Pesan Semesta.
melampaui batas menjadi satu

BERBICARALAH YANG BAIK ATAU LEBIH BAIK HENING

 



Sahabatku… mulai sekarang mari kita berbicara yang baik atau lebih baik kita belajar mengheningkan pikiran ini dari kata-kata yang menurunkan vibrasi tubuh kita. Alasannya begini…

Kata-kata mengandung unsur getaran yang memainkan peran vital dalam dunia molekular.

Semakin baik kalimat maka semakin tinggi frekuensinya. Sebaliknya, semakin buruk kalimat maka semakin rendah frekuensinya. Inilah yang menjadi alasan kenapa setiap kalimat memiliki frekuensi tersendiri dan mampu mengubah molekular.

DR. Masaru Emoto sudah membuktikan tentang bagaimana gelombang/frekuensi suara bisa mempengaruhi molekular air. Rata-rata kandungan air dalam tubuh manusia adalah sebesar 55 sampai 60%.  Jadi bisa dibayangkan sendiri, betapa berpengaruhnya kata-kata yang kita ucapkan.

Karenanya sahabatku… Selalu hindari berbicara dengan kata-kata yang TIDAK baik. Baik itu berbicara kepada orang lain atau juga berbicara kepada diri sendiri. Lebih baik berbicaralah yang baik atau diam. Tapi berhati-hatilah juga dalam diam, karena self talk (berbicara kepada diri sendiri) tidak harus bersuara.

Setiap kata-kata yang diucapkan tanpa suara juga menjadi getaran pikiran yang selalu akan bergetar melalui sistem saraf dan dibaca oleh tubuh sebagai sebuah instruksi.

Instruksi itu terbaca oleh otak kemudian dibuatkan representasi nyata perubahan kimia yang kompleks melalui berbagai jenis neurotransmitter (bahan kimia otak)

Artinya, tubuh kita senantiasa berubah tergantung bagaimana kita berbicara dengannya melalui pikiran. Hasil komunikasi ini akan memancar menjadi frekuensi diri sendiri. Lalu frekuensi internal ini akan terus menarik frekuensi eksternal yang sesuai.

Kalau kita ingin terjebak dalam energy yang positif, maka salah satu caranya adalah dengan terus membentuk frekuensi yang baik melalu kata-kata yang baik atau lebih baik kita belajar untuk menjadi hening.

Hening itu tidak berarti harus diam tanpa kata-kata. Hening itu terjadi saat diri tidak lagi sengaja mengganggu dirinya sendiri dengan kata-kata yang menurunkan getaran kesadarannya sendiri.

Apabila kita terus belajar menjadi hening, maka lama-lama kita akan tahu bagaimana itu kedamaian diri.

Salam Semesta

Copyright 2022 © www.pesansemesta.com

  • 0
  • Agustus 09, 2022
admin16 admin16 Author

RAHASIA DOA : SAAT BERDOA JANGAN MEMINTA – BERDOALAH SEAKAN DOA ITU SUDAH TERKABUL

 


Sahabatku… Kesalahan pertama yang kita lakukan saat berdoa adalah MEMINTA. Tapi bagaimana bisa salah – bukankah karena kita tidak memiliki justru kita meminta?

Jadi begini, doa adalah frekuensi yang kita lepas. Dalam berdoa apa yang kita lepas bukan kalimat atau baitnya, melainkan getaran energi yang kita bentuk. 

Karenanya saat berdoa jangan meminta. Saat kita meminta, berarti energi yang kita getarkan adalah energi tidak memiliki. Dengan kata lain, frekuensi yang kita tarik adalah frekuensi tidak memiliki dan frekuensi yang akan kita terima adalah frekuensi yang sama juga.

Maka solusinya adalah, jangan meminta saat berdoa tapi baliklah situasinya. Ambil contoh kita berdoa untuk sembuh. Maka ketimbang berdoa “Ya Tuhan mohon sembuhkanlah saya” cobalah untuk membalik situasinya

“Ya Tuhan terimakasih untuk kesembuhan yang kau anugerahkan. Setiap anggota tubuhku bekerja sedemikian baiknya. Jiwaku menguat. Hatiku gembira dengan kesembuhan ini. Aku senantiasa bersyukur dengan kesembuhan ini”

Dengan cara ini kita membentuk energi yang selaras dengan apa yang kita inginkan, bukan sesuai dengan apa yang TIDAK kita inginkan.

Energi kecukupan adalah vibrasi yang kuat. Kalau kita MERASA CUKUP akan KONDISI yang sudah ada, maka kita akan senantiasa dikelilingi dengan energi yang terus bertambah.

Itulah kenapa Dzat Maha menyakinkan barangsiapa yang bersyukur maka akan ditambah. Kenapa? Karena energy yang bervibrasi dari manusia yang bersyukur adalah getaran kecukupan, maka wajar kalau kecukupannya akan selalu bertambah.

Kita ini dibentuk dari energy, jadi wajar kalau kita bergerak sebagaimana gerakan energy. Sekali lagi, doa adalah frekuensi yang kita lepas. Dalam berdoa apa yang kita lepas bukan kalimat atau baitnya, melainkan getaran energi yang kita bentuk.

Karenanya, saat berdoa jangan meminta. Tetapi berdoalah seakan doa itu sudah terkabul.  Bukan hanya sekedar asumsi namun rasakanlah juga euforianya. Izinkan diri kita tersenyum dan merasakan kecukupannya terlebih dahulu.

Pahami kalau otak tidak mengetahui perbedaan pikiran nyata dengan pikiran imaginasi. Tetapi otak akan senantiasa mengatur vibrasi setiap sel tubuh Anda agar bergetar sesuai arahan kesadaran.

Kesadaran Andalah yang mengetahui perbedaan pikiran nyata dengan pikiran imaginasi. Manfaatkan kemampuan ini untuk membuat manifestasi terbaik Anda.

Tidak ada yang salah disini. Sistem ini bukan sedang mengajari kita untuk membohongi kenyataan. Justru sebaliknya, sistem ini mengajari kalau kita bukanlah korban dari keadaan. Kita hidup bebas untuk membentuk energy kita sendiri.

Dzat Maha tidak pernah membuat kita untuk sedetik pun menjadi korban, kenapa kita menjadi seperti ini, hanya karena kita besar tanpa sedikitpun tahu kalau diri ini tidak terbatas.

Kalau kita memahami rahasia ini, maka kita tidak akan pernah mengulang-ngulang doa yang sama. Tapi kita hanya akan menghadirkan selalu rasa cukup yang sama di setiap desah nafas kita. Rasa cukup yang bergetar dari kesadaran yang paham kalau doanya memang sudah terkabul, dan cukup ditarik ke dalam dirinya sendiri. 

Akhirnya kesadaran pun bisa bersaksi kalau Dzat Maha memang sudah mengabulkan segala DOA.

 

Salam Semesta

Copyright © www.pesansemesta.com

Kami yakin Anda mau bergetar selaras dalam kebaikan. Share dan ajak semesta lainnya untuk bergabung bersama kita dengan cara klik JOIN https://t.me/PesanSemestaPodcast

Follow https://www.instagram.com/pesansemesta.ig/


  • 0
  • Agustus 03, 2022
admin16 admin16 Author

OFFICIAL CHANNEL



Kontak Order Buku

Online Order


Up Kang Wahid :


Up Kang Edy :

DATABASE

COPYRIGHT

Seluruh artikel didalam website ini ditulis orisinil oleh tim penulis Pesan Semesta. Artikel yang kami share melalui website ini bukan hasil jiplakan, kutipan atau terjemahan.

Bagi pembaca yang ingin menghubungi penulis silahkan mengrim pesan melalui email : pesansemesta@yahoo.com


SALAM SEMESTA

Total Tayangan Halaman