Pesan Semesta.
melampaui batas menjadi satu

5 CARA MEMBANGUN KESADARAN DIRI










“Tahu belum tentu sadar. Bagaimana cara membangun kesadaran tersebut?” Melalui anugerahNYA izinkan kami menjawab.

Saat berjalan menyelusuri jembatan diatas sungai, terpampang sepanduk sepanjang tiga meter dengan tulisan besar “MEMBUANG SAMPAH DI SUNGAI MENYEBABKAN BANJIR”. Tapi diwaktu yang bersamaan kita menengok, ternyata masih banyak yang membuang sampah di sungai. Padahal dengan tulisan itu, mau tidak mau, setiap yang membaca otomatis menjadi tahu, meski memang tidak otomatis menjadi sadar.

Sahabatku… Kesadaran merupakan pilihan. Jadi, tantangan berat sebelum kesadaran adalah keinginan untuk sadar. Ada banyak faktor yang mendukung manusia agar terus memilih sadar sebagai bagian keinginan diri. Inilah yang akan kita bahas hari ini. Hari ini kita akan membahas cara membangun kesadaran diri. Namun sebelum membahasnya, kami ingin bertanya secara pribadi kepada Anda “Apakah Anda sadar?”

Orang sadar adalah seseorang yang waspada akan pikiran, perasaan, dan tindakannya. Dia tahu, apa yang dia lakukan dan mengapa dia melakukannya. Mereka adalah orang yang mengenal dan memperhatikan diri sendiri lebih dari apapun. Karena inilah orang sadar mampu mengendalikan diri mereka sendiri. Mereka selalu waspada dengan segalanya, dan terus berusaha meningkatkan kesadaran dirinya.

Segalanya berawal dari yang di dalam menuju keluar. Apa yang kita bawa keluar tergantung dengan apa yang didalam. Silahkan jawab pertanyaan diatas, dan biarkan diri kita dengan sadar mendengar jawabannya sendiri. Mari kita lanjutkan pembahasan, ini akan menjadi tulisan yang panjang. Semoga Anda sabar menjemput kesadaran Anda. Lalu bagaimana cara membangun kesadaran diri :

1# Selalu Belajar dari Pengetahuan

Sahabatku… Pengetahuan tidak melulu berasal dari buku yang kita beli, atau sekolah yang kita bayar. Pengetahuan bisa berasal dari mana saja. Seekor burung yang hinggap pun adalah pengetahuan. Sekuntum bunga yang layu pun adalah pengetahuan. Kesalahan dan nikmat yang kita rasakan juga pengetahuan. Hidup ini adalah pembelajaran bagi yang mau belajar.

Pengetahuan adalah hal penting yang menjadi dasar munculnya kesadaran. Meski tidak melulu seperti itu. Contoh ringannya, setiap perokok pastinya mengetahui kalau rokok itu berbahaya bagi jasad. Namun, foto-foto mengerikan yang dengan sengaja dijadikan pembungkus rokok, sama sekali tidak berpengaruh. Artinya pengetahuan tentang bahaya rokok, belum mampu membuahkan kesadaran bagi sebagian mereka yang tidak mau mengelola pengetahuan itu. Tapi, banyak juga mereka yang menjadi ingin berhenti merokok, karena pengetahuan tentang rokok membuahkan kesadaran bagi mereka.

Pengetahuan membawa input yang diterima oleh indra dan anggota tubuh lainnya, lalu dikelola didalam diri. Cara tiap diri mengelolanya pun masing-masing unik. Tapi dibalik itu tetap, pengetahuan sangat penting untuk perkembangan kecerdasan, peningkatan kualitas hidup, dan evolusi peradaban manusia. Bahkan, jika dikelola dengan benar, pengetahuan juga bisa berguna untuk memicu kebangkitan kesadaran.

Berkat pengetahuan kita akhirnya kita tahu kalau tomat, terung dan cabai adalah jenis tanaman buah-buahan. Tapi berkat kesadaran kita pula, kita tidak memasukkan terung, tomat dan cabai kedalam semangkuk sop buah.

Hal yang wajib digaris bawahi, bahwa pengetahuan yang tidak terkelola sama sekali tidak akan membuahkan kesadaran. Mengelola pengetahuan, artinya mengaplikasikan pengetahuan itu demi kepentingan bersama kehidupan. Sayangnya dari kecil kita mengelola pengetahuan hanya untuk sekedar angka yang tertulis diatas kertas, sementara angka dikertas itu hanya diperuntukan bagi kepentingan perorangan saja. Pengetahuan hanya menjadi bahan penilaian untuk mencapai tujuan pribadi, bahkan sebelum mampu dikelola menjadi kesadaran pribadi. Akhirnya manusia memiliki pengetahuan yang banyak, tapi masing-masing pengetahuan yang terbatas itu, tidak menjadi kesadaran apa-apa bagi kepentingan bersama kehidupan.

Baiklah jadi bisa disimpulkan, kesadaran muncul dari hasil pengelolaan pengetahuan. Apabila pengetahuan tidak terkelola, maka tidak akan menjadi kesadaran, hanya pengetahuan. Seperti memasukkan aneka buah kedalam mesin juicer, pengetahuan itu harus dilumat habis melalui akal sebelum menjadi kesadaran. Lalu bagaimana caranya. Bagaimana cara agar akal melumat pengetahuan menjadi kesadaran?

Sahabatku… Cobalah untuk menerapkan  2W + 1H setiap kali kita menerima pengetahuan baru :

*W1 adalah WHAT = Apa isi pengetahuan ini? *

Jadilah penasaran terlebih dahulu dengan apa isi pengetahuannya. Jangan buru-buru mengklaim pengetahuan yang masuk. Resapi dahulu apa pengetahuan itu. Berpikirkan dan cari titik kebaikan kesadarannya melalui akal dan hati untuk pengembangan kesadaran diri. 

Pengetahuan itu aliran frekuensi. Seseorang akan menerima frekuensi yang sesuai dengan frekuensi yang dia lepas. Apabila pengetahuan itu tidak se-frekuensi, maka hargailah pengetahuan itu. Bisa jadi pengetahuan itu berada jauh diatas frekuensi kita berada. Ingat, semuanya adalah energi. Pikiran, kata-kata, gambar, perasaan dan tindakan Anda semua menarik seperti energi.

Kebenaran pengetahuan adalah sesuatu yang relatif, kebenaran yang hakiki berada didalam akal yang menerimanya. Sayangnya kita lebih sering meng-ingkari akal kita sendiri. Akhirnya akal kita hanya ditutupi oleh kumpulan dogma doktrin yang sebenarnya malah sama sekali tidak bisa diterima akal. Akal kita ditutupi oleh seribu penilaian orang lain, yang membuat kita takut lalu meng-ingkari akal kita sendiri. Susah menumbuhkan kesadaran, dari sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal. Karena kesadaran bukan berbahan dasar ketakutan.

Tanda kalau kita telah menerima kebenaran pengetahuan yang hakiki, adalah kita mampu berada dititik netral. Kenetralan adalah frekuensi SANG PENCIPTA,SANG PEMBUAT. Jadi saat kita menerima ilmu hakiki dari SANG MAHA, kita tidak akan mencap orang lain sesat, dan kita juga tidak akan takut tersesatkan oleh orang lain. Karena pengetahuan kita sudah menjadi proses kesadaran diri, bukan dogma doktrin yang diulang-ulang untuk menakut-nakuti dan menutupi akal. Mohon dimengerti dahulu dengan akal yang netral, sebelum paragraph ini menyinggung siapapun.

Sahabatku… Semesta ini sudah dipenuhiNYA oleh pengetahuan-pengetahuan. Kenapa dipenuhi oleh pengetahuan-pengetahuan adalah karena kita memang membutuhkan pengetahuan untuk menjadi sadar. Tapi sebelum menjadi kesadaran, pengetahuan itu harus diolah dulu dengan menggunakan akal. Kelolalah akal dalam kenetralan, dan kita hanya akan berada didalam kesadaran.


*W2 adalah WHY = Kenapa pengetahuan ini dibutuhkan buat saya?*

Jadilah terbuka dahulu dengan diri sendiri. Blok utama kenapa akal jarang digunakan, adalah karena manusia itu tidak mau mengintrospeksi dirinya sendiri. Padahal introspeksi diri itu merupakan sarana untuk mengakui kekurangan diri yang perlu diperbaiki, dan ini adalah awal gerbang kesadaran.

Memang sulit untuk memikirkan diri kita dan apa yang harus diperbaikinya. Tapi kita tidak bisa terus menerus menilai yang diluar dan melupakan diri sendiri. Setiap orang bisa menilai sungai yang bersih adalah sungai yang tidak dipenuhi sampah, tapi tidak semua orang mampu menyadarkan dirinya untuk tidak memenuhi sungai dengan sampah.

Dengan bertanya kenapa? Kita akan mulai mencari bagian mana dari pengetahuan ini yang nantinya bisa meningkatkan kesadaran. Sehingga kesadaran kita pun meningkat.


*H1 adalah HOW = Bagaimana  mengaplikasikan pengetahuan ini?*

Setiap orang adalah unik. Lakukanlah aksi kecil yang nyata dalam hidup Anda. Meski kecil, tapi itu adalah kesadaran diri yang sedang bergerak dalam perbaikan. Jangan meremehkan diri Anda yang membuang sampah pada tempatnya, yang mulai mencoba berhenti merokok, yang mulai menyempatkan waktu berbuat kebaikan.

Selalu rencanakan aksi-aksi perubahan kesadaran diri. Kuncinya, fokuslah kedalam diri dan abaikan pengomentar. Ingat berkomentar dan mengkritisi diri orang lain jauh lebih mudah dan remeh. Ketimbang diri yang mampu mengomentari dan mengkritisi diri sendiri. Fokuslah kedalam aksi-aksi kita, meski itu kecil, sepele dan diremehkan oleh orang lain. Kita bergerak bersama SANG MAHA, bukan bersama pengomentar dan pengkritisi itu. SANG MAHA MENGETAHUI jelas mengetahui serta menghargai, porsi dan kapasitas diri kita masing-masing.



2# Berbaik Kepada Sendiri (Self Love)

Sahabatku… Seberapa baik kita terhadap diri sendiri? Manusia yang baik pada dirinya sendiri, tidak akan mungkin menanamkan sifat ‘egois’ didalam dirinya, karena dia sadar, itu bukanlah kebaikan buat dirinya. Jadi jangan berpikir manusia yang menerapkan kebaikan buat dirinya akan bersikap sangat egois. Justru dia akan menjadi sangat sadar untuk memperlakukan manusia lainnya sebagaimana dia ingin di berlakukan.

Sikap ini secara tulus dia lakukan, bukan paksaan, ketakutaan atau pengharapan pujian. Tapi karena memang seharusnya seperti itu. Seharusnya memang, kita menjadi baik buat diri sendiri untuk berbahagia dengan nilai diri sendiri. Lalu karenanya kita berbagi kepada sesama sesuai dengan nilai-nilai diri sendiri.

Jadi menjadi baik buat diri sendiri adalah tentang menyadari diri sendiri, untuk berbuat baik terhadap dirinya terlebih dahulu, sebelum keluar dan menjadi contoh kebaikan untuk sesama. Bisa dibayangkan bukan, kalau kita tidak bisa sadar untuk berbuat baik kepada diri kita sendiri, bagaimana bisa kita berbuat baik kepada orang lain. Jangankan berbuat baik, bahkan untuk menjadi contoh pun tidak akan bisa.

Menjadi baik buat diri sendiri bukan tentang menjadi egois, tapi tentang bagaimana kita memunculkan kesadaran untuk menghargai diri sendiri. Apabila kita berhasil memunculkan kesadaran menghargai diri dengan cara yang benar. Kita pun akan sadar untuk menghargai orang lain dengan cara yang benar pula. Karena kita tahu, bahwa itulah yang mereka butuhkan.

Saat Anda sedang mengantre didepan kasir, Anda menghargai diri sendiri dan ikut dalam antrian. Anda tidak berniat menyerobot antrian itu, karena Anda pun memberlakukan orang lain dengan harga yang sama.

Sahabatku… Meski ego adalah pendorong pemenuhan kebutuhan kehidupan. Namun kita harus terus mampu menjalani kehidupan ini secara netral. Kenetralanlah yang mampu membuat kita tidak menjadi budak hawa nafsu sebagai alasan kebaikan buat diri sendiri. Kalau sampai kita menjadikan hawa nafsu sebagai alasan, maka kita telah berhasil membuat diri kita menjadi seperangkat alat super egois, yang hanya akan bekerja buat dirinya sendiri. Sebaliknya, kalau kita mampu memandang jalan kebaikan secara netral. Maka kita akan segera menemukan fungsi hidup ini, yaitu untuk berdiri dan menyebarkan kebaikan tanpa kata ‘egois’ didalamnya. Mohon pegang paragraph ini baik-baik sahabatku…


3# LURUSKAN NIAT

Niat adalah bahasa jiwa yang halus. Niat kita berbicara pada tahap paling awal sebelum gerakan apapun dimulai, termasuk gerakan pikiran dan perasaan.

Kita telah berbicara banyak tentang niat, yang belum membaca bisa cek kedalam website dan facebook kami. Agar pembahasannya tidak terlalu panjang, disini kami hanya ingin mengingatkan kembali untuk selalu meluruskan segala niat.

Selalu dan selalu sadar dengan niat Anda dalam aktifitas apapun. Dimulai dari yang tampak remeh, sampai nanti menuju hal-hal yang lebih serius. Karena apapun yang kita terima, akan selalu berbanding lurus dengan niat yang kita kirimkan. Luruskanlah niat selurus-lurusnya jiwa kita mampu dalam kebaikan untuk menerima dan meningkatkan kesadaran diri. Karena beginilah cara kita menyentuh pemilik system YANG MAHA BAIK.


4# Tumbuhkan Keinginan Untuk Berfungsi

Sahabatku… Kesadaran memungkinkan kita untuk berevolusi. Kesadaran juga memungkinkan kita menemukan tujuan hidup kita, yang merupakan kompas terbaik untuk diri saat ini dan masa depan.

Segala yang hidup harus mencari fungsi kenapa dia dihidupkan. Mencari sesuatu yang sudah dibawa. Fungsi itu sudah kita bawa dari awal kehidupan. Belatung dibuat untuk merecycle. Atmosfir dibuat untuk melindungi bumi. Paru-paru berfungsi untuk bernafas. Semua bergerak sesuai dengan fungsinya. Semua memiliki fungsi dalam hidup ini. Semua ada maksud dan tujuannya. Baik bagi pelaku maupun bagi korban. Karena semua adalah satu. Kesatuan selalu saling menfungsikan.

Keinginan untuk menjadi berfungsi ini akan menumbuhkan kesadaran yang berkobar didalam diri. Kesadaran awal yang muncul inilah yang akan membuat kita tidak menolak kebenaran. Membuat kita untuk terus belajar dari pengetahuan. Membuat kita berbaik kepada diri sendiri dan meluruskan niat. Jadi memang kesadaran muncul karena kesadaran. Dan keinginan kesadaran awalnya bermula dari keinginan untuk berfungsi.

Berbicara mengenai kesadaran cukup kompleks memang. Harus pelan-pelan. Pelan-pelan izinkan diri Anda untuk menerima kesadaran. Paling tidak diawal, izinkan diri Anda untuk berfungsi, percayalah, dalam waktu dekat, kesadaran-kesadaran Semesta akan menarik diri Anda.

Sahabatku… Kita ini adalah energi, kesadaran adalah vibrasi, sementara vibrasi selalu berada dan menarik frekuensi yang sama. Kalau kita sadar ingin menjadi berfungsi, maka tidak ada yang kita dapati selain menjadi pribadi yang berfungsi bagi dan sebagai semesta. Itulah energi. Hanya kita harus mau melalui prosesnya. Bahkan kopi instant pun tetap harus melalui proses. Setiap pribadi akan melalui proses yang berbeda-beda. Hargai masing-masing proses orang lain dan hargailah proses diri Anda sendiri.


5# JANGAN MENOLAK KEBENARAN

Terakhir sahabatku… Siapa yang tidak suka dengan kebenaran? Manusia selalu berharap bisa berdiri disisi yang benar. Namun tidak ada manusia yang mampu menjawab apa itu kebenaran hakiki. Maka biarkan SANG PEMBUAT yang memberi jawaban. Biarkan SANG PEMBUAT yang memberi arah dan pesan. Biarkan SANG PEMBUAT yang menuntun dan mengajari. Tugas kita hanya membuka diri dan menerima. Melepas ego untuk menilai dan mencari keuntungan. Jadilah kertas putih dan biarkan semesta mewarnainya dengan warna yang hakiki.

Selama ini kita selalu memprioritaskan diri untuk menerima kesempurnaan hidup, tapi tidak kebenaran hidup. Padahal hidup akan sempurna bila semesta menyingkap kebenaran yang sebenarnya. Apa yang sempurna dari sebuah ketidak benaran?

Cobalah mencintai kebenaran semesta sebagai jati diri yang memang seharusnya kita ketahui dan sadari. Hidup yang berjalan didalam kebenaran semesta tidak akan pernah sama dengan kehidupan fatamorgana. Nyatanya fatamorgana memang tidak akan pernah menghapus dahaga bukan?


Akhir kata, diatas adalah 5 cara membangun kesadaran. Tentunya masih banyak cara-cara lainnya. Temukan cara yang sesuai dengan diri Anda sahabatku… Hidup adalah pilihan, kita hanya perlu memilih atas nama kebaikanNYA YANG MAHA BAIK.



Salam Semesta


Copyright © www.PesanSemesta.com

  •  
  •  
  •  
  •  
  • 0
  • Juli 25, 2019
admin16 admin16 Author

OFFICIAL CHANNEL



FREE E-BOOK

3# FREE DOWNLOAD E-BOOK - MENJADI AIR

DATABASE

COPYRIGHT

Seluruh artikel didalam website ini ditulis orisinil oleh tim penulis Pesan Semesta. Artikel yang kami share melalui website ini bukan hasil jiplakan, kutipan atau terjemahan.

Bagi pembaca yang ingin menghubungi penulis silahkan mengrim pesan melalui email : pesansemesta@yahoo.com


SALAM SEMESTA