Pesan Semesta.
melampaui batas menjadi satu

IKIGAI - MENCARI ALASAN KEHIDUPAN

Seorang sahabat bertanya “Hubungan passion dan IKIGAI bagaimana, yang lebih utama....?” Melalui izinNYA kami menjawab.

Semua manusia begitu percaya dengan kisah Adam dan Hawa sebagai awal kehidupan manusia. Kisah itu bahkan tertulis, meski versinya berbeda-beda. Mana yang benar? Bukan itu yang akan kami bahas disini.

Menyuguhkan kebenaran ditengah kebenaran-kebenaran yang sudah diwajibkan untuk benar adalah perkara yang rumit. Jadi memang sudah bukan tugas kami lagi untuk membenarkan apa-apa. Tapi tetap menjadi tugas kita semua untuk memikirkannya.

Mari berhenti memikirkan kebenaran kisah – mari kita memikirkan alasan dari kisah. Alasan dari kehidupan manusia. Filosofi Jepang menyebutnya ikigai, yang secara singkat berarti alasan kehidupan. Lalu apa alasannya Dzat Maha Pembuat membuat manusia?

Kami tidak akan menjawabnya, mungkin tidak akan pernah. Karena bagaimana mungkin kita bisa menjawabnya – Apakah Dzat Maha yang kita sebut Tuhan butuh sebuah alasan kalau diriNYA sendiri adalah alasan dari segala alasan?

Diri ini sudah menjadi jawaban itu sendiri. Sepaket yang sempurna. Kalau diri ini masih menjadi alasan yang sangat buram, maka itu bukan berarti tidak ada. Apa yang harus dilakukan hanyalah hidup untuk mencari alasan kehidupan, dan bukan hidup untuk menanyakannya.

Sahabatku… Carilah dan berilah makna dari setiap hal yang kita lakukan. Beginilah cara kita menjadikan alasan kehidupan diri ini cerah.

Hanya saja selama manusia masih hidup di zona pencari keuntungan, maka akan masih menjadi sulit untuk mencari makna. Karena bagi manusia yang seperti ini, makna adalah keuntungan yang menguntungkan.

Sementara makna itu bukan keuntungan. Perhatikanlah daun-daun yang gugur. Apakah menguntungkan bagi daun-daun itu untuk dimatikan begitu saja? Kalau seluruh daun-daun itu tidak memahami makna dari kematiannya maka sudah pasti seluruh pohon akan bersedih saat musim gugur hadir.   

Pohon gugur sebagian besar berasal dari tempat di mana musim dingin menjadi begitu dingin dan bersalju. Ketika sangat dingin, air di pohon bisa membeku - daunnya berhenti bekerja dan bahkan bisa rusak oleh kristal es.

Pohon gugur tahu untuk mempersiapkan ini, dan mereka mulai mengambil nutrisi dari daun ketika musim gugur - itulah kenapa kita dapat melihat mereka berubah warna.

Saat pohon tidak berdaun, mereka tidak bisa menghasilkan makanan. Tapi mereka tidak akan kekurangan nutrisi karena mereka telah menyerap habis. Apa yang harus dilakukan sekarang hanyalah berjaga-jaga agar nutrisinya cukup.

Sama seperti beruang yang hibernasi dan tertidur sepanjang musim dingin, pepohonan akan tidur lama sampai air yang membeku mulai bergerak lagi. Mereka bisa terus hibernasi sampai terjadi musim semi, atau saat hujan mulai turun lagi. Kemudian, mereka bangun dan mengeluarkan daun baru, sehingga mereka bisa mulai membuat makanan lagi.

Jadi meski daun sangat penting bagi pohon, tetapi terkadang lebih baik bagi pohon untuk melepaskannya. Mereka dapat menyimpan semua bagian yang bagus dan jika ada cukup air, mereka dapat menggunakannya untuk menumbuhkan daun baru.

Artikel ini tidak hadir untuk menceritakan biologi pohon gugur, tapi biarlah ini menjadi contoh yang akan memberpikirkan setiap akal yang mau berpikir.

Sahabatku… Untuk mencari alasan kehidupan maka hilangkanlah pikiran yang selalu mencari keuntungan. Kita tidak hidup untuk mengemis keuntungan. Kita hidup untuk menjadi penyebar makna.

Itulah kenapa passion ada, yaitu untuk menetralkan diri dalam melakukannya agar makna bisa tersebar, dan alasanNYA bisa tampak.

Agar makin paham. Genggamlah sebentar jantung kita ini. Pahamilah jantung ini tidak diuntungkan oleh siapa-siapa, bahkan oleh diri kita sendiri, tapi bukankah dia terus berdetak? Lalu apa maknanya bagi jantung detakan itu? Selama manusia masih mencari keuntungan, maka jawabannya pasti tidak.

Sahabatku… Lepaskanlah diri dari keuntungan, maka itu lah makna. Teruslah lakukan, dan itulah alasan.

Mungkin kita menggeleng-geleng saat menemukannya. Ternyata alasan kehidupan ini hanya untuk menyebar makna didalam alasanNYA.

Unik! Itulah kenapa Tuhan memang tidak pernah pantas didikte.

Jadi sahabatku… Passion akan menjadi alasan kehidupan kalau diri sudah dilepaskan dari keuntungan. Kalau begitu hubungkanlah keduanya dengan sebaik mungkin. Waspadai ego dan ajaklah akal untuk menuntun. Percayalah alasanNYA akan tertemukan. DIA memang sudah menjadi sedekat itu. Inilah hubungan utamanya…

 

Salam semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

#pesansemesta

  •  
  •  
  •  
  •  
  • 0
  • Oktober 27, 2020
admin16 admin16 Author

APAKAH GOLDEN RATIO (RASIO EMAS) = 1,618 ADALAH KEBETULAN?



“We’re creatures who are genetically programmed to see patterns and to seek meaning” 

Berabad-abad yang lalu, ada seorang yang dikenal dengan nama Fobinacci. Dia mulai mengamati pola alam yang indah di sekitarnya; Dari susunan daun pada tumbuhan, hingga pola kuntum bunga, daun pinus, atau sisik nanas. Ternyata semuanya memiliki pola yang sama dan pengaturannya berjalan 1, 2, 3, 5, 8,13, 21, 34 dan seterusnya.

Saat kita mulai menghitung rasio bilangan fibonacci dengan bilangan fibonacci sebelumnya, kita akan mendapatkan hasil seperti 1.61803… bilangan irasional yang dibulatkan menjadi 3 tempat desimal 1.618 yang merupakan rasio emas yang kita baca.

Sahabatku… Jujur saja membahas teori golden ratio dalam selembar kertas yang sempit pastinya akan membosankan! Itu karena teori golden ratio itu sangat unik dan menyenangkan. Dimana kita bisa menyaksikan dengan jelas simetri-simetri semesta yang terbentuk dan persamaan mereka yang terancang dengan sangat detail dan indah.

Kalau kita sudah mulai menghitung, maka akan sulit berhenti. Karena kalau dijabarkan, ternyata kuantitas fisik adalah properti dari bahan yang dapat diukur oleh pengukuran.

Lucunya, meski dapat diukur, namun kemunculannya sendiri hadir tanpa sedikitpun pernah diketahui penyebabnya. Membuat kita bertanya-tanya: Apakah ini hanya kebetulan belaka?

Sayangnya memang kita tidak pernah hidup sebagai semesta yang dirancang dalam kebetulan. Segalanya membawa usul, alasan dan tentunya sebuah awal. Kebetulan adalah alur proses yang tidak terpahami. Jalur alur yang luput dari pengamatan dan kewaspadaan, itulah kebetulan. Jadi bahkan kebetulan pun memiliki awal.

Sementara awal tidak muncul dengan kata kebetulan. Pertama dari yang pertama itu adalah sebuah perencanaan bukan kebetulan. Sesuatu tidak mungkin dikatakan kebetulan karena kebetulan bukan kebetulan.

Pikirkan, kalau ‘kebetulan’ tidak pernah ada. Bukankah memang harus ada yang merancang agar ‘kebetulan’ itu ada? Jadi sangat logis kalau bahkan ‘kebetulan’ butuh yang namanya rancangan.

Kalau dikatakan energi muncul begitu saja dari ketiadaan yang menjadi keadaan. Maka siapakah yang merancang energi itu agar menjadi sesuatu.

Kita tidak bisa menjawabnya sebagai ‘kebetulan’ lagi. Kelogisan kita telah menjawab kalau ‘kebetulan’ sendiri butuh rancangan. Jadi kebetulan tidak akan pernah menjadi jawaban dari seseorang yang logis.

Bagi akal kebetulan itu tidak akan pernah ada. Selalu ada makna dibalik apapun. Selalu ada perencanaan yang tersistematis dan memiliki makna dari apapun yang terbentuk. Dan makna itu sendiri adalah pelajaran yang berharga bagi mereka yang berpikir dengan akalnya.

Misalkan saja saat kita memperhatikan bentuk diri kita sendiri. Pastinya kita bisa menemukan begitu banyak perencanaan yang terlalu terencana. Contoh terpentingnya adalah molekul DNA, cetak biru kehidupan itu ternyata didasarkan pada rasio emas juga.

DNA tersusun atas dua rantai heliks tegak lurus yang saling berjalinan. Panjang lengkungan pada setiap rantai heliks ini adalah 34 angstroms dan lebarnya 21 angstroms. (1 angstrom adalah seperseratus juta sentimeter.) 21 dan 34 adalah dua angka Fibonacci yang berurutan.

Apakah ini adalah kebetulan? Kalau kita menjawab iya, tetap ini adalah kebetulan yang sangat terencana bukan? Tanpa bisa menaruh penjabaran apa-apa tentangnya.  Tanpa pernah diketahui alasan kemunculannya. Tetap semesta ini memang ada yang merancang. Jelas ada kecerdasan yang beroperasi dibalik tiap energi yang terbentuk.

Tentunya ada SATU kecerdasan yang bergerak tanpa batas kecerdasan dan kreativitas. Kecerdasan yang terus bekerja netral merancang. Lalu berkat rancangannya, terbentuklah segala sesuatu di alam semesta.

Dimana semua bentuk dan fenomena yang terbentuk hanyalah berawal dari SATU kecerdasan ini. Golden ratio sebenarnya hanya pengingat kalau PERANCANG YANG SATU itu memang ada.

Apabila kita mengakui yang SATU ini sebagai TUHAN. Maka pertanyaannya; apakah betul kita memang telah menTuhankannya?

Jelas pengakuan kita akan menjadi kebohongan besar kalau tidak dilakukan. Sementara tidak sopan bukan membohongi SANG SATU yang telah merancang dan membuat kita?

Sahabatku… Terlepas dari persepsi kita yang bimbang akan kebetulan atau bukan, mari kita ambil saja sisi terbaik dari golden ratio. Bukankah sisi baiknya kita jadi mau memikirkan ulang tentang Sang Perancang? Kalau Sang Perancang itu adalah Tuhan, maka apakah kebetulan kita akan mengaku telah mentuhankannya?

Jujur kami sendiri tidak menyangka kalau ujung akhir tulisan sederhana ini ternyata jauh lebih rumit ketimbang judulnya. Mungkin memang begitulah adanya. Kita memaksa diri mengaku memiliki Tuhan tapi lalai mentuhankannya. 

Sebuah kenyataan yang sinis. Padahal akal kita paham kalau Dzat Maha tidak mungkin butuh apa-apa lagi – apalagi itu butuh dituhankan. 

Hanya saja, kalau memang akal kita paham Dzat Maha tidak butuh dituhankan, maka kebutuhan siapakah mentuhankanNYA kalau bukan kebutuhan kita sendiri… Tapi kenapa kita bergerak seakan tidak butuh?

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

#pesansemesta

  •  
  •  
  •  
  • 0
  • Oktober 24, 2020
admin16 admin16 Author

TIGA PESAN DARI MASA DEPAN



Sahabatku… Pahami tiga point nasihat dibawah ini maka masa depan akan menjadi milik kita.

PESAN PERTAMA :

MANUSIA tidak memiliki ‘waktu’ di masa depan manusia membawanya”

Waktu tidak tercipta seperti karpet merah yang terbentang dari awal sampai ujung. Waktu itu hanyalah seperti karpet aladdin. Jadi dalam hidup ini kita akan terus berjalan dengan sepetak karpet yang sama.

Setiap energi yang terbentuk memiliki waktu ruangnya sendiri-sendiri. Waktu ruang adalah tempat dan momen ketika energy berubah menjadi materi. Setiap partikel pembentuk materi adalah energi yang terus berfluktuasi dalam ruang.

Dengan kata lain, setiap partikel memiliki dan membawa terus waktu ruangnya karena keberadaan energinya yang terus berfluktuasi. Mungkin sebatas inilah ilmiahnya waktu yang bisa dipahami manusia saat ini.

Baik dalam diam ataupun dalam gerak energi yang membentuk dan menghidupi kesadaran kita terus berfluktuasi. Akibatnya; kita memiliki waktu.  Dimana kita membawa waktu dan ruang itu dalam setiap gerakan kita.

Jadi, masa depan bukan waktu yang akan terjelajahi. Kita saat ini dan kita 30 tahun kedepan akan terus membawa waktu yang sama. Yang membuat keadaannya berbeda adalah apa yang telah kita lakukan dalam pergerakan energi kita.

Sahabatku… Waktu tidak hilang atau terganti, waktu adalah bukti keberadaan energi yang abadi.

Apabila kita mengharapkan sebuah masa depan, maka jangan harapkan waktunya. Cukup saja pastikan kita terus bergerak untuk membawanya.

 

PESAN KEDUA :

Masa depan TERJADI KARENA masa sekarang”

Waktu adalah masa sekarang. Masa depan adalah peresepsi yang dibentuk pada masa sekarang. Masa lalu adalah persepsi yang telah dibentuk. Hasilnya adalah memori yang tersimpan dan sebab akibat yang bergurlir dari apa yang telah terbentuk.

Ibaratkan membentuk masa depan seperti adegan ini;

Anda meletakkan ember kosong dibawah keran tertutup dan meninggalkan ember itu selama 10 jam. Lalu setelah 10 jam Anda kembali untuk melihat isi embernya. Mungkinkah akan ada air dalam ember itu?

Hukum probabilitas akan menjawab “Tidak” karena tidak ada input air sama sekali. Anda tidak membuka kerannya dan tidak membiarkan airnya menetes. Tidak ada juga sumber air lain yang masuk ke dalam embernya.

Bisa saja mungkin kita memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi. Namun kalau adegan diatas dibuat menjadi adegan tunggal, maka tetap kemungkinannya menjadi tidak mungkin. Tetap saja embernya akan berisi 0% air.

Bandingkan lagi dengan adegan yang ini;

Anda meletakkan ember kosong dibawah keran, memutar sedikit keran diatasnya agar menetes satu tetes air.  Anda meninggalkan ember itu selama 10 menit. Lalu setelah 10 menit Anda kembali untuk melihat isi embernya. Mungkinkah akan ada air dalam ember itu?

Hukum probabilitas akan menjawab “Iya” karena ada input air, meskipun itu hanya setetes.

Sahabatku… Masa depan itu bukan tentang 10 menit atau 10 jam mendatang. Bukan juga tentang 10 bulan atau 10 tahun mendatang. Masa depan itu adalah apa yang kita lakukan sekarang.

Itu pula yang dipikirkan oleh Einstein, dia menemukan bahwa waktu tidak absolut, tetapi relatif. Dimana dua jam yang sama yang telah disinkronkan dapat mengukur waktu yang berbeda jika satu bergerak dengan kecepatan tinggi sementara yang lain tetap diam.

Sahabatku… Surga itu tidak berada diujung jalan – surga itu adalah jalan itu sendiri.

Apabila kita mengharapkan sebuah masa depan, maka senantiasalah bergerak untuk membentuk masa depan itu pada masa sekarang. Gerakan kita pada masa ini adalah masa depan kita nanti.

 

PESAN KETIGA :

“MASA DEPAN ADALAH FLUIDITAS - COBALAH UNTUK TIDAK MENDIKTE SEMESTA”

Seperti air yang mengikuti ceruk, begitulah kita akan menikmati masa depan.

Itulah kenapa manusia yang mentargetkan masa depan sebenarnya akan kecewa. Tapi seseorang yang berbaik sangka pada masa depan akan bahagia. Tapi apa bedanya?

Sahabatku… Dalam membentuk masa depan ada dua cara yang sama, tapi menghasilkan rasa yang jauh berbeda. Dimana rasa ini kita akan butuhkan untuk bisa menikmati masa depan.

Pertama, membentuk masa depan dengan target.

Kedua, membentuk masa depan dengan berbaik sangka.

Saat manusia membuat target maka dia akan beraksi. Saat manusia berbaik sangka juga dia akan beraksi. Dua cara yang sama, keduanya adalah sama-sama beraksi.

Bedanya; target itu adalah mendikte semesta agar sesuai dengan apa yang ditargetkannya. Masalahnya, saat seseorang beraksi dengan mentargetkan masa depannya, maka apa yang akan ditargerkannya, baik jumlahnya atau kondisinya selalu tergantung dengan persepsinya saat ini.

Sementara persepsi seseorang akan terus berubah berdasar sebab-akibat aksi yang dilakukannya. Manusia adalah makhluk yang sangat dinamis. Disinilah letak fluiditasnya masa depan.

Untuk mendukung hal ini, maka akan sangat baik apabila seseorang terus beraksi dan dalam aksi yang dilakukannya dia tetap mempersilahkan semesta untuk menunjukan bagian-bagian terbaiknya. Dan inilah yang kami maksud dengan membentuk masa depan dengan berbaik sangka.

Sahabatku… Cobalah masuklah sebentar, lihatlah hidup Anda 10 tahun yang lalu dan bandingkanlah dengan hari ini. Bagaimana menurut Anda?

Jadi, apakah Anda akan tetap mentargetkan banyak hal untuk 10 tahun lagi, atau Anda hanya akan berperasangka sebaik mungkin kepada semesta untuk setiap aksi yang akan Anda lalui selama 10 tahun kedepan. Pilihan ada ditangan Anda sahabatku… Akhir pesan dari masa depan :

Masa depan selalu sama bagi seluruh makhluk. Tidak ada yang ditakdirkan memiliki masa depan lebih indah dari yang lain. Surga adalah pintu yang terbuka bagi siapa saja. Kalau pun nanti ada yang berhasil memasukinya, itu bukan karena waktunya. Tapi karena pemilik masa depan itu telah membentuk masa depannya secara baik.

Itu karena waktu tidak membawa perubahan. Pemilik waktunyalah yang bergerak, berkembang dan berubah. Semua tentang masa depan adalah tentang apa yang bisa kita lakukan didalam waktu. Bukan apa yang waktu lakukan kepada kita.

Waktu hanya melakukan satu hal berharga yaitu memberi kita kesempatan membentuk.Tapi waktu sendiri tidak pernah mendikte apa yang kita bentuk. Waktu akan terus menemani kita dalam kenetralan. Apapun itu yang kita bentuk, bahkan saat kita tidak membentuk sama sekali.

Dalam masa yang sekarang ini bentuklah energi yang terbaik. Janganlah takut… Bagaimanapun juga itu semua adalah masa depan yang kita bentuk bersamaNYA.

Kebersamaan manusia denganNYA adalah keabadian energi yang tidak terbatas oleh masa. Inilah bagian terbaik yang manusia miliki dari masa, sayang manusia jarang mengingatNYA.

Ingatlah barang sebentar sahabatku… Ingatlah DIA Yang Maha Mengingat.

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com


  • 0
  • Oktober 24, 2020
admin16 admin16 Author

KUNCI UTAMA AGAR MAMPU NETRAL DALAM BERAKSI



Sahabatku… Seberapa sering kita dibuat kecewa oleh hasil dari aksi yang kita lakukan sendiri? Apabila kekecewaan terus berlanjut, maka kita butuh sesuatu yang disebut kenetralan dalam beraksi.

Lalu apa itu netral dalam beraksi?

Netral dalam beraksi yaitu belajar untuk menghargai tiap aksi dan hasil yang dibawanya. Terus waspada dengan sebab akibatnya dalam penerimaan yang patuh. Tidak bersedih hati dengan hasil dan terus melangkah dengan kesadaran kalau sisi yang berseberangan dari hasil yang kita dapat itu memang ada. Kalau kita mau menerimanya, maka kita pasti akan sampai. Apa yang harus kita aksikan hanyalah melakukan sebab-sebab terbaik untuk mencapainya.

Sahabatku… Netral dalam beraksi seharusnya sudah menjadi dasar dari segala aksi yang kita pilih. Renungkanlah... Betapa sering kita mengharapkan hasil tanpa mewaspadai aksi?

Kita ingin kekayaan namun beraksi untuk tetap tidak memakmurkan. Kita ingin kecerdasaan namun beraksi untuk tidak berakal. Kita ingin manisnya iman namun justru beraksi untuk tidak mengimaniNYA.

Begitulah adanya, memang sedikit sekali dari manusia yang sadar dengan aksinya sendiri. Itulah kenapa kita tidak pernah menjadi manusia yang netral dalam aksi hidup kita sendiri. Akhirnya, kita harus selalu kecewa pada hasil. Padahal kekecewaan itu hanya pertanda kalau kita memang belumlah netral.

Seseorang yang netral dalam beraksi selalu melakukan sebab-sebab terbaiknya dan bukan hanya sekedar mengharapkan hasilnya.

Itu karena mereka hanya memilih untuk beraksi dan tidak memilih untuk berharap. Mereka sadar harapan hanyalah rekayasa terbesar yang dilakukan oleh diri apabila tidak dibarengi dengan aksi. Satu-satunya cara agar harapan menjadi nyata yaitu dengan mewaspadai setiap aksi agar sebab akibat dari harapannya berwujud.

Seseorang yang netral dalam beraksi paham betul kalau dirinya sudah dihidupkan dengan kesempurnaanNYA. Kesempurnaan yang tidak perlu lagi dinilai atau ditakar untuk dibandingkan. Namun hanya dimaksimalkan. Akhirnya setiap aksi dirinya ujung-ujungnya adalah untuk memaksimalkan kesempurnaanNYA.

Hasil dari netral dalam beraksi adalah seseorang yang menjadi sangat TIDAK khawatir dengan hasil, yang justru dia khawatirkan adalah saat dia berhenti beraksi. Karena dia sadar hanya dalam aksi-lah kesempurnaanNYA bisa berwujud.

Itulah kenapa dalam kenetralan aksi, tidak akan pernah ada wadah bagi kekecewaan, yang ada hanyalah wadah bagi optimisme dan kewaskitaan diri yang terus meningkat.

Kita bergerak optimis karena kita tahu disetiap gerak kita hanyalah ada diriNYA. Tidak ada gerak yang negatif. Negatif hadir agar kita berwaskita lalu menyusun aksi-aksi hebat untuk menarik sisi yang sebelahnya.

Dzat Maha membuat positif sebagai nilai, sama seperti negatif juga. Kedua nilai ini saling memberi dan menerima. Jangan membuang salah satu diantaranya, rangkulah keduanya dan itulah kenetralan aksi.  

Sungguh suatu perjalanan yang seru. Ingat selalu untuk membawa kuncinya!

Kuncinya adalah diri yang mau menyaksikan segalanya sebagai kemahaan Dzat Maha Pembuat. Apabila kita bisa menyaksikan segalanya sebagai Dzat Maha, lalu bagian mana yang tidak bisa kita hargai… sederhana bukan?

Praktekanlah sahabatku… Tetap saja kesederhanaan hanya terletak pada aksi. Netral bukan berdiam tanpa aksi, bahkan air yang tercipta netral pun terus mengalir sebagai tanda kepatuhan kepada pembuatNYA.

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

  •  
  •  
  •  
  • 0
  • Oktober 24, 2020
admin16 admin16 Author

MEMAHAMI GERAK MOLEKULAR SEMESTA



Seorang sahabat bertanya “Apa maksudnya terus bergerak dengan gerakan yang dinamis?” Melalui anugerahNYA kami menjawab.

Sahabatku… Apa itu gerakan, kalau semuanya adalah bergerak? Nyatanya, dalam diam kita bergerak, dalam tidur kita bergerak, dalam hening kita bergerak. Gerakan adalah alasan keberadaan materi fisik dan non fisik semesta.

Berbicara tentang gerakan manusia, maka mau tidak mau kita akan berbicara tentang gerak molecular semesta. Semua materi fisik semesta terbuat dari atom. Ikatan atom bersama-sama mengikat untuk membentuk molekul.

Faktanya, molekul terus bergerak. Gerak molekular adalah properti dari semua materi; molekul dalam gas bergerak jauh lebih cepat daripada molekul dalam cairan. Tetapi bahkan molekul dalam benda padat masih bergerak. Apabila molekular ini berhenti bergerak maka dipastikan material hilang.

Karena molekul sangat kecil, pergerakannya diatur oleh hukum mekanika kuantum. Itulah kenapa gerakan molekular bagi manusia berperilaku dengan cara yang tampaknya aneh dan tidak dapat diprediksi, karena kita terbiasa mengamati segala sesuatu dengan skala besar dalam kehidupan kita sehari-hari.

Padahal saat molekul bergerak, mereka bergerak dengan cara yang sangat spesifik. Salah satu jenis gerakan molekuler adalah getaran. Getaran atom dan ikatan dibatasi karena cara mekanika kuantum berhubungan dengan simetri mereka.

Jenis getaran yang berbeda memiliki tingkat energi yang berbeda pula. Pada suhu yang lebih tinggi, mode getaran yang berbeda (lebih banyak getaran) tersedia untuk molekul.

Saat molekul didinginkan, mereka dapat bergetar dengan cara yang semakin sedikit, sehingga gerakan melambat mendekati nol absolut. Namun, mekanika kuantum memiliki fitur aneh yang disebut energi titik nol. Itu berarti bahwa bahkan pada tingkat energi terendahnya, sebuah molekul tidak memiliki energi nol. Molekul, bahkan pada nol mutlak, selalu memiliki energi. Energi titik nol vibrasi molekul masih sesuai dengan gerakan.

Simpan paragraph diatas kalau kita bertanya “kenapa semuanya tentang semesta bergerak?” Jawaban singkatnya adalah ENERGI.

“SEMESTA ADALAH ENERGI TANPA BATAS, TANPA BUTUH DEFINISI NAMUN HANYA PENUH DENGAN GERAKAN YANG BERMAKNA”

Perhatikanlah air sahabatku… Ketika gelombang mikro melewati air, molekul air menyerap sebagian energi gelombang mikro dan akibatnya mereka berputar dan berputar, menggeliat, saat radiasi lewat. Namun setelah gelombang mikro hilang, molekul berhenti bergerak lagi, dan kembali bergerak sesuai dengan gerakannya.

Jadi seberapa cepat molekul bergerak itu semua tergantung molekul dan keadaannya. Dari sini kita mempelajari sisi dinamis yang kita miliki.

Kita adalah semesta. Kita adalah gerakan. Kita adalah dinamis. Kita adalah makna. Namun bagaimana kita bermakna tergantung seberapa dinamis kita bergerak. Karena kita adalah semesta yang diberi pilihan memilih gerakan.

Lalu gerakan apa yang akan kita pilih sahabatku…? Siapa yang membuat kita memilih gerakan itu? Kenapa dan untuk apa gerakan kita itu bergerak?

Dibutuhkan sesuatu yang disebut kesadaran untuk menjawab semua pertanyaan diatas. Ingat hukumnya; sejauh mana kualitas jawaban akan tergantung dengan kualitas kesadaran.

Beruntungnya, kesadaran itu dinamis. Kesadaran bisa meningkat dan membentuk kualitas yang baru. Sekarang tinggal bagaimana kita senantiasa belajar untuk mengambil pelajaran dalam setiap gerakan yang bergerak ini.

Untuk meningkatkan kesadaran, maka mulailah dari terus mempelajari gerakan dalam diri terlebih dahulu. Karena apa yang diluar diri akan terus mengikuti yang dari dalam diri.

INGAT : Kita melihat dan mengolah dunia luar dengan dunia dalam. Kesadaran akan mengubah struktur fisik manusia.  Molekul DNA adalah molekul paling berevolusi dan paling kompleks yang dibuat Dzat Maha.

Nukleus itu dinamis, dengan segala sesuatu — kromosom, nukleolus, dan sebagainya — berputar-putar secara acak. Namun dalam dekade terakhir, para peneliti telah menyadari bahwa DNA pada kromosom di dalamnya dapat memposisikan dirinya sendiri dengan cara tertentu, cara yang dapat mengubah aktivitas gen yang sedang dipindahkan.

Jadi siapa bilang, dalam gerakan ini kita tidak bisa membuat gerakan yang baru? Siapa bilang dalam kesadaran ini kita tidak bisa membuat kesadaran yang baru? KITA BISA SELAMA KITA TIDAK PERNAH BERHENTI BERGERAK. TERUSLAH BERGERAK BERSAMA-NYA.

Hidup kita ini tidak akan pernah menjadi pelajaran yang terbatas? Tidak pernah sahabatku… Energi tidak memiliki batas gerakan.

Lagipula berapa banyak gerakan yang dimiliki oleh satu nyawa kalau kita adalah materi yang dinamis? Jujur kita akan sibuk bahkan untuk sekedar mempelajari bagaimana molekular jasad ini bergerak dalam diamnya kesadaran.  

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemsta.com

#artikelpesansemesta

  • 0
  • Oktober 14, 2020
admin16 admin16 Author

APAKAH BETUL DENGAN MENGAKTIFKAN PINEAL GLAND AKAN MENINGKATKAN KESADARAN?

 


Sahabatku… Melalui izinNYA mari kita meluruskan hal ini terlebih dahulu.

Pertama : Peningkatan kesadaran dihasilkan dari totalitas kerja otak yang saling terhubung.

Berarti, peningkatan kesadaran hanya akan terjadi apabila seseorang mau mengaktifkan seluruh komponen otaknya secara total dan bukan hanya satu komponen saja.

Pineal gland adalah salah satu komponen dalam otak. Hanya saja secara teknis teruji, tidak hanya satu komponen ini saja yang menghubungkan seseorang dengan kesadarannya. Melainkan seluruh komponen didalam otak juga ikut berperan.

Misalnya, kita membutuhkan hippocampus untuk membantu menyortir memori yang akan disimpan. Pastinya tanpa pekerjaan hippocampus ini, peningkatan kesadaran tidak akan terjadi. Karena bagaimana seseorang meningkatkan yang tidak bisa diingatnya?

Misal lainnya, adalah amygdala. Salah satu fungsi peningkatan kesadaran adalah untuk mengontrol seseorang agar lebih waskita dengan emosinya. Pasalnya, secara teknis itu bukan tugas pineal gland melainkan tugas amygdala sebagai penentu kontrol emosi.

Kalau kita mau mengambil misal yang lebih penting lagi adalah bagian otak visual korteks dan pituitary. Dimana dua bagian otak ini berperan dalam visual perspektif dan persepsi manusia. Apakah mungkin kesadaran bisa ditingkatkan tanpa adanya peran dua bagian otak ini?

Jadi sahabatku… RUMOR TENTANG MENGAKTIFKAN PINEAL GLAND UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN harus ditelaah kembali secara teknis agar menjadi lebih efektif dan tidak bersifat khayalan.

 

Kedua: Peningkatan kesadaran dihasilkan dari aktifasi otak yang ditingkatkan.

Sahabatku… Mohon digaris bawahi kalimat aktifitas otak yang ditingkatkan. Disini kami menggunakan kata otak dan bukan salah satu komponen otak.

Lalu apa itu meningkatkan aktifitas otak? Meningkatkan aktifitas otak adalah meningkatkan kinerja otak setahap demi setahap secara keseluruhan.

Karena otak manusia itu tercipta dinamis. Sementara sudah menjadi keniscayaan apabila dinamisme itu tidak akan pernah terwujud tanpa adanya aksi. Aksi itu sangat penting dan otak manusia sangat memahami keniscayaan satu ini.

Ambil contoh sel glial. Didalam otak kita terdapat hampir 90% sel glial, angkanya lebih besar ketimbang sel neuron. Dahulu ilmu pengetahuan bertanya-tanya; Kenapa? Ternyata diketahui sekarang kalau sel glial memiliki fungsi yang lebih penting didalam otak ketimbang neuron itu sendiri.

Sudah kita ketahui, kalau satu barometer peningkatan kesadaran adalah meningkatnya kecerdasan. Perlu diketahui juga kalau kecerdasan bagi jasad manusia adalah satu simpul neuron dalam otak.

Semakin banyak simpul neuron berarti kecerdasan si empunya otak tinggi. Karena hanya akan ada satu simpul untuk satu kecerdasan.

Pembentukan simpul ini diperintahkan oleh sel glial. Jadi sel glial merespon setiap aktifitas yang kita lakukan. Apabila tidak ada gerakan aktifitas baru, maka sel glial tidak akan memerintahkan neuron untuk membuat simpul baru.

Dari sini saja, sudah terlihat bukti nyata kalau manusia memang sudah disiapkan untuk menjadi makhluk yang penuh aksi. Tinggal bagaimana kita memilih aktifitas-aktifitas seperti apa yang dibutuhkan oleh semesta untuk kita lakukan.

Dari sini juga kita telah memiliki jawaban tentang bagaimana kita bisa meningkatkan kesadaran kita, yaitu dengan mengaktifkan 100% kapasitas otak kita. Caranya adalah dengan terus bergerak dalam gerakan yang dinamis.

Amati, saksikan, pelajari dan lakukan hal-hal beragam yang luar bisa dalam hidup ini. Percayalah otak kita tidak akan pernah overload kalau kita gunakan untuk itu semua. Otak bersifat dinamis. Apapun yang ingin kita tingkatkan maka otak akan mensupportnya.

Akhir kata sahabatku… Beginilah aktifasi otak yang sebenar-benarnya untuk meningkatkan kesadaran. Lakukan aktifasi ini untuk meningkatkan kesadaran, guna terjadi kesadaran kolektif yang menyatu dalam harmonisasi semesta yang sebenarnya.

Peningkatan kesadaran tidak akan pernah terjadi apabila hanya dilakukan untuk memenuhi ego pribadi. Karena peningkatan kesadaran manusia hanyalah untuk menjadikan dirinya gerbang rahmat-NYA bagi semesta alam. Luruskanlah niat agar proses peningkatan kesadaran ini menjadi mudah sahabatku...

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

  • 0
  • Oktober 08, 2020
admin16 admin16 Author

432 HZ BUKANLAH FREKUENSI ALAM SEMESTA


Seorang sahabat bertanya “Apakah frekuensi alam semesta adalah 432 Hz?” Melalui anugerahNYA kami menjawab.

Sahabatku… Apabila ada seseorang yang mengklaim 432 Hz adalah frekuensi semesta, maka pastikan saja kalau itu bukanlah kebenaran absolut. Kebenarannya; Semesta tidak bergetar pada satu frekuensi. Semesta ini adalah kumpulan harmoni frekuensi-frekuensi yang saling terhubung.

Membicarakan keterhubungan frekuensi dan bagaimana frekuensi saling mempengaruhi, sebenarnya jauh lebih penting ketimbang mencoba menetapkan satu angka absolut untuk satu kebesaran penciptaan yang tidak akan bisa terukur.

Nyatanya, manusia Bumi memang masih terlalu jauh untuk mendikte Sang Pencipta. Alam semesta adalah kebesaran yang tidak akan bisa terukur. Luasnya alam semesta ibarat imajinasi jalan buntu. Kita tidak bisa benar-benar mampu menggambarkan luasnya semesta, hanya bisa mengamininya.

Dalam keluasan ini, Dzat Maha tidak hanya memilih atau membuat satu frekuensi, Dzat Maha adalah kemahaan penghubung frekuensi-frekuensi dalam alam semesta ini. Setiap frekuensi terhubung langsung kepada Dzat Maha. Terhubung kepada segalanya dan mempengaruhi segalanya.

Jangan jauh-jauh membuat contoh; bahkan diri kita bergetar pada frekuensi yang berubah-ubah. Bagaimana kita berpikir, bagaimana kita berperilaku, dan apa yang kita rasakan di dalam menentukan frekuensi kita.

Lalu setelah frekuensi ini telah kita tentukan, maka frekuensi ini mulai memancar dan mempengaruhi getaran yang lain. Uniknya juga frekuensi akan terus menarik frekuensi yang sama. Seperti magnet yang otomatis menarik apapun, meskipun itu bukan hal yang ingin kita tarik.

Kalau kita masih berpikir proses ini adalah hal yang mistis, maka kami sarankan untuk sedikit saja mempelajari fisika. Dalam fisika frekuensi diukur dalam satuan hertz (Hz), yaitu laju terjadinya getaran dan osilasi.

Frekuensi digunakan untuk menentukan dan membedakan pola getaran. Jadi, atom yang bergetar pada laju yang lebih cepat akan dianggap frekuensi yang lebih tinggi daripada atom yang bergetar pada laju yang jauh lebih lambat.

Kalau kita bertanya, kenapa frekuensi bisa dihitung? Maka jawabannya karena semesta ini semuanya adalah energi didalam energi. Dari pemahaman dasar ini saja sudah mampu menjawab kalau semesta ini berisi unlimited frequency.

Karena baik itu manusia, tumbuhan, hewan, benda angkasa, kursi, atau bahkan pikiran, segala sesuatu yang ada di semesta adalah bagian dari jaringan frekuensi getaran elektromagnetik. Jaringan energi ini memenuhi semesta, di angka manapun frekuensinya, baik itu Hz – GHz – Tz sampai berapapun frekuensi yang belum mampu dihitung manusia Bumi.

Jadi kesimpulannya sahabatku… Kita ini adalah energi yang tidak memiliki batas frekuensi. Satu-satunya batas manusia adalah akalnya sendiri. Sekuat dan seluas apa akal ini mampu menggetarkan frekuensi, maka begitulah semesta ini akan bergetar. Bagaimanapun juga kita ini adalah kecerdasanNYA. Jangan sia-siakan akal ini sahabatku…

Akhir kata kalau kita bertanya; Apakah frekuensi 432 Hz adalah frekuensi yang baik? Maka jawabannya adalah tergantung.

Frekuensi semesta adalah jalinan-jalinan yang terhubung. Sebaik-baiknya frekuensi adalah frekuensi yang sudah mampu bergetar dalam kebersamaan denganNYA.

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

  •  
  •  
  • 0
  • Oktober 04, 2020
admin16 admin16 Author

CARA MENEMUKAN TUJUAN HIDUP



“What is my life purpose?”

Sahabatku… Tujuan hidup itu bukan tujuan sementara yang berubah sesuai dengan usia dan keadaan. Tujuan hidup tidak berubah. Tujuan hidup adalah permanent, menjadi bagian yang tidak berubah dari alasan keberadaan kita sebagai khalifah diatas muka bumi ini. 

Setiap orang di planet ini memiliki tujuan hidup. Orang Prancis menyebutnya, Raison d'etre, “alasan keberadaan”. Orang Jepang menyebutnya Ikigai, “alasan untuk hidup; artinya hidup; apa yang membuat hidup layak untuk dijalani”. Dharma “cara hidup yang benar” dan “jalan kebenaran”. Dalam filosofi Daois, tujuan hidup adalah jalan yang mengatur alam dan kosmos ke dalam keteraturan dari kekacauan. Jalan menciptakan stabilitas dan keteraturan dalam kekacauan perubahan.

Manusia dari generasi ke generasi sudah memiliki naluri kalau kehadiran dirinya memiliki tujuan. Naluri itu akan semakin mengental saat seseorang tidak sengaja menjebak dirinya untuk mengikuti penilaian manusia yang lainnya.

Unik memang; Setiap manusia memiliki tujuan hidup. Namun, untuk menemukan tujuan hidup setiap manusia harus menutup mata dari penilaian manusia yang diluar dirinya, dan hanya fokus memahami dirinya dahulu.

Jadi singkatnya, tujuan hidup tidak akan pernah ditemukan apabila diri sibuk untuk menilai dan dinilai. Mungkin satu-satunya hal awal yang dibutuhkan untuk menemukan tujuan hidup adalah dengan menjadi sangat egois untuk mengendalikan egonya sendiri.  

Ego manusia itu sangat rentan dengan yang namanya penilaian orang lain. Padahal setiap kita adalah unik dan sempurna. Masing-masing kita sudah dibuatkan kemampuan yang sempurna. Tugas kita hanya lah menemukan kesempurnaan itu dan berperan dengannya.

Peran bukan untuk dibanggakan. Peran menjadi fungsi kita dalam hidup ini, kebaikan yang kita torehkan didalam Semesta. Tidak ada yang lebih baik dari yang lainnya. Karena perbedaan peran masing-masing kita lah yang membuat hidup ini utuh dan seimbang.

DZAT MAHA sudah mengaturnya sedemikian rupa, sekarang tinggal kita menemukan peran kita, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan pengabdian.

Tapi bayangkan! Mungkinkan seseorang menemukan kesempurnaan dan peran dirinya sendiri sambil terus menerus membiarkan dirinya dinilai untuk sama?

Sulit sahabatku… Fitrah keunikan manusia dibuat untuk tetap dipertahankan berbeda. Seseorang tidak bisa menyamakan nilai yang diluar dirinya sesuai dengan nilai dirinya sendiri. Karena individu-individu yang berbeda ini akan menjalani kompleksitas hidup yang berbeda pula. Lalu akhirnya, mereka akan berperan dan bertugas berdasarkan keunikan mereka masing-masing, untuk saling melengkapi satu sama lainnya.

Jadi sahabatku… Apabila hari ini Anda masih belum menemukan tujuan hidup itu, maka cobalah lakukan tiga langkah dibawah ini. Tapi ingat syarat awalnya diatas: Jangan menilai dan membiarkan diri terpengaruh pada penilaian. Jadilah netral kepada diri. Semoga tiga langkah dibawah ini mampu menjadi ilmu dan aksi yang mampu mencerahkan jalannya:

LANGKAH PERTAMA : TEMUKAN PASSION

Kebanyakan kita juga salah mengartikan passion (hasrat) sebagai cita-cita. Sebenarnya bukan, meski terkadang mirip. Cita-cita adalah impian yang belum berwujud. Sementara passion itu bukan impian, passion itu adalah sesuatu yang nyata yang memang sudah melekat didalam tiap diri manusia. Setiap manusia memiliki passion

 

Memiliki passion atau hasrat diri berbeda dengan memiliki pekerjaan. Pekerjaan adalah untuk pemenuhan nilai-nilai manusia dan kebutuhan hidup. Sementara passion adalah pemenuhan jati diri, tugas manusia diatas planet bumi yang harus ditemukan dan dijalankan untuk menjaga keseimbangan kehidupan.

 

Oleh karena passion adalah panggilan kepada tugas awalnya, maka passion tiap manusia bersifat unik dan apa adanya. Mungkin passion kita sangat sederhana, yaitu membuat orang tersenyum. Tapi tetap itulah passion kita. Tinggal nanti memikirkan cara perwujudannya.

 

LANGKAH KEDUA : SETTING GOAL

Passion atau hasrat diri yang sudah menguat dan terasah, maka akan menuntun manusia untuk mensetting goal sebagai langkah perwujudan.

Hati-hati dalam langkah ini. Sekali lagi ingatkan selalu diri untuk menetralkan dirinya. Karena bisa saja goal ini sama sekali tidak masuk akal. Sama sekali tidak dihargai. Sama sekali tidak mungkin.

Tapi begitulah tujuan hidup! Tujuan hidup tidak pernah meng-copy pola. Setiap manusia memiliki pola nya masing-masing. Jadi sekali lagi, biarkan diri ini netral dengan tujuan hidupnya sendiri.

Kalau dalam langkah kedua itu kita terdampar dalam kesendirian, maka lakukanlah langkah ketiga dibawah ini.

 

LANGKAH KETIGA : LAKUKAN UNTUK KEMAKMURAN

Tujuan hidup ada untuk sesuatu yang disebut kemakmuran. Apa itu kemakmuran?

Kemakmuran adalah memfungsingkan diri untuk kehidupan, bukan untuk keuntungan. Manusia memakmurkan kalau manusia sudah bisa berperan untuk kehidupan semesta, bukan sekedar mencari keuntungan bagi diri sendiri.

Betul memang awalnya kita mencari passion dan mensetting goal dari dalam diri sendiri, tapi apabila yang dari dalam itu sudah muncul kepermukaan, maka yang muncul bukan untuk keuntungan peribadi tapi keuntungan bersama.

Kemakmuran itu bukan tentang hak tapi kewajiban. Hidup ini selalu tentang kewajiban apa yang harus dilakukan dan bukan tentang mana hak saya? Tapi apa kewajiban saya?

Hidup itu sendiri sudah menjadi hak yang sudah kita terima, dan sekarang tinggal kewajiban kita saja yang seharusnya sudah kita laksanakan.

 

Itulah kenapa menemukan tujuan hidup adalah titik kritis yang harus dilakukan, karena itu adalah kewajiban yang tertunda bagi kehidupan.

Tujuan hidup adalah peran kebermakmuran manusia bagi kehidupan. Sangat mulia bukan?

Itu kenapa banyak ajaran yang mengingatkan kalau tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah. Betul apa adanya, tapi jangan salah memahaminya.

Beribadah itu adalah kebaikan yang kita lakukan dengan mengatasnamakan seluruh kebaikan Dzat Maha Baik tapi bukan untukNYA. Namun bersamaNYA.

Sebagai Dzat Maha pastilah diriNYA tidak membutuhkan apapun lagi dari semesta ini. Ibadah kita ini adalah untuk menjadi penyebar kebaikan-kebaikanNYA sebagai semesta untuk semesta.

Dari semesta untuk semesta. Itulah kenapa seseorang yang sudah berperan dalam tujuan hidupnya selalu beraksi untuk kemakmuran bukan keuntungan.

 

------

Akhir kata sahabatku… Jangan meragukan diri untuk menemukan tujuan hidupnya. Berlemah lembutlah dan janganlah berputus asa. Dengan siapa lagi kita menemukan tujuan hidup ini kecuali dengan diriNYA bukan?

Dzat Maha tidak berada di ujung hidup manusia. Dzat maha membersamai manusia dari awal hingga akhir yang tidak berujung. Tujuan hidup selalu ada berkat kebersamaan yang abadi ini.  

 

Salam Semesta

Copyright 2020 © www.pesansemesta.com

  • 0
  • Oktober 02, 2020
admin16 admin16 Author

OFFICIAL CHANNEL



FREE E-BOOK

3# FREE DOWNLOAD E-BOOK - MENJADI AIR

DATABASE

COPYRIGHT

Seluruh artikel didalam website ini ditulis orisinil oleh tim penulis Pesan Semesta. Artikel yang kami share melalui website ini bukan hasil jiplakan, kutipan atau terjemahan.

Bagi pembaca yang ingin menghubungi penulis silahkan mengrim pesan melalui email : pesansemesta@yahoo.com


SALAM SEMESTA