Pesan Semesta.
melampaui batas menjadi satu

SOMBONG VS RENDAH HATI



Semua orang takut menjadi sombong, tapi tidak menyadari kalau dirinya sudah menjadi sombong. Kenapa? 

Sahabatku… saat kesombongan ditakuti karena ketidaknetralan. Kesombongan justru akan melekat seperti lem yang kering. 

Jangan menakuti kesombongan karena kita begitu ingin tampil atau dinilai rendah hati. Karena itu justru sama sekali tidak netral. 

Tolaklah kesombongan, dengan cara menolak juga rendah hati. Hiduplah tanpa tampilan dan penilaian. 

Seperti angin. Bergerakalah dengan tujuan, tapi jangan menetap untuk sebuah pengakuan. 

Disaat sudah menjadi angin, maka kesombongan pun berlalu. Kerendahan hati pun menjadi nyata karena tiadanya pengakuan.

Salam Semesta 


  • 0
  • Mei 25, 2022
admin16 admin16 Author

THE POWER OF SELF TALK – 3 STRATEGI SELF TALK YANG KUAT

 


Kekuatan yang Anda butuhkan untuk membawa satu telur ke atas puncak gunung, berbeda dengan kekuatan yang Anda butuhkan untuk membawa satu panggul batu ke puncak yang sama.

Kekuatan itu sangat relatif. Kekuatan harus disesuaikan dengan tempat dan tujuannya masing-masing. Salah menempatkan kekuatan justru akan berakibat fatal. Dan itulah yang sering kita lakukan dengan kekuatan self talk yang kita miliki.

Kita sering salah menempatkan kekuatan ini, sehingga berakibat buruk. Bagaimana kalimat yang terucapkan atau terlintas dibenak kita memiliki kekuatan yang luar biasa dan terbukti berpengaruh besar terhadap kesejahteraan fisik dan jiwa kita sendiri.

Berbicara kepada diri sendiri dapat menjadi cara yang ampuh untuk membuat diri lebih baik. Tetapi, kita perlu belajar bagaimana menggunakan kekuatan Self Talk dengan benar.

Berikut ini adalah 3 strategi self talk yang kuat, yang dapat kita gunakan untuk memanfaatkan kekuatan Self Talk. Semoga bermafaat:

 

STRATERGI pertama : SE-POSITIF MUNGKIN

 

Coba ucapkan dan isi kelanjutkan titik-titik dibawah ini 

“SAYA ……………………………………………………………………………………..”

Perhatikan jawaban spontan kita dalam mengisi titik-titik ini. Apabila isinya negatif, maka rubahlah menjadi sepositif mungkin.

Misalkan “SAYA SANGAT TIDAK BERDAYA” Nah, ini adalah negatif. Mari kita rubah menjadi “SAYA BERAKSI DAN TERUS AKAN BERAKSI SESUAI PORSI SAYA SENDIRI”

Misalkan “SAYA SELALU KEKURANGAN UANG” Mari kita rubah menjadi “SAYA AKAN SELALU MEMBUAT DIRI SAYA KECUKUPAN UANG”

Apakah ini berarti kita sedang membohongi diri sendiri? Jawabannya adalah TIDAK. Kita justru sedang mengajarkan diri untuk berdamai dan melihat sisi baik dari segala kondisi.

Penerimaan adalah kekuatan yang besar. Selalu terima apapun yang ada dihadapan. Ajak bicara diri dengan kesadaran yang terbaik, kalimat paling terhormat, sehingga diri juga bisa melakukan tindakan balasan yang sesuai.

 

STRATEGI kedua : fokuslah hanya kepada diri sendiri

Masih suka membicarakan orang lain kepada diri sendiri? Kalau iya, cobalah perlahan-lahan mengurangi frekuensinya. Sampai kita benar-benar fokus dengan diri sendiri.

Jangan salah sangka! Kami tidak sedang mengajarkan kita semua untuk menjadi makhluk super egois.

Kami hanya mengajak kita untuk jangan membiarkan otak kita salah fokus dengan membicarakan pihak lain yang bukan dirinya sendiri pada area pribadinya.

Apalagi itu kalau hal-hal yang negatif. Tentunya kita tidak mau membentuk diri seburuk orang yang kita bicarakan bukan?

Misalkan penilaian kita tentang orang yang senantiasa kita nilai-nilai aau Masalah-masalah yang hanya bisa kita kritik tanpa kita perbaiki.

Sahabatku… Mulai sekarang, apabila kita mulai menilai-nilai pihak lain maka berhenti sejenak dan masuklah kedalam diri dan ucapkan “SAYA MENGHARGAI PRIBADI ITU DAN SAYA AKAN FOKUS MENJADI PRIBADI YANG TERBAIK”

Apabila kita melihat masalah maka beraksilah. Tidak perlu mengumpat, mengkritik, menyalahkan. Cukup beraksilah dan ucapkan “SAYA MEMILIH UNTUK MEMPERBAIKI MASALAH INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA”. Apabila kita tidak memilih untuk memperbaiki, maka tinggalkanlah.

Buatlah layar kenyataan yang bersih dan netral.

Netral itu hanya berpihak kepada keniscayaan semesta yang sebenarnya, dan tidaklah itu kecuali kekuatan yang besar. Awali saja dulu dari diri sendiri.

 

STRATEGI ketiga : jadikan diri sahabat yang baik

 

Jadikan diri ini sebagai sahabat terbaik untuk dirinya sendiri. Hiduplah bersama diri Anda secara damai.

Paling tidak cobalah dahulu berbicara kepada diri sendiri seakan diri kita berbicara kepada seorang sahabat. Penuh dengan kasih sayang, penuh dengan penghargaan, penuh dengan terimakasih dan penghormatan.

Tentunya kita tidak akan mengumpat, mengutuk, dan berbicara dengan kata-kata kasar dan menyinggung sahabat kita sendiri bukan?

Kita tidak akan berkata “SAYA SANGAT BODOH” atau “SAYA TIDAK BERGUNA”

Sahabatku… Cobalah untuk terus berkomunikasi kepada diri dengan bahasa dan kalimat yang baik. Hindari keluhan, ratapan dan bahasa yang menyudutkan diri. Dan jangan lupa juga, ucapkanlah terimakasih untuk seluruh kinerja tubuh kita.

Sama seperti kita, tubuh juga menghargai penghargaan. Beberapa orang berpikir ini gila, tetapi ketika kita mengatakan "Terima kasih" kepada tubuh, maka tubuh akan cenderung melakukan lebih banyak hal yang menyenangkan kita.

Otomatis pikiran kita pun akan menjadi lebih tenang. Seutas senyum kepada diri pun akan tersungging begitu saja.

Bukankah ini adalah kekuatan? Menjadi damai dengan diri sendiri tanpa mengemis-ngemis kedamaian dari luar diri adalah kekuatan halus yang mungkin manusia paling kuat pun tidak bisa memilikinya dengan mudah.

Jadi mengertilah, kalau pujian dan terimakasih yang tulus langsung menghasilkan efek yang lebih baik sama seperti seorang sahabat yang mengucapkannya dengan tulus.

Tulus itu hanya tulus, begitu saja, tanpa kebohongan, tanpa harapan timbal balik, hanya begitu saja.  Meski sulit, belajarlah untuk berbicara dengan tulus kepada diri sendiri.


Sahabatku… di atas hanyalah 3 strategi neuro linguistik yang kuat yang dapat kita gunakan untuk memanfaatkan kekuatan Self Talk dan koneksi pikiran-tubuh yang terhubung dinamis dan harmonis.

Detik ini kalau kita tidak memiliki ucapan yang baik, maka lebih baik kita diam. Hanya saja diam di dalam diri adalah tantangan yang paling susah, ketimbang berbicara dengan baik kepada diri sendiri.

Jadi mari kita lewati tantangan pertamanya dulu. Mari kita belajar untuk memperbaiki komunikasi internal ini, ketimbang harus terus menerus merusak diri dan alam ini.

Karena siapa bilang komunikasi internal Anda tidak tervibrasi keluar diri? Jangan salah sangka, sebenarnya tidak ada rahasia antara Anda dan Bumi. Alam lebih dekat dengan pembicaraan internal Anda ketimbang siapapun. Percayalah! Nanti kita akan membahasnya.

 

Video Self Talk  https://www.youtube.com/watch?v=esPI7KoBIao&t=123s

 

Salam Semesta

 

Copyright 2022 © www.pesansemesta.com

Follow : https://www.instagram.com/pesansemesta.ig

Subscribe : https://www.youtube.com/c/pesansemesta

 

  • 0
  • Mei 18, 2022
admin16 admin16 Author

CARA MENGUATKAN INTUISI


 

Sahabatku… Intuisi adalah arahan fenomenal bagi mereka yang senantiasa mengharapkan arahan hidup yang hakiki. Syaratnya, intuisi tidak bisa terkontrol oleh yang namanya ego, ketakutan dan bahkan pikiran positif sekalipun.

Intuisi ini sangat netral dan hanya berada di zona netral. Sementara zona netral itu melampaui negatif dan melampaui positif.

Masalah tersembunyi dari berpikir positif adalah kita sangat percaya diri kalau pikiran positif ini adalah sumber kebahagiaan diri yang terbaik. Padahal itu belum tentu demikian. Akhirnya kita mengontrol intuisi yang masuk kepada kita.

Ambil contoh, kita begitu berpikir positif untuk diterima bekerja di salah satu perusahaan ternama, kita menetapkan diri kalau itu adalah yang terbaik dan itu adalah sumber kebahagiaan diri.

Pada masa di mana kita sedang membangun zona berpikir positif itu, kemungkinan kita akan dituntun oleh intuisi yang bahkan senantiasa mengarahkan diri untuk melakukan hal yang kebalikan dari goal kebahagiaan awal kita. Bisa itu kita dituntun untuk membuka usaha atau mungkin mengasah skill lain.

Ini memang hanya contoh, namun sahabatku… Dalam porsi kita membangun pikiran positif kita harus juga tetap belajar membangun kenetralan.

Kenetralan adalah sumber kebahagiaan yang melampaui negatif dan positif. Intuisi tidak akan salah, tapi pikiran positif kita mungkin melakukan kesalahan.

Jadi, kalau Anda mau intuisi Anda menguat, maka janganlah mendikte semesta. Bukankah kita adalah pendikte ulung? Bahkan Tuhan pun berani kita dikte bukan? Baiklah tidak perlu diakui, tapi paling tidak jangan mendikte kalau ingin mendengar intuisi berbicara.

Kenapa? Karena intuisi tidak akan hadir dalam ego yang masih mendikte. Semesta itu sangat sopan dan sangat menghargai pilihan manusia. Jangan jauh-jauh, saat kita memilih untuk tidur, otak kita patuh dan menutup sementara seluruh system pendengaran agar kita tidak mendengar apa yang sebenarnya masih kita dengar.

Begitu juga dengan kerasnya diktean ego kita. Intuisi akan mundur seribu langkah agar ego kita bisa terus terdengar. Masalah tersembunyi dari ego yang lebih terdengar adalah, ego kita sangat percaya diri kalau pilihannya adalah sumber kebahagiaan dirinya yang terbaik. Padahal belum tentu demikian.

Ambil contoh, kita begitu mendikte untuk diterima bekerja di salah satu perusahaan ternama, kita menetapkan diri kalau diterima bekerja disini adalah yang terbaik dan itu adalah sumber kebahagiaan diri.

Akhirnya ego terus mengontrol intuisi yang masuk kepada kita. Karena bisa jadi, pada masa di mana kita sedang mendikte semesta ini kemungkinan kita akan dituntun oleh intuisi yang bahkan senantiasa mengarahkan diri untuk melakukan hal yang kebalikan dari goal kebahagiaan awal kita.

Bisa itu kita dituntun untuk membuka usaha, atau mungkin mengasah skill lain. Namun karena kita terlalu mendikte semesta dengan ego ingin kita. Maka arahan intuisi itu tidak terdengar dengan jelas.

Padahal, intuisi itu justru mengarahkan kita pada jati diri yang sebenarnya. Intuisi tahu persis nilai kebahagiaan diri kita yang terbaik sesuai dengan fungsi dan tujuan kita yang sebenarnya.

Sahabatku… Kita tidak pernah ditinggalkan sendirian dalam pilihan-pilihan yang harus kita pilih dalam hidup ini. Redupkan sebentar saja suara ego yang meraung, maka intuisi akan mengarahkan dengan manis.

Kadang kita membenci sesuatu padahal itu baik bagi kita. Kadang juga kita terlalu meng-inginkan sesuatu padahal itu tidaklah baik bagi kita.

Begitulah adanya, baik dan buruk tidak bisa diukur oleh ego yang bahkan ego itu tidak bisa kita kendalikan kenetralannya. Kenetralan itu sendiri bukan berarti kita tidak bisa memilih. Tetapi kita justru menjadi pemilih yang sebenar-benarnya dalam pilihan-pilihan yang ada.

Ingatlah selalu kalau hidup adalah kumpulan pilihan. Ada bagian yang dipilihkan. Ada juga bagian yang kita diberi kesempatan untuk memilihnya.  Jasad, jiwa dan ruh yang menghasilkan kesadaran bagi manusia berfungsi untuk membentuk manusia menjadi pemilih yang unggul.

Jadi, bayangkan kalau kita selalu diarahkan untuk memilih yang terbaik sesuai dengan tugas dan fungsi kita sebagai khalifah diatas Bumi ini – Bukankah menguntungkan? Ini lah keuntungan memiliki intuisi.

Kabar baiknya, setiap manusia memiliki keuntungan ini – karena setiap manusia memiliki sesuatu yang bernama intuisi. Hanya saja sejauh apa intuisi ini mampu bekerja untuknya, semuanya tergantung pilihan manusia itu masing-masing.

Seberapa mampu kita mengendalikan ego agar senantiasa hidup dalam zona netral akan sangat menentukan seberapa kuat intuisi terbaca oleh kesadaran.

Perlu digaris bawahi, kalau menjadi sangat intuitif itu bukan berarti kita menjadi peramal masa depan. Menjadi sangat intuitif itu artinya kita mampu membaca sebab akibat yang sedang dan akan berlangsung, sehingga kita mampu memilih yang terbaik. Akhirnya kesadaran senantiasa bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat.

Selamat menguatkan intuisi sahabatku…


Salam Semesta

Copyright 2022 © www.pesansemesta.com

Follow : https://www.instagram.com/pesansemesta.ig

Subscribe : https://www.youtube.com/c/pesansemesta

 

  • 0
  • Mei 09, 2022
admin16 admin16 Author

OFFICIAL CHANNEL



FREE E-BOOK

3# FREE DOWNLOAD E-BOOK - MENJADI AIR

DATABASE

COPYRIGHT

Seluruh artikel didalam website ini ditulis orisinil oleh tim penulis Pesan Semesta. Artikel yang kami share melalui website ini bukan hasil jiplakan, kutipan atau terjemahan.

Bagi pembaca yang ingin menghubungi penulis silahkan mengrim pesan melalui email : pesansemesta@yahoo.com


SALAM SEMESTA