Pesan Semesta.
melampaui batas menjadi satu

BAGAIMANA CARA UNTUK MENGELOLA EMOSI NEGATIF AGAR MENJADI NIKMAT ?


“Emosi nagatif manusia yang paling kuat harus menjadi bintang penuntun yang memanifestasikan jalan yang jelas ke depan”

Emosi negatif tidak hadir untuk melemahkan, emosi negatif hadir untuk menguatkan. Emosi negatif tidak hadir untuk meruntuhkan, emosi negatif hadir untuk membangun. Emosi negatif tidak hadir untuk disesali, emosi negatif hadir untuk disyukuri.

Sahabatku… Kalau emosi negatif ini masih melemahkan, masih meruntuhkan dan masih kita sesali. Maka kita belumlah mengelolanya agar menjadi nikmat.

Menikmati rasa sedih, menikmati rasa bingung, menikmati rasa kecewa, bahkan untuk menikmati kemarahan butuh seni tersendiri yang bahkan tidak pernah diajarkan sebelumnya.

Hari ini kita akan belajar mengelola emosi menjadi nikmat untuk menikmatinya. Penasaran dengan caranya? Mari kita belajar seni indah ini.

 

Pertama : Pahamilah kalau emosi tidak akan menjadi nikmat dengan pikiran positif

Jadi, saat seseorang merasakan emosi negatif jangan mencoba untuk berpikir positif untuk meredakannya.

Kita biasa mendengar afirmasi positif setiap hari, mengikuti kelas motivasi setiap minggu, berteman dengan seorang spiritual selamanya hanya untuk terus mengasah pikiran positif kita tetap stabil. Namun jangan mengharapkan hal-hal yang mudah seperti pikiran positif mampu meredakan emosi negatif kita yang sedang menggelora. Apalagi mengelolanya menjadi nikmat.

Cara mengelola emosi negatif agar menjadi nikmat adalah dengan tidak merasa bersalah dengan emosi itu sendiri. Pikiran positif tahu betul kalau emosi negatif adalah hal terburuk baginya. Pikiran positif kita akan menyesali setiap bagian dari emosi negatif yang menggelora ini. Masalahnya, seseorang tidak bisa menikmati yang disesalinya.

Lalu bagaimana?

Pernah mendengar kalau ada racun yang hanya bisa diobati dengan racun?

Sahabatku… Kita selalu menghindari pahit padahal pahit bisa juga menjadi manis. Dari pada menyesali emosi negatif kita. Cobalah menerima emosi negatif  itu untuk mencari titik manis darinya.

 

KEDUA : MENCARI SETITIK KECIL MANIS DIDALAM KUBANGAN PAHITNYA EMOSI NEGATIF

Sahabatku… Saat emosi negatif menggelora, maka jadilah pemulung untuk mengais-ngais sisa terbaik dari yang terbuang.

Cobalah memperhatikan air mata itu, cobalah mengingat teriakan itu, cobalah memeras kembali perih itu. Resapi sejenak dalam kenetralan. Ternyata memang akan ada rasa manis dari balik itu semua.

‘Akan’ adalah waktu yang tidak berbatas. Namun kita selalu membawa waktu pada saat yang sama. Berarti detik ini akan ada rasa manis yang akan hadir.

Logikanya sederhana, kalaulah kita percaya diriNYA adalah kebaikan yang tidak terbatas, maka begitulah memang tidak akan ada batas untuk menerima manis didalam pahit.

Tipsnya! Latihlah diri ini agar senantiasa netral untuk menerima kebaikanNYA yang tidak terbatas.

 

KETIGA : NETRALKAN DIRI INI, TAPI SEBELUMNYA IKHLASLAH TERLEBIH DAHULU

Rapatkan keikhlasan serapat-rapatnya agar saat kita tenggelam  dalam emosi negatif. Keikhlasan sejati itu mampu menyelamatkan kita, mencuci kita bersih dan mengizinkan kenetralan muncul untuk menerima kebaikanNYA yang berada dalam pahit dan dalam manis.

Kenetralan adalah wajah ikhlas yang utama. Untuk netral kita harus ikhlas, sementara untuk ikhlas kita butuh membangun kejernihan akal yang senantiasa terhubung dengan pemilikNYA.

Betul memang emosi negatif adalah tentang hati, buih-buih perasaan yang menggelora. Namun akal yang terhubung senantiasa akan berada diatas segala emosi baik itu positif maupun negatif.

Sederhananya begini sahabatku… Kalau akal ini mampu paham kalau diriNYA meliputi setiap segalanya, maka adakah bagian dari emosi negatif yang terlewat dariNYA? Bukankah jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan seberapa kita mengimaniNYA.

Iman membutuhkan akal, akal membangun keikhlasan. Keikhlasan menghadirkan kenetralan. Sementara kenetralan adalah kebaikanNYA yang tak bertepi.

Singkatnya sahabatku… Kalau didalam emosi negatif itu memang terdapat kebaikanNYA, maka bukankah kita akan selalu menikmati kebaikanNYA bukan?

Nikmatilah emosi negatif itu sahabatku… Janganlah lagi dikeluhi. Kalau kita tidak bisa menikmati rasa pahit, maka lidah ini akan menjadi tumpul akan rasa manis. Cobalah!

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com


  • 0
  • Juli 30, 2020
admin16 admin16 Author

CARA MEMBENTUK ENERGI POSITIF SAAT BERADA DALAM MASALAH


Seorang sahabat bertanya “Ijin bertanya, bukan mau mengeluh sekedar meminta saran dan tetap menguatkan semangat. Bagaimana menghadapi keadaan yang begitu sulit dan terasa sudah mentok, sementara dukungan dari orang-orang terdekat tidak ada? Bagaimana caranya supaya tetap mengalirkan energi positif sementara saya merasa stress sepertinya” Melalui izinNYA kami menjawab.

Sahabatku… Kabar baiknya hidup ini memiliki sistem yang seimbang. Kalau saat ini kita bergumul dengan masalah yang begitu sulit. Maka akan ada masa dimana hal yang menggumuli kita ini tidak lagi menjadi masalah dan sulit ini tidak lagi menjadi sulit.

Kebanyakan dari kita memilih berpikiran posistif dengan menunggu masa itu datang. Tetapi justru karena penantian itulah kita merasa mentok, kita merasa kehilangan dukungan, sampai akhirnya jasad kita menjadi stress.

Hal yang wajar saat jasad kita menjadi stress akibat menunggu hilangnya masalah. Karena penantian kita ini tidak bergerak sesuai dengan keniscayaan yang sebenarnya.

Kita dibuat olehNYA dengan kekuatan membentuk energy, ini adalah keniscayaan yang sebenarnya. Kita tidak dibuat untuk meratapi masalah tapi memperbaiki masalah. Kita tidak dibuat untuk dimotivasi tapi untuk memotivasi. Kita tidak dibuat untuk menjadi stress, tapi untuk menyeimbangi stress.

Itulah kenapa DZAT MAHA membuat rasa tidak enak dari memiliki masalah, hanya agar kita mau membentuk energy yang menyeimbanginya.

Sahabatku… Ada lavel yang lebih tinggi dari sekedar mengaliri energy, yaitu membentuk energy. Mengaliri artinya kita menyelimuti. Membentuk artinya kita merubah apapun energy yang ada dihadapan menjadi bentuk yang sesuai dengan kesadaran kita mau membentuknya.

Untuk membentuk energi ini syarat terberatnya ada Tiga:

Pertama, harus mau belajar. Kedua, harus mau berproses. Ketiga, harus mau beraksi.

Tiga syarat ini tidak terlalu mudah. Kebanyakan orang menolak belajar, karena takut terlihat bodoh. Kebanyakan orang menolak berproses, karena takut menunggu. Kebanyakan orang menolak beraksi, karena takut menjadi lelah. Dan ternyata inilah yang menjadi sumber utama masalah dari setiap masalah.

Energy itu sifatnya netral, dia bisa kita bentuk menjadi negatif, atau bisa juga kita bentuk menjadi positif. Tergantung bagaimana pilihan kita membentuknya. Apabila kita sudah memiliki kesadaran untuk mengalirkan energi positif saat dalam masalah.

Maka cara terdahsyat nya adalah bukan lagi dengan mengaliri energi melainkan dengan membentuk energi. Langkahnya  dengan BELAJAR SE-POSITIF MUNGKIN. BERPROSES SE-POSITIF MUNGKIN & BERAKSI SE-POSITIF MUNGKIN.

Inilah kenapa DZAT MAHA membuat rasa tidak enak dari memiliki masalah, yaitu agar kita terus belajar, terus berproses dan terus beraksi. Semua ini kita lakukan didalam masalah itu sendiri. Sampai akhirnya masalah tidak lagi menjadi masalah, kesulitan tidak lagi menjadi kesulitan.

Sahabatku… Dzat Maha tidak membuat kita untuk menunggu cahaya, melainkan agar kita membuat cahaya itu sendiri.

Berhentilah menunggu. Jangan menunggu ada cahaya datang. Karena bahkan Bumi pun harus bergerak agar tiap bagiannya tersinari cahaya matahari. Bumi tidak menunggu, Bumi bergerak. Sampai perlahan tapi pasti setiap bagian dirinya tersinari matahari.

Lalu bagaimana tips agar kita memiliki energy untuk memulainya?

Sahabatku… Kita selalu memiliki energy. Cukup resapi kalau ada Dzat Maha Guru yang sedang menemani pelajaran ini. Resapi kalau ada Dzat Maha menaungi yang menemani proses ini. Resapi kalau ada Dzat Maha membersamai yang membersamai aksi ini.

KeberadaanNYA adalah wujud dari keberadaan setiap energi yang kita bentuk ini. hanya dengan kesadaranNYAlah kita membentuk energi ini.

BersamaNYA kita akan terus belajar, terus berproses dan terus beraksi. Salah kaprahnya manusia adalah, kita selalu berpikir kalau bersamaNYA hidup akan menjadi 0% masalah. 

Sahabatku... Pahamilah, saat manusia membersamaiNYA maka masalah bukannya menghilang. melainkan hanya tidak terasa sebagai masalah, melainkan sebuah nikmat bimbingan. Itu karena Dzat Maha tahu betul porsi tia-tiap kita. Sama juga kita telah begitu sepakat untuk menerima bimbingaNYA. 

Kalau begitu, mari kita bentuk energi ini menjadi se-positif mungkin, agar kita senantiasa menyelesaikan porsi-porsi bimbinganNYA dengan sebaik mungkin. 

Jangan mengutuk neraka, karena mungkin neraka hanyalah gerbang awal kita menuju singgasana surga. Tersenyumlah sahabatku… Inilah nikmatnya dari masalah… Kalau masalah bisa menjadi senikmat ini… Lalu apa itu masalahnya?

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com


  • 0
  • Juli 14, 2020
admin16 admin16 Author

TIGA KIAT BERGUNA BAGI MEREKA YANG INGIN MERASAKAN KEDEKATAN & KEBERSAMAAN TAK TERBATAS BERSAMA-NYA


Seorang sahabat bertanya “Mohon bimbingan, saran serta petunjuk agar saya dapat merasakan durasi kebersamaan itu dapat lama kalau dapat 24jam... Agar kapan saja dimana saja selalu merasakan KeTunggalanNya...?” Melalui izinNYA kami menjawab.

Sahabatku… Awalnya kebersamaan ini terasa sebagai sebuah rasa. Namun selanjutnya bukan lagi tentang rasa, melainkan totalitas kebersamaan. Dimana kita memang terikat denganNYA. Baik jasadi ataupun jiwawi.

Saat kita terikat maka sudah tidak ada lagi yang namanya kedekatan. Kita tidak lagi berkata “DIA adalah DEKAT” Ini terjadi karena kita memang sudah bersama DZAT YANG MAHA DEKAT.

Ketunggalan itu bukan  rasa melainkan kesatuan yang total. Tidak ada lagi garis yang memisahkan. Tidak ada ke-akuan. Tidak ada diri yang merasa. Hanya ada kami. Dimana DIA dan seluruh buatanNYA ini adalah satu.

Namun sahabatku… Totalitas kesatuan bukan angka pasti. Kadarnya pasti berbeda. Setiap manusia sebenarnya mampu merasakan lalu mengikatkan diri dengan inti dirinya, sesuai dengan porsi kerelaan yang rela mereka jalin.

Semua nanti akan terletak dengan seberapa rela kita menyatu denganNYA yang TUNGGAL?

Tidak ada paksaan atau keharusan disini, ini hanya tentang seberapa rela kita membersamaiNYA. Disinilah letak kenetralan DZAT MAHA yang luput kita pahami. Disinilah bukti wujud DZAT MAHA pemberi rahmat bagi semesta alam. Tidak masalah, apakah kita mau merasakan kedekatan atau tidak, tetap DIA senantiasa DEKAT.

Jadi sekarang mari kita fokus terlebih dahulu belajar untuk menjalin rasa kedekatan. Sebuah awal sebelum nantinya kita akan senantiasa merasakan kebersamaan kita bersamaNYA tanpa putus.

Disini kami memiliki beberapa kiat untuk memulainya. Semoga kiat-kiat ini berguna bagi mereka yang ingin merasakan kedekatan dan kebersamaan tak terbatas denganNYA :

 

Kiat  Pertama : Cobalah menghilangkan gelap dari terang dan terang dari gelap.

Sahabatku… Cobalah melihat gelap sebagai DZAT MAHA dan terang sebagai  DZAT MAHA. Belajarlah melihat wujud DZAT MAHA didalam segala rasa, tanpa pernah menilainya.

Selama ini agama kita mendidik kalau Dzat Maha itu hanya berada disisi baik, sementara buruk bukan dari sisiNYA. Hanya saja nilai baik dan buruk menurut siapa? Bagaimana bisa kita tahu apa itu baik dan dan apa itu buruk menurutNYA. Bagaimana bisa kita mendikte DZAT yang telah membuat baik untuk buruk dan buruk untuk  baik?

Jadi latihan pertamanya adalah menetralkan diri. Setelah kita mampu menetralkan diri, maka kita perlahan-lahan akan mampu melihat segala wujudNYA di segalanya. Melihat segala baik dan segala buruk.

Ingat saja kenetralan adalah wajah ikhlas yang utama. Tidak ada kejahatan saat kita sudah berada didalam titik kenetralan. Begitu pula dengan kebaikan. Kebaikan bisa ada karena kejahatan ada. Tidak ada jahat kalau tidak ada baik. Malam bisa muncul karena siang muncul terlebih dahulu. Si cantik bisa menjadi cantik, karena ada si jelek. Mahal tidak pernah menjadi mahal, kalau murah tidak ada.

Harga sebuah nilai tidak akan bisa berdiri tanpa pembandingnya. Dzat Maha membuat seluruh nilai-nilai itu untuk sebuah keseimbangan hidup. Lalu dari sanalah kita belajar arti hidup yang sebenarnya.

Pembelajaran, semua dibuat hanya untuk pembelajaran bagi manusia-manusia yang senantiasa menggunakan akal untuk berpikir. Kenetralan pun hanya terasah dari akal yang mau berpikir.

 

KIAT KEDUA : COBALAH UNTUK MULAI BERPIKIR DENGAN AKAL

Untuk menerima jawaban kebenaran kita harus melampaui garis benar atau salah. Sementara untuk melampauinya kita perlu menggunakan akal sebagai petunjuk utama. Keinginan untuk melepas ego benar dan salah, lalu mulai berpikir hanya dengan kejernihan akal adalah senjata kita menemui jawaban kebenaran.

Kerelaan kita untuk mempertanyakan kembali jawaban yang telah kita terima seumur hidup tanpa perlu meletakkan jawabannya pada kotak benar atau salah merupakan seni kenetralan tertinggi untuk menerima jawaban kebenaran.

Jadi sahabatku… Mulai sekarang mari kita belajar untuk terlebih dahulu mengendalikan keperluan ego kita untuk menilai benar dan salah hanya agar kita mampu menikmati apa itu jawaban kebenaran.

Percayalah… Kebenaran itu nyata dan benar-benar ada. Untuk mampu menyaksikan yang ‘ada’ cobalah dahulu melepas benar dari salah dan salah dari benar. Karena hanya bermula dari sanalah kita akan benar-benar mampu menyaksikan apa itu kebenaran.

Selama persepsi manusia tantang benar dan salah masih melekat, maka selama itu pula manusia sengaja menutup mata dari nyatanya kebenaran.

 

KIAT KETIGA : COBALAH UNTUK TERUS MEMBUKA MATA MEMAHAMI WUJUDNYA DZAT MAHA

Sahabatku… Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah sama orang yang melihat dengan orang yang menyaksikan? Apakah sama orang yang menyaksikan dengan orang yang memahami?

Kita ini sekarang sedang berada didalam lingkaran kebutaan, kita sedang memberanikan diri sedikit-sedikit mau mengintip untuk melihat. Dari keberanian diri ini akhirnya kita mampu melihat lalu menyaksikan.

Saat wujudNYA sudah begitu jelas tersaksikan, maka rasa itu pasti akan hadir dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun suasana perasaan dan pikiran kita.

Hanya saja ketika kita benar-benar menyaksikan kita akan berenang didalam lautan pertanyaan yang tidak terbatas. Pertanyaan-pertanyaan yang menyiksa, apalagi kalau kita adalah manusia yang dibiarkan terkurung didalam dogma dan doktrin. Pasti kita akan tersiksa saat menyaksikan.

Siksaan akibat menyaksikan itu hanya akan berhenti menjadi siksaan sampai kita mampu membawa diri menuju kenetralannya. Saat kita netral, saat itulah kita mampu memahami sebuah jawaban.

Saat kita benar-benar memahami jawaban semesta dari apapun yang kita lihat, maka kita akan mampu memahami kalau wujudNYA memang berada disetiap apapun yang kita lihat. Kalau sudah begini, maka bagian mana dari kesadaran kita yang tidak bisa membersamaiNYA?

Logikanya sederhana sahabatku… Kita berkata sesuatu itu jauh karena sesuatu itu tidak dekat. Kita berkata sesuatu itu jauh karena kita tidak mampu meraih wujudnya.

Saat manusia sudah mampu meraih wujudNYA disetiap segalanya, maka masihkah manusia mampu berkata DIA jauh?

Sahabatku… Cobalah memikirkan jawaban dari pertanyaan ini dengan kenetralan agar akal kita tidak tersiksa.

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  • 0
  • Juli 13, 2020
admin16 admin16 Author

KEKUATAN SELF TALK DAN 3 STRATEGI PEMROGRAMAN NEURO LINGUISTIK


Sahabatku… Bagaimana cara kita berbicara kepada diri hari ini? Percayalah kalau tersimpan kekuatan yang luar biasa dari bagaimana cara kita berbicara kepada diri sendiri.

Baik kita sadari atau tidak mau kita sadari, setiap diri kita melakukan aktifitas yang namanya komunikasi internal. SELF TALK begitulah singkatnya kita menyebut komunikasi internal ini. Tapi tahukah kita kalau ternyata Self Talk adalah bentuk pemrograman neuro linguistik?

Latihan pemrograman neuro linguistik sebagian besar berfokus pada penggunaan Self Talk untuk memengaruhi pikiran dan tubuh. Ini terjadi karena sesungguhnya kita memiliki koneksi antara tubuh dan pikiran yang sangat aktif.

Koneksi tubuh dan pikiran adalah elemen penting yang menentukan bagaimana berkomunikasi kepada diri benar-benar bisa memengaruhi kita. Dimana komunikasi kepada diri sendiri yang berasal dari suara kecil di kepala kita, tidak hanya memiliki potensi untuk mempengaruhi suasana hati, tetapi memiliki potensi untuk mempengaruhi keadaan fisiologis.

Jadi komunikasi yang kita ucapkan kedalam diri, yang kita pahami sendiri dan juga kita rasakan sendiri bukanlah sesuatu yang tidak memiliki efek.

Neuron adalah sel-sel otak, berjumlah miliaran, yang mampu berkomunikasi instan satu sama lain melalui pembawa pesan kimia yang disebut neurotransmitter.

Dalam dunia medis, kita sudah mengerti betul kalau sel-sel tubuh kita hanya mengikuti instruksi yang diberikan oleh neurotransmitter ini. Ketika kita menjalani hidup kita, sel-sel otak secara konstan menerima informasi tentang lingkungan kita melalui setia inputan.

Kita salah mengira tentang ‘inputan’ ini. Kita mengira kalau inputan itu adalah sesuatu yang hanya bersumber external (luar diri), padahal sumber internal (dalam diri) juga merupakan inputan bagi otak.

Saat kita melakukan Self Talk otak kemudian mencoba membuat representasi internal kita melalui perubahan kimia yang kompleks.

Ambil saja contoh ketika kita diliputi oleh ucapan-ucapa diri yang pesimis, sedih atau takut. Maka seketika kita sering merasakan di tubuh kita tiba-tiba ada beban di dada, sesak di tenggorokan, tangan kita gemetar, denyut nadi kita lebih cepat, paru-paru kita menegang, mata kita terasa perih.

Ini adalah bukti kecil kalau memang secara naluriah otak kita breaksi dengan segala komunikasi internal yang kita lakukan.

Sungguh menakjubkan, ternyata bagaimana kita berbicara kepada diri terbukti berpengaruh besar terhadap kesejahteraan fisik dan jiwa kita sendiri.

Itulah kenapa berbicara kepada diri sendiri dapat menjadi cara yang ampuh, tetapi kita perlu belajar bagaimana menggunakan Self Talk dengan benar, untuk kesejahteraan fisik dan jiwa kita.

Berikut ini adalah 3 strategi neuro linguistik yang kuat yang dapat kita gunakan untuk memanfaatkan kekuatan Self Talk. Semoga bermafaat.

1# Sahabatku… Ingat! Se-positif mungkin

Coba ucapkan dan isi kelanjutkan titik-titik dibawah ini “SAYA ……………………………………………………………………………………..”

Perhatikan jawaban spontan kita dalam mengisi titik-titik ini. Apabila isinya negatif, maka rubahlah menjadi sepositif mungkin.

Misalkan “SAYA SANGAT TIDAK BERDAYA” Nah, ini adalah negatif. Mari kita rubah menjadi “SAYA BERAKSI DAN TERUS AKAN BERAKSI SESUAI PORSI SAYA SENDIRI”

Misalkan “SAYA SELALU KEKURANGAN UANG” Mari kita rubah menjadi “SAYA AKAN SELALU MEMBUAT DIRI SAYA KECUKUPAN UANG”

Apakah ini berarti kita sedang membohongi diri sendiri? Jawabannya adalah TIDAK. Kita justru sedang mengajarkan diri untuk berdamai dan melihat sisi baik dari segala kondisi.

Selalu ada porsi kebaikan dari segala sesuatu. Hanya saja kadang porsi ini tertutupi. Izinkan diri kita untuk belajar menyaksikan porsi kebaikan yang tertutupi ini.

Membiarkan akal yang cerdas ini kita memecahkan setiap masalah yang ada dihadapannya. Membiarkan jiwa ini menjadi kuat dengan apa yang ada dihadapannya.

Karena jujur saja, kita tidak membutuhkan ceramah seorang motivator. Diri ini adalah motivator terbaiknya, kalau kita mau menjadikannya seperti itu.  

 

2# Sahabatku… Ingat! Me, Myself and I

Masih suka membicarakan orang lain kepada diri sendiri? Kalau iya, cobalah perlahan-lahan mengurangi frekuensinya. Sampai kita benar-benar fokus dengan diri sendiri.

Jangan salah sangka! Kami tidak sedang mengajarkan kita semua untuk menjadi makhluk super egois.

Kami hanya mengajak kita untuk jangan membiarkan otak kita salah fokus dengan membicarakan pihak lain yang bukan dirinya sendiri pada area pribadinya.

Apalagi itu kalau hal-hal yang negatif. Tentunya kita tidak mau membentuk diri seburuk orang yang kita bicarakan bukan?

Misalkan penilaian kita tentang orang yang senantiasa kita nilai-nilai aau Masalah-masalah yang hanya bisa kita kritik tanpa kita perbaiki.

Sahabatku… Mulai sekarang, apabila kita mulai menilai-nilai pihak lain maka berhenti sejenak dan masuklah kedalam diri dan ucapkan “SAYA MENGHARGAI PRIBADI ITU DAN SAYA AKAN FOKUS MENJADI PRIBADI YANG TERBAIK”

Apabila kita melihat masalah maka beraksilah. Tidak perlu mengumpat, mengkritik, menyalahkan. Cukup beraksilah dan ucapkan “SAYA MEMILIH UNTUK MEMPERBAIKI MASALAH INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA”. Apabila kita tidak memilih untuk memperbaiki, maka tinggalkanlah.

Buatlah layar kenyataan yang bersih dan netral. Dimulai dari diri sendiri sahabatku…

3# Sahabatku… INGAT! Siapa sahabat Anda?

Pastikan jawabannya adalah diri kita sendiri. Jadikan diri ini sebagai sahabat terbaik untuk dirinya sendiri. Hiduplah untuk diri ini terlebih dahulu.

Paling tidak cobalah dahulu berbicara kepada diri sendiri seakan diri kita berbicara kepada seorang sahabat. Penuh dengan kasih sayang, penuh dengan penghargaan, penuh dengan terimakasih dan penghormatan.

Tentunya kita tidak akan mengumpat, mengutuk, dan berbicara dengan kata-kata kasar dan menyinggung sahabat kita sendiri bukan?

Kita tidak akan berkata “SAYA SANGAT BODOH” atau “SAYA TIDAK BERGUNA”

Sahabatku… Cobalah untuk terus berkomunikasi kepada diri dengan bahasa dan kalimat yang baik. Hindari keluhan, ratapan dan bahasa yang menyudutkan diri. Dan jangan lupa juga, ucapkanlah terimakasih untuk seluruh kinerja tubuh kita.

Sama seperti kita, tubuh juga menghargai penghargaan. Beberapa orang berpikir ini gila, tetapi ketika kita mengatakan "Terima kasih" kepada tubuh, maka tubuh akan cenderung melakukan lebih banyak hal yang menyenangkan kita.

Otomatis pikiran kita pun akan menjadi lebih tenang. Seutas senyum kepada diri pun akan tersungging begitu saja.

 Jadi mengertilah, kalau pujian dan terimakasih yang tulus langsung menghasilkan efek yang lebih baik sama seperti seorang sahabat yang mengucapkannya dengan tulus.

______________________________________

Sahabatku… Di atas adalah 3 strategi neuro linguistik yang kuat yang dapat kita gunakan untuk memanfaatkan kekuatan Self Talk dan koneksi pikiran-tubuh yang terhubung dinamis dan harmonis.

Kalau kita tidak memiliki ucapan yang baik, maka lebih baik kita diam. Hanya saja diam didalam diri adalah tantangan yang paling susah. Kalau begitu lebih baik kita belajar untuk memperbaiki komunikasi internal ini, ketimbang harus terus menerus merusak diri sendiri.

Lagi pula bagaimana bisa kita membangung komunikasi dengan PEMBUAT diri ini, kalau kita bahkan belum bisa berkomunikasi yang baik kepada diri sendiri?

Betapa banyak manusia yang lapar penghargaan tapi bahkan tidak pernah menghargai keterhubungan dirinya sendiri. Hargailah diri kita. Minimal dengan berkomunikasi yang baik dengannya.

Semakin kita menghargainya, maka semakin kita menghargai DZAT MAHA yang membuat diri ini. Beginilah cara kita membangun komunikasi awal dengan-NYA, yaitu dengan mulai berkomunikasi yang baik dahulu dengan seluruh buatanNYA didalam diri ini.

Mulailah dengan diri ini dahulu sahabatku… Bukankah diri ini adalah buatanNYA? Kalau kita menjawab tidak, lalu siapakah?

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

 

 

 

 

 

 

 


  • 0
  • Juli 10, 2020
admin16 admin16 Author

BAGAIMANA ATOM BISA MEMILIKI KESADARAN ?


Sahabatku… Bukan sebuah isu kalau tubuh manusia dan seluruh materi yang terdapat di dalam semesta ini tidak lain terbentuk dari kumpulan atom-atom. Atom tidak memiliki struktur fisik. Atom adalah 99,99999% energi, dan 0,00001% zat fisik, maka seluruh semesta ini pada wujud aslinya tidak berwujud apa-apa selain energy yang bervibrasi.

Ini berlaku untuk semuanya, termasuk didalamnya manusia. Fakta yang dibawa oleh fisika quantum ini membuat akal kita terpelintir. Bukankah logikanya kalau semua bahan dasarnya sama, maka harusnya bentuk akhirnya juga sama?

Namun ternyata TIDAK. Manusia dan kucing itu berwujud asli sama, yaitu bentukan atom yang ujungnya hanyalah energy yang bervibrasi. Tapi kenapa kita berbentuk manusia dan kucing itu berbentuk kucing. Kenapa bunga lily berbentuk bunga liliy dan bunga bakung berbentuk bunga bakung? Padahal mereka berdua adalah sama-sama atom yang sekali lagi ujungnya hanyalah energy yang bervibrasi.

PERATANYAAN BESARNYA : KALAU SEMESTA INI HANYALAH ENERGI YANG BERVIBRASI, LALU BAGAIMANA BISA ENERGI ITU BEGITU SADAR MEMBENTUK BEGITU BANYAK WUJUD BENTUK MATERI?

Jawabannya adalah kimia. Meski atom terlihat seperti atom, namun atom memiliki dan membawa identitas dari wujud fisik yang kita lihat.

Semua atom terbuat dari partikel tritunggal yang sama - proton , neutron, dan elektron. Tetapi, jumlah proton, neutron dan elektron dalam tiap-tiap atom berbeda-beda. Dengan kata lain, meski berbentuk atom, namun atom-atom itu unik.

Ketika atom-atom unik ini bergabung dalam senyawa kimia, maka hasil dari gabungan itulah yang menentukan materi fisik yang kita lihat. Itulah yang membuat kita melihat apel sebagai apel, tangan sebagai tangan dan bulan sebagai bulan.

Atom yang sama tapi memiliki jumlah komposisi isi yang berbeda, sehingga masing-masing menghasilkan unsur yang unik. Lalu unsur-unsur unik itu menyatu, dan mewujudkan materi-materi  baru yang berbeda-beda.

Dari sini kita belajar, bahwa memang dibutuhkan perbedaan untuk sebuah keseimbangan dan harmonisasi. Karena semesta pun seperti itu. Apabila semesta tidak mengenal perbedaan dan harmonisasi, maka sudah dipastikan akan hanya ada satu wujud materi saja didalam semesta raya ini.

Secangkir air yang ditambahkan bubuk kopi akan menghasilkan secangkir kopi. Secangkir air yang ditambah sekantong teh akan menghasilkan secangkir teh. Secangkir air yang ditambah sesendok coklat bubuk akan menghasilkan secangkir coklat. Air memiliki molekul atom yang sama, tapi apabila sudah ditambah unusur molekul atom lain dan menyatu dalam senyawa kimia, maka akan menjadi unsur yang baru.

Namun apabila kita mengambil mikroskop canggih untuk melihat setiap tetes air kopi, air teh dan air coklat, maka yang kita lihat dari atom-atom ini hanyalah energi yang bervibrasi. Beginilah cara paling simpel untuk mengerti bahwa segala atom hanyalah energi yang bervibrasi.

Sahabatku…. Bukankah atom ini super canggih? Sampai disini kita memiliki pertanyaan yang lebih menelisik lagi yaitu:

PERTANYAANNYA bagaimana bisa atom-atom ini bergerak dengan kesadaran yang cerdas, sehingga mampu menciptakan universe dan bahkan multiverse – Bukankah ini sebuah maha karya? Lalu siapakah penggerak maha karya ini?

Sahabatku… Kita boleh saja meniadakan Tuhan karena belum tentu kita memang benar-benar bertuhan. Hanya saja meniadakan DZAT MAHA PEMBUAT yang kesadarannya memancar kedalam setiap molekul semesta yang berwujud adalah kesia-siaan yang nyata.

Jawablah sahabatku… SIAPA yang memberi kesadaran kepada energy bervibrasi itu untuk saling membentuk atom-atom unik dan bergabung dalam senyawa kimia, yang dari unsur kimia itu muncul-lah sesuatu yang kita sebut air, tanah, udara, angin, matahari, bulan, bumi, hewan, tumbuhan dan tubuh kita sekarang.

Jelas manusia tidak akan pernah bisa terlepas dari tubuhnya. Kita berada disini sekarang, membaca artikel ini, dan mencoba memikirkannya adalah karena atom-atom kita telah sukses dibentuk olehNYA.

Apakah kita masih bisa menyangkal kalau kesadaranNYA memang tersebar di dalam tiap buatanNYA?

Sungguh ada rahasia besar dari setiap atom yang terbentuk. Rahasia besar yang apabila diungkapkan mampu meruntuhkan eksistensi pemahaman manusia dalam memahami Pembentuk dirinya sendiri.

Sungguh keterbatasan bagi kami yang dibentuk dan diberi kesadaran mengungkapkan kesadaranNYA. Kami hanya bisa berterimakasih untuk segala wujud bentukanNYA dengan cara menghargai kesadaran yang dibentukNYA dan tidak menilai-nilai hasil bentukanNYA.

Sadarilah sahabatku… Ternyata kesadaranNYA menyebar diseluruh atom-atom yang kita saksikan ini. Masihkan kita berpikir kalau DIA jauh? Ternyata DZAT MAHA PEMBUAT memang lebih dekat dari urat nadi.

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com


  • 0
  • Juli 07, 2020
admin16 admin16 Author

METODE SEDERHANA MENGAKSELERASI TUBUH UNTUK HIDUP DALAM KEDAMAIAN


Hari ini adalah hari dimana kita akan mulai belajar untuk mengakselerasi TUBUH kita untuk mencapai kedamaian diri.

Sahabatku... Kebrutalan hidup manusia tidak melulu harus menciptakan kecemasan dan ketakutan. Setiap manusia bisa memilih untuk terus hidup ditengah kebrutalan tanpa membiarkan dirinya terseret kedalam ketakutan yang mencemaskan. 

Jujur saja kebanyakan kita memiliki mindset kalau kedamaian adalah suatu dimensi atau keadaan yang terbentuk begitu saja. Padahal tidaklah demikian. Kedamaian adalah kondisi manusia yang berhasil menyeimbangkan dirinya.

Saat manusia sudah mampu memposisikan hitam dan putih hidupnya kedalam porsi yang seimbang, maka kedamaian akan senantiasa menyertainya.

Rahasia untuk mencapai hitam dan putih yang seimbang ini ada didalam diri kita masing-masing. Saat kita berbicara tentang diri, maka kita berbicara tentang dua komponen yang bisa dibentuk dan satu komponen yang akan terus setuju dan mendukung apapun itu bentuk yang kita bentuk. Dua komponen itu adalah jasad dan jiwa, lalu satu komponen lainnya adalah energy penghidup.

Jadi dengan kata lain, kedamaian dibentuk oleh diri kita melalui tiga komponen pembentuk diri kita sendiri.

 

Pertanyaanya:  bagaimana kita membentuk kedamaian melalui jasad & jiwa?

Sahabatku… Harap dipahami kalau tubuh manusia adalah keajaiban sejati. Mesin organik tercanggih yang kecanggihannya sangat tergantung dengan kesadaran si empunya-nya. Semakin kesadaran kita meningkat maka semakin jasad kita akan terus berakselerasi mengikuti kesadaran.

Sahabatku… Coba saja tanyakan sekarang, KENAPA ANDA BISA TAHU KALAU ANDA SEDANG MEMBACA TULISAN INI? Jawabannya tidak lain adalah karena kesadaran. Tanpa kesadaran Anda tidak akan tahu kalau Anda sedang membaca tulisan ini, atau bahkan Anda tidak akan tahu kalau Anda adalah Anda.

Kesadaranlah yang menggerakan seluruh anggota tubuh kita untuk menyaksikan apa yang mau kita saksikan. Mendengarkan apa yang ingin kita dengar. Mengucapkan apa yang ingin kita ucapkan dan banyak lain halnya.

Diri adalah kesadaran. Uniknya, setiap manusia memiliki kesadarannya masing-masing. Kesadaran bukan sesuatu yang baku dan terbatas. Semasa hidupnya, kesadaran setiap makhluk bisa berkembang dan meningkat. Lalu berkat kesadaran yang berkembang dan meningkat inilah nantinya bagaimana manusia hidup dan memberi wajah bagi kehidupan bisa terbentuk.

Ini sekali lagi karena apapun yang kita saksikan sebagai realita kehidupan adalah hasil dari bentukan kesadaran manusia. Keharmonisan atau ketidakharmonisan. Kebaikan atau keburukan. Kedamaian atau kekacauan. Semuanya ini dibuat dari hasil kesadaran manusia.

Boleh dibilang kehidupan manusia sangat amat tergantung dengan kesadarannya. Apapun itu semua dimulai dari kesadaran. Tanpa kesadaran, kita hanyalah mesin hidup yang tidak bisa memproses diri dan membuat realita.

TUGAS KITA SEKARANG ADALAH UNTUK MULAI MEMBENTUK KESADARAN DIRI YANG DAMAI SEHINGGA MEMBUAT JASAD MAMPU MEMBENTUK KEDAMAIAN.

Ingat, kita tidak bisa merasakan emosi apapun tanpa jasad. Apapun emosi termasuk juga kedamaian, harus dikelola didalam jasad. Sementara jasad bekerja tergantung dengan tingkat kesadaran pemiliknya.

Apabila kita tidak memiliki kesadaran untuk mendamaikan diri, maka jasad tidak bisa membuat emosi kedamaian. Akhirnya diri kita tidak bisa merasakan apa itu yang namanya kedamaian.

Itulah kenapa banyak manusia yang merasa kalau rasa damai adalah fatamorgana. Wajar memang, karena mereka hanya mengharapkan kedamaian. Namun tidak mau membentuk kesadaran diri yang damai, sehingga jasadnya sendiri tidak terlatih untuk membuat kedamaian.

Sahabatku… Sebaik-baiknya harapan adalah harapan yang diaksikan. Detik ini kita semua pasti mengharapkan kedamaian. Tapi apakah kita mau beraksi? Jawabannya adalah pilihan.

Aksi sendiri adalah sesuatu yang practical. Disini kami ingin mengajak kita semua untuk perlahan-lahan mengakselerasi tubuh ini untuk hidup dalam kedamaian. Kami akan membeberkan satu cara, yang tidak membutuhkan modal apa-apa selain diri (jasad, jiwa dan energy penghidup) kita sendiri.

 

METODE RAHASIA Mengakselerasi TUBUH untuk hidup dalam kedamaian

Sahabatku… Kita boleh menyebut step-step dibawah ini sebagai meditasi. Kita juga boleh menyebutnya apapun, yang penting adalah aksinya. Silahkan dipraktekkan untuk menerima manfaatnya.

Meditasi ini bisa dilakukan kapanpun, dimanapun, dengan situasi yang bagaimanapun. Tidak juga ada batasan harus dilakukan berapa lama. Kita bisa melakukan selama yang kita mau atau secepat yang kita mau.

#Tahap Pertama meditasi.

Sahabatku… Bayangkan kalau diri Anda selangkah demi selangkah sedang berjalan masuk kedalam tubuh Anda sendiri.

Ketika Anda sampai maka jadilah satu dengan tubuh Anda. Resapilah kalau diri Anda berada utuh didalam tubuh Anda.

Dalam diam, cobalah untuk merasakan tubuh Anda. Rasakanlah dan resapilah bagaimana itu diri Anda. Apabila tiba-tiba Anda merasakan rasa, maka cobalah memahami rasa-rasa yang dimunculkan oleh tubuh Anda. Apabila Anda merasakan denyutan, getaran atau gelombang, maka cobalah juga memahaminya.

Pada tahap ini masuklah ke dalam tubuh Anda, perhatikan dan pahami situasi tubuh Anda sendiri. Apapun itu jangan menilai! Cukup memperhatikan dan memahaminya.

 

2#Tahap Kedua meditasi,

Sahabatku… Setelah Anda merasa cukup memperhatikan dan memahami, maka ucapkanlah dengan seluruh diri Anda : “Diri terimakasih telah membuatku memperhatikan dan memahami”

Setelah itu hitunglah mundur 3, 2 dan 1 sambil tersenyum bayangkan diri melangkah keluar dari tubuh Anda.

Tidak ada tahap yang ketiga. Cukup dua tahap saja dan rasakanlah kalau setelah dua tahap yang tampak sederhana ini. Tubuh kita akan terasa lebih ringan, nyaman dan segar. Apabila kita senantiasa melakukan ini, maka tubuh kita akan terakselerasi menjadi lebih seimbang dan semakin seimbang.  

Pahami dahulu kalau meditasi Ini bukan hal yang mistis. Justru bekerja sangat saintific.

Jadi begini, saat secara sadar kita memilih memperhatikan dan mengamati setiap apapun tentang diri kita. Maka secara otomatis bagian jasad kita yang bernama lobus frontal menjadi sangat aktif. Lobus frontal adalah bagian otak yang terlibat dalam pemikiran dan kesadaran emosi tingkat tinggi.

Uniknya, lobus frontal memiliki dua bagian terpisah. Melalui teknologi MRI fungsional (fMRI),  kita dapat menyaksikan bahwa sisi kiri lobus frontal - yang dikenal sebagai korteks prefrontal kiri - lebih aktif ketika orang berpikir positif. Sebaliknya, sisi kanan lobus frontal - korteks prefrontal kanan - lebih aktif ketika orang berpikir negatif.  

Fakta ini menunjukkan bahwa pemikiran kita memengaruhi cara kita merasakan dan sebaliknya.

Artinya, kita memiliki pilihan disini, bagaimana kita mau memperhatikan dan mengamati hidup kita sendiri. Apakah kita akan membiarkan diri tenggalam di warna hitam atau tenggelam di warna putih. Keduanya adalah pilihan. Pahami saja kalau hitam ada karena putih ada.

Kedamaian akan bermakna kalau kita tahu kedamaian itu ada. Sementara untuk tahu kedamaian itu memang ada. Kita butuh mengenal sesuatu yang disebut ketakutan, kecemasan, kesedihan, amarah dan banyak hal lainnya.  

Saat segala rasa ini kita hadapi dan amati dalam kenetralan tanpa penilaian. Akhirnya kita mampu bisa memilih. Kalau ternyata warna putih adalah lebih baik. Maka kita akan memilih putih. Namun bukan berarti kita meniadakan dan menolak warna hitam.

Kalau kita terus melatih kesadaran yang seperti ini, maka kesadaran kita akan mengakselerasi tubuh untuk bekerja sesuai pola yang biasa kita latih. Kalau kita melatih diri untuk senantiasa memilih kedamaian. Maka tubuh akan terbiasa untuk membuat rasa damai itu.

Akhirnya hitam dan putih menjadi seimbang, karena kita memilih menyeimbangkannya. Sampai nanti kita berhasil menjadi manusia-manusia yang senantiasa hidup dalam kondisi bebas stres, bebas ketakutan, dan bebas racun. Bukan berarti karena stress, ketakutan dan racun itu menghilang. Melainkan karena tubuh kita terbiasa melihat segalanya dengan cara yang positif.

Sahabatku… Setiap latihan, membutuhkan proses, setiap proses akan membawa hasil. Jangan pernah mendikte hasil kalau tidak mau beraksi dalam proses. Karena diktean itu adalah khayalan yang nyata.

Kita tidak bisa membohongi kedamaian, karena kedamaian adalah kenyataan yang nyata. Hidup dalam kondisi bebas stres, bebas ketakutan, dan bebas racun adalah kenyataan bukan khayalan.

Sahabatku… Mohon maaf, tapi harus kami sampaikan kalau kesalahan meditasi yang pertama adalah mendikte kedamaian.

Kita mengharapkan kedamaian yang instant hadir begitu saja setelah bermeditasi. Tanpa kita mau memperhatikan dan memahami diri sendiri terlebih dahulu. Padahal, hanyalah diri sendiri yang memiliki kunci untuk membentuk kedamaian itu sendiri. Meditasi hanyalah salah satu cara, tapi bukan kedamaian itu sendiri.

Manusia tidak pergi menuju kedamaian, manusia membuat kedamaian itu bersama-NYA. Kita tidak mengakselerasi tubuh ini sendirian tanpa-NYA.

Sahabatku… Cukuplah ini sebagai alasan, kenapa kita memilih kedamaian.

 

Salam semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com


  • 0
  • Juli 04, 2020
admin16 admin16 Author

OFFICIAL CHANNEL



FREE E-BOOK

3# FREE DOWNLOAD E-BOOK - MENJADI AIR

DATABASE

COPYRIGHT

Seluruh artikel didalam website ini ditulis orisinil oleh tim penulis Pesan Semesta. Artikel yang kami share melalui website ini bukan hasil jiplakan, kutipan atau terjemahan.

Bagi pembaca yang ingin menghubungi penulis silahkan mengrim pesan melalui email : pesansemesta@yahoo.com


SALAM SEMESTA