuensi ketenangan dan penghargaan. Lihatlah, bukankah hanya dengan ini saja kita sudah turut menjaga elektromagnetik diri agar tidak membawa pengaruh buruk terhadap Bumi?

Korelasi sederhana.  Sebegitu sederhananya memang kesadaran semesta saling terhubung dan mempengaruhi. Sayang kesederhanaan korelasi kesadaran ini kurang terpahami oleh kita. Semoga perlahan-lana korelasi ini bisa terpahami dengan baik oleh kita semua.

Bagaimanapun juga kita dibentuk untuk menjadi pemimpin bagi diri. Setiap pemimpin akan bertanggung jawab terhadap pilihannya. Mari kita menjadi sadar untuk memilih yang terbaik dalam kesadaran yang terus diasah dan dilatih untuk menjadi baik bagi diri, makhluk dan Bumi.

Mungkin saat ini sebagian kita ada yang meragu pada dirinya sendiri. Sebagian kita berpikir kalau ini keadaan super sadar ini terlalu berat untuk diaplikasikan.

Sahabatku… Netralkan diri kita dari menilai kesanggupan dirinya sendiri. Cobalah dan lakukanlah. Segala kesulitan hanyalah awal dari kemudahan. Kesadaran adalah ketidakterbatasan semesta. Tidak ada batas kesadaran. Kita tidak terbatas. Jadi jangan biarkan pikiran-pikiran itu membatasi kesadaran kita.

 

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

  • 0
  • Februari 06, 2021
admin16 admin16 Author

OFFICIAL CHANNEL



SUBSCRIBE ARTICLE

FREE E-BOOK

3# FREE DOWNLOAD E-BOOK - MENJADI AIR

DATABASE

COPYRIGHT

Seluruh artikel didalam website ini ditulis orisinil oleh tim penulis Pesan Semesta. Artikel yang kami share melalui website ini bukan hasil jiplakan, kutipan atau terjemahan.

Bagi pembaca yang ingin menghubungi penulis silahkan mengrim pesan melalui email : pesansemesta@yahoo.com


SALAM SEMESTA