Pesan Semesta.
melampaui batas menjadi satu

Biarkan Jiwa Mendekat Kepada PemilikNYA








Dalam hidup ini ada moment dimana kita pernah merasakan kekosongan, kehampaan dan kegelisahan. Itu kita rasakan bukan karena kita tidak memiliki segalanya. Justru malah datang saat kita merasa memiliki segalanya. Saat kita merasa telah menjalani hidup dengan sangat benar. Saat kita merasa telah bekerja keras dan fokus. Saat kita mendapati goal-goal telah menjadi nyata dan dunia dalam genggaman. Namun ternyata itu semua terasa tidak cukup lagi untuk kita.

Ada ruang kosong dengan pintu yang menganga. Ruang itu terasa hampa dan tidak berarti. Ruang itu terisolir. Ruang itu terasa sempit dan gelap. Ruang itu terus memanggil agar kita masuk untuk membenahi isinya.

Tapi ternyata memasukinya tidak semudah itu. Malas menghampiri kita untuk segera datang kedalam ruang itu. Terus saja kita mengalihkan diri. Beribu alasan sengaja dibuat-buat. Namun semakin kita mengalihkan, semakin diri kita merongrong dalam kekosongan.

Kebahagiaan yang dahulu kita syaratkan, tidak lagi terasa bahagia. Kemenangan yang dahulu kita rasakan tidak lagi terasa sebagai menang. Didalam kita hanya merasa sebagai pecundang dibalik segala yang telah kita miliki. Pagi menjadi sangat mendung, malam pun menjadi sangat gelap.

Sahabatku… Pernahkah Anda merasakan hal diatas atau jangan-jangan itulah yang Anda rasakan sekarang? Kalau iya, maka izinkan kami memberi tahu bahwa ruang kosong itu tidak lain adalah ruang jiwa yang belum terpenuhi keinginnya. Lalu apa itu keinginan jiwa?

Jiwa hanya memiliki satu keinginan. Keinginan jiwa hanyalah ingin berdekatan kepada pemilikNYA. Sekarang lah waktunya membiarkan jiwa mendekat kepada pemilikNYA.

Dalam hidup ini, tidak masalah seberapa sibuk kita memperjuangkan keinginan manusiawi kita. Namun jangan sampai pernah kita mengabaikan jiwa. Biarkan jiwa kita selalu mendekati pemilikNYA dalam kondisi apapun. Dalam sibuk, dalam sempit, dalam tawa ataupun dalam sedih. Jangan memilih satu moment untuk berdekatan. Jangan hanya menunggu sedih untuk mendekat dan lupa saat tawa, begitu juga sebaliknya. Biarkan jiwa selalu mendekat dalam moment apapun, dimanapun dan bagaimanapun.

Sahabatku… Kenapa Jiwa kita perlu mendekat kepada pemilikNYA? Karena kita tidak memiliki jiwa, selain kita adalah jiwa itu sendiri. Anda adalah jiwa yang ter-install didalam jasad, lalu dihidupkan. Jiwa tidak tercipta begitu saja. Jiwa kita memiliki pemilik. Bukan kita yang memilikinya, namun SANG PEMBUAT JIWA itu lah pemilikNYA.

Menjauhkan jiwa dari pemilikNYA seperti memasuki gerbang kesengsaraan. Tidak ada seseorang yang lebih menderita dari pada seorang perindu. Jangan biarkan jiwa merasakan perihnya merindu, karena perihnya hanya akan membuat sengsara. Sebagai jiwa tentu kita akan merasakan perihnya bukan?

Mulai sekarang agar tidak merasakan perih. Maka izinkan jiwa untuk senantiasa mendekat kepada pemilikNYA. Lalu bagaimana caranya mendekat? Sangat mudah sahabatku… Karena DIA adalah dekat, maka rasakanlah kedekatan itu dan hiduplah didalamnya.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com




  •  
  • 0
  • Juni 25, 2019
admin16 admin16 Author

Jawaban Mitokondria : Apakah Penuaan Adalah Takdir?


Hidup untuk mati. Begitu kira-kira singkatnya apa yang di jalani manusia sejak awal kelahirannya didunia. Bukankah kita memang hidup untuk mati? Waktu yang seakan bergerak maju, sebenarnya hanya bergerak mundur. Seorang bayi lahir dan menjadi besar dengan terus menghitung mundur jatah hidupnya. Namun lucunya sebagian manusia merayakan setiap jatah waktu yang terpotong darinya. Kita tidak akan membahas tentang ucapan selamat ulang tahun disini. Kita akan berbicara tentang menjadi tua.

Menjadi tua adalah sebuah kepastian, umur manusia terus bertambah, meski tidak selamanya tuanya umur manusia sebanding dengan penuan jasadnya. Tua adalah keniscayaan. Penuaan jasad adalah pilihan.

Karena bagaimana penuaan itu berlangsung akan menjadi pilihan tiap jasad. Dalam hitungan mundurnya, jasad manusia akan terus kehilangan fungsi sel metokondria-nya. Namun sekali lagi, ini adalah pilihan. Apa yang kita pilih akan menentukan sebab akibat hidup kita. DIA memang menciptakan kita dengan sesuatu yang disebut kebebasan memilih. Kalau Anda memilih tua tanpa mengalami penuaan. Maka mohon berilah waktu sejenak untuk membaca artikel ini. Setelah selesai membaca ini Anda akan setuju bahwa Tua adalah takdir, sementara penuaan adalah pilihan.

Sahabatku… Banyak hal yang membuat mitokondria kita rusak sehingga jasad kita menua. Sebenarnya penuaan tidak membutuhkan patokan umur, itulah kenapa ada istilah penuaan dini. Apabila Anda secara kebetulan mengalami gejala-gejala penuaann dini, maka sudah saatnya Anda memperhatikan jasad.

Jasad manusia terdiri dari sel-sel. Setiap organ kita adalah kumpulan sel. Didalam sel terdapat mitokondria. Fungsi singkat mitokondria ini adalah untuk memberikan energy kepada sel untuk tetap hidup dan juga memutuskan sel harus mati agar tidak tetap hidup. Sel yang seharusnya mati tapi tetap hidup hanya akan menyebabkan disfungsi, contohnya tumor dan kanker. Sementara sel yang seharusnya hidup namun mati juga adalah sumber disfungsi lainnya, contohnya segala gejala penuaan Anda.

Sahabatku… Agar kita terhindar dari penuaan jawaban utamanya adalah KITA HARUS MENJAGA MITOKONDRIA. Caranya adalah dengan menghindari apa yang membuat mitokondria rusak. Sehingga mitokondria tetap prima dan penuaan tidak terjadi. Mitokondria yang prima artinya adalah sel-sel yang prima. Sementara sel-sel yang prima adalah jasad yang prima.  

Lalu apa yang menyebabkan mitokondria rusak? Salah satu yang dibutuhkan mitokondria untuk menghasilkan semua energy dan melakukan fungsinya terhadap sel adalah oksigen. Mitokondria membutuhkan oksigen.

Mitokondria sama halnya seperti api yang akan padam tanpa oksigen, jika mitokondria kekurangan oksigen, mereka juga berhenti bekerja. Jadi oksigen bukan hanya berfungsi untuk bahan kita bernafas, tapi juga bahan kita mendapatkan energy. Tidak ada energy, tidak hidup!

Selain itu organel yang penting ini memiliki kapasitas untuk regenerasi, yang dikenal sebagai biogenesis mitokondria. Ada satu hal aktif yang dapat menggangu biogenesis mitokondria, satu hal itu adalah stress. Para peneliti menemukan bahwa kortisol mengubah fungsi mitokondria.

Berarti ada dua hal penting yang kita pelajari disini, tentang apa yang mampu menggangu mitokondria; yaitu kekurangan oksigen dan stress.  Sesuatu yang sama-sama berhubungan. Karena pastinya stress dapat menyebabkan darah kurang mengirimkan oksigen ke jantung dan otak. Kedua organ ini akhirnya melakukan banyak pekerjaan dan membutuhkan banyak energi. Tetapi tanpa oksigen, mitokondria berhenti bekerja, dan ini bisa menyebabkan sel-sel di otak atau jantung bisa rusak atau bahkan mati. Sebaliknya, jika oksigen kembali normal, maka mitokondria menjadi error, dia akan kewalahan dan menghasilkan banyak "radikal bebas". Ini adalah bahan kimia yang sangat reaktif yang akhirnya menyebabkan banyak kerusakan didalam jasad manusia.

Akhir kata yang bisa kita simpulkan adalah apabila manusia tidak mau metokondria-nya rusak dan tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka mau tidak mau kita harus mencoba untuk tidak atau mengurangi stress dan mencoba untuk menghirup lebih banyak oksigen berkualitas.

Sahabatku… Pastinya setiap sel yang membentuk jasad kita, akan terus menerus kehilangan fungsi sel metocondria-nya. Dan inilah asal muasal penuaan. Tua adalah umur yang terus berkurang, dan ini adalah keniscayaan, sementara penuaan jasad adalah pilihan. Tidak ada guna krim-krim anti aging, tidak ada guna seluruh vitamin-vitamin itu kalau Anda terus-terusan memilih stress dan membiarkan bumi dalam keminiman oksigen. 

Sahabatku… Penuaan tanpa menjadi tua adalah sangat mungkin. Tapi jelas kita tidak mau membuka pintu dan menggelar karpet merah bagi penuaan dini. Bahkan kita inginnya menjadi tua tanpa penuaan. Kalau begitu mari kita mulai dengan kasih sayang. Kasih sayang kepada diri dan kasih sayang kepada bumi.

Faktanya, setiap hari kita dihadapi dengan stress, dan oksigen yang dihasilkan bumi terus berkurang. Jadi jelas kita membutuhkan pilihan kesadaran kita sekarang. Setiap pilihan selalu harus dipilih diawal dengan kesadaran tanpa rasa penyesalan. Kesadaran yang didasari penyesalan adalah sakit hati yang perih. Meski tidak pernah ada kata terlambat untuk sebuah kesadaran.

Akhir kata sahabatku… KeadilanNYA bisa kita rasakan di segalanya. DIA memberi kita umur dengan memberi kita pilihan tentang umur kita sendiri. Hanya kadang kita saja yang tidak bisa memilih dengan kasih sayang. Sementara kasih sayangNYA meliputi segala takdirNYA.

Salam Semesta
Copyright © www.PesanSemesta.com

  •  
  •  
  • 0
  • Juni 23, 2019
admin16 admin16 Author

Perbedaan Yang Dibutuhkan Manusia

Sahabatku… Dalam hidup ini kita memang selalu setuju dengan yang namanya perbedaan. Kita tidak akan bisa hidup tanpa perbedaan. Kita hidup dalam anugerah perbedaan. Wajah kita pun adalah anugerah perbedaan. Sangat membosankan bukan kalau hanya ada satu bentuk wajah di semesta ini. Sama juga membosankannya kalau hanya ada satu jenis tanaman di satu taman yang luas. Taman akan terlihat lebih indah dengan ke aneka ragamannya.

Lihatlah keindahan bunga-bunga dalam video ini, mereka juga membawa perbedaan warna-warni yang menawan di dalam hidup mereka. Ternyata hamparan taman yang indah pun menerima anugerah perbedaan. Jelas kita memang membutuhkan perbedaan. Apa jadinya kita tanpa perbedaan?

Manusia selalu memaklumi kebutuhan. Kita memaklumi manusia membutuhkan uang, karenanya kita membuka lapangan pekerjaan. Kita memaklumi manusia membutuhkan pendidikan, karenanya kita membuka sekolah-sekolah. Kita memaklumi manusia membutuhkan perawatan saat sakit, karenanya kita membuka rumah sakit. Begitu seterusnya, kita terus memaklumi kebutuhan-kebutuhan kita, lalu bagaimana dengan kebutuhan kita akan perbedaan?

Sahabatku… Apa yang membuat kita tidak memaklumi perbedaan adalah hal yang berbeda dari kenapa alasan kehidupan itu adalah perbedaan. Kita tidak memaklumi perbedaan untuk kemenangan. Sementara kehidupan adalah perbedaan, karena memang kehidupan bukan hanya tempat untuk para pemenang.

Kehidupan adalah kehidupan… SANG PENCIPTA PENGHIDUP tidak memilih kehidupan tapi menciptakan kehidupan. Resapilah sahabatku… Sekuntum bunga yang tidak memiliki waktu hidup selama waktu hidup manusia. Mereka hanya hidup sebentar untuk membawa pesan, agar manusia mengerti bahwa warna-warna perbedaan kita hanyalah wujud kehidupan. Mereka hidup dalam keheningan hanya agar kita mampu melihat perbedaan dalam kedamaian.

Sahabatku… Bukankah kita membutuhkan kehidupan untuk terus hidup? Kalau jawabannya adalah iya, kenapa kita terus merusak wujud kehidupan itu untuk sebuah kemenangan?


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com

  • 0
  • Juni 20, 2019
admin16 admin16 Author

Hubungan Scientific Memori Dengan Spiritualitas









Anggaplah sekarang umur Anda pada tahun ini adalah 60 tahun. Dengan rasa hormat bolehkah kami bertanya tentang 59 tahun milik Anda yang telah berlalu. Bukankah semua hanya terkenang sebagai memory didalam benak Anda? Lalu apabila kami meminta izin untuk menghapus seluruh memory yang tertinggal itu, dan setelahnya kami tanyakan pertanyaan yang sama – tentang kemanakah 59 itu pergi? Maka Anda pun akan dengan polos bertanya “59 tahun yang mana?”

Sahabatku… Begitulah waktu. Hitungan mundur yang terkesan maju. Hal yang kita ingat tentang waktu-waktu mundur itu hanyalah karena kita merasa memiliki sekelumit memory tentangnya. Meski kita tidak mengingat ke semua moment yang terlewat, tetap sisa-sisa moment yang teringat itu sangat berguna. Ingatan-ingatan itulah yang membuat kita bisa mengakui kalau kita telah melewati moment demi moment dalam hidup ini.

Memory adalah sebuah identitas hidup yang kita bawa didalam otak kita. Andai identitas itu rusak atau terhapus, maka apalah hidup kita ini. Lalu dibagian otak manakah memory diolah dan disimpan?

Sahabatku… Hippocampus membantu manusia memproses dan mengambil dua jenis memori, memori deklaratif dan hubungan spasial. Ingatan deklaratif adalah yang terkait dengan fakta dan peristiwa. Contohnya, bagaimana menghafal pidato atau kalimat dalam sebuah drama. Sementara ingatan hubungan spasial melibatkan jalur atau rute. Misalnya, ketika seorang sopir taksi mempelajari rute melalui kota, mereka menggunakan memori spasial.

Uniknya hippocampus adalah tempat mengolah ingatan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Setelah diolah, memory itu akan diimport ke bagian lain dalam otak. Jika hippocampus rusak oleh penyakit seperti penyakit Alzheimer, atau jika mereka terluka dalam suatu kecelakaan, orang tersebut dapat mengalami kehilangan ingatan dan kehilangan kemampuan untuk membuat ingatan baru jangka panjang.

Seseorang  yang hippocampusnya rusak kemungkinan tidak dapat mengingat beberapa hal yang terjadi sesaat sebelum kerusakan hippocampusnya, tetapi mereka mungkin masih mengingat hal-hal yang terjadi lebih lama. Ini karena ingatan jangka panjang disimpan di bagian lain otak.

Jadi memang betul memory manusia bisa rusak dan terhapus. Lalu hal apakah yang mempengaruhi ingatan manusia?  

Sahabatku… Harap diingat bahwa hidup ini tergantung kemampuan kita menyeimbangkan antara jasad dan spiritualitas. Kemampuan ini mempengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk didalamnya urusan memory. Hippocampus adalah bagian otak yang sensitif. Berbagai kondisi dapat mempengaruhinya, termasuk paparan jangka panjang terhadap tingkat stres yang tinggi.

Perlu diketahui bahwa hippocampus adalah bagian otak yang memiliki kemampuan menyusut. Penyusutan ini bukan kabar yang baik. Karena ini adalah indikasi terjadinya kerusakan hippocampus. Pada orang dengan depresi, hippocampus dapat menyusut hingga 20 persen. Ulasan penelitian menunjukkan bahwa hippocampus pada orang dengan depresi berat mungkin rata-rata 10 persen lebih kecil dari pada mereka yang tidak mengalami depresi.

Sahabatku… Tanpa hippocampus seluruh tulisan didalam artikel ini tidak akan pernah terserap menjadi apapun dalam ingatan. Begitu pentingnya organ ini, maka penyusutan 10 persen adalah bencana besar, apalagi sampai 20 persen. Karena orang-orang yang memiliki gangguan hippocampus saja (tanpa adanya penyusutan) cenderung memiliki kemampuan mengingat yang buruk.

Penting untuk dicatat bahwa walaupun stres dapat menyebabkan penyakit, stres sebenarnya hanya terjadi pada beberapa orang. Terlalu banyak stres dalam hidup ini adalah betul. Namun semua kembali kepada bagaimana seseorang breaksi terhadap stress, itulah yang menentukan. Disinilah spiritualitas seseorang akan bekerja untuk menyeimbangkan kembali jasadnya. Satu-satunya hal yang merubah persepsi kita dalam menghadapi stress agar tidak menjadi stress adalah spiritualitas. Dengan spiritualitas seseorang akan memiliki kematangan control terhadap respon stressnya. Artinya; stress apapun tidak mempengaruhi level kesadarannya dalam bertindak, berpikir dan berperasaan.

Memang ada banyak cara untuk mengelola stres tetapi tanpa koneksi spiritual yang kuat, cara-cara itu hanyalah perbaikan permukaan. Stres adalah siklus yang bergerak dari stresor ke respons stres kembali ke stresor. Mangkuk di mana siklus ini berada adalah pemutusan kita dari diri sendiri dan dari PENCIPTA kita. Jika Anda tetap terhubung dengan diri dan SANG PENCIPTA, siklus stres tidak pernah mendapatkan momentum.

Itulah kenapa seseorang yang spiritual memiliki management stress yang baik. Karena memang kita harus tahu siapa diri kita, dan bagaimana hidup kita untuk menjalani kehidupan yang tenang dan damai. Ketika kita terhubung kembali dengan diri dan SANG PENCIPTA, cara-cara untuk mengelola stres kita akan muncul secara alami. Karena ketika kita terhubung dengan Yang Ilahi, ada banyak sekali bantuan dan dukungan sehingga kekhawatiran kecil manusia kita, tampaknya tidak lagi penting. Mereka pergi berlalu tanpa arti dan kita pun terus menjadi damai tanpa stress.

Sahabatku… Spiritual adalah hal pribadi yang memang setiap spirit (jiwa) memiliki spiritual. Karena spiritualitas adalah hubungan seseorang dalam memaknai kehidupan dan keTuhanan didalam dirinya. Kita tidak membicarakan agama saat berbicara tentang spiritualitas. Setiap agama dibangun berdasarkan spiritualitas. Jadi meskipun seseorang tidak memeluk agama, bukan berarti dia tidak spiritual. Begitu juga sebaliknya. Bukan berarti seseorang memeluk agama, maka lantas dia menjadi spiritual, meskipun agama dibangun berdasarkan spiritualitas.

Inilah yang menjadi jawaban kenapa banyak dari kita yang beragama, tapi masih mengalami stress dan terjebak didalamnya. Kalau kita bertanya; Kenapa agama tidak bisa menyelematkan mereka? Jawabannya adalah karena tidak adanya spiritualitas dalam beragama mereka. Agama hanyalah label identitas, spritualitas lah yang akan membawa seseorang mau memahami dan memaknai ajaran-ajaran positif yang dibawa oleh label agamanya.

Jadi sahabatku… Apapun agama Anda pahamilah bahwa keagamaan harus didasari dengan spiritualitas, bukan sekedar menyembah tapi turut merasakan keterhubungan dengan yang disembah. Menghadirkan yang disembah dan hidup bersamaNYA sambil terus memaknai ajaranNYA.

Kalau Anda bisa meresapi ini, maka Anda akan mengerti bahwa tidak ada stress dalam hidup ini. Setiap lembar goresan memory yang tertanam didalam otak Anda adalah kebersamaan Anda denganNYA dan hanya itulah yang Anda ambil dari hidup ini. Ibarat berjalan dihamparan kebun bunga mawar, Anda hanya memetik mawarnya, bukan memetik durinya.

Memory adalah anugerah kehidupan. Sedetik-sedetik yang berlalu tersimpan dalam ingatan kita sebagai anugerah, bahwa kita memang telah berjalan dalam hidup ini. Saking sucinya anugerah itu, maka apabila kita membiarkan diri memetik duri, maka dia akan rusak. Begitu mudah hippocampus rusak hanya karena duri-duri yang kita petik. Lalu apa lagi duri-duri itu kalau bukan wujud dari stress yang dengan sengaja kita terima dan olah. Dengan sengaja kita menerima dan mengolah semua stress itu dengan stress juga, hanya untuk merusak memory kita sendiri.

Sahabatku… Sekarang Anda sudah menyadari bahwa ingatan akan rusak karena apa yang diingat terlalu berduri. Karenanya, mulai sekarang lihatlah duri hanya sebagai duri, tidak perlu dipetik. Lewati saja. Lihatlah kedepan, bukankah mawar-mawar itu lebih indah? DIA menciptakan duri hanya untuk menjaga mawar-mawar itu untuk Anda. Lalu kenapa Anda tidak menikmatiNYA.

Akhir kata sahabatku… Biarkan hippocampus Anda merasa nyaman karena Anda hanya fokus kepada mawar-mawar yang memang telah dihadirkan untuk Anda ingat. Biarkan duri-duri itu pada tempatnya, maka hippocampus Anda akan bahagia dengan memorinya.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com




  • 0
  • Juni 20, 2019
admin16 admin16 Author

Bagaimana Caranya Membuat Kebahagiaan Instant ?









Sebelum kami menjawabnya, kami ingin Anda percaya terlebih dahulu. Percaya kalau memang seluruh manusia di takdirkan berbahagia termasuk Anda. Karena apa yang akan kami sampaikan adalah science bukan motivasi belaka.

Sahabatku… Setiap manusia memiliki konsep kebahagiaannya masing-masing. Anak-anak bahagia dengan mainan mobil, sementara orang dewasa bahagia dengan mobil sungguhan. Pengangguran bahagia diterima bekerja, karyawan bahagia membuka usaha. Semua kebahagiaan adalah konsep. Kita membuat-buat sejuta konsep kebahagiaan didalam pikiran kita. “Ohh andai seperti ini.. dan andai seperti itu.. maka aku akan bahagia”.

Adakah yang salah dari sini? Tidak ada yang salah hanya saja kita telah keliru. Kita keliru karena kita dengan sengaja menjadikan kebahagiaan sebagai rasa langka yang sulit dirasa.

Sahabatku… Dengan menjadikan kebahagiaan sebagai sejuta konsep akhirnya kebahagiaan menjadi sulit berwujud. Sulit karena syarat kebahagiaan yang kita konsepkan itu tidak atau belum kita penuhi. Seorang karyawan akan merasakan kebahagiaan kalau membuka usaha, maka itu dia belum berbahagia selama usahanya belum dipenuhi.

Akhirnya seseorang mati-matian mengejar kebahagiaan. Padahal kebahagiaan adalah sesuatu yang tidak bisa dikejar. Jelas kita tidak bisa mengejar bayang-bayang ketidak pastian. Apakah pasti dia akan membuka usaha? Belum pasti. Kalau begitu kebahagiaannya juga belum pasti, dan kalau belum pasti, maka apa yang dia kejar?

Apa yang Anda kejar sahabatku… Kalau kebahagiaan tidak bisa dikejar melainkan dibuat, dan Anda lah pembuat kebahagiaan itu. Kebahagiaan itu bukan berada di sejuta konsep yang Anda penuhi. Tapi dari sesuatu yang Anda buat, meski sejuta konsep itu belum atau bahkan tidak pernah Anda penuhi.

Lalu bagaimana caranya membuat kebahagiaan?

Selama ini jujur kita telah sangat jahat dengan diri kita sendiri. Kita mempersulit sesuatu yang telah dimudahkan olehNYA. Kita berdoa memohon kebahagiaan kepadaNYA, padahal DIA sudah membuatkan kita alat-alat untuk berbahagia. Lengkap, otomatis dan full capacity, artinya kita bisa membuat berton-ton kebahagiaan dalam hidup kita hanya dengan memencet satu tombol. Dan taraaaa… Berbahagialah Anda. Sangat gratis, mudah, tanpa perlu lelah mengejar, tanpa perlu stress, dan hampir tanpa perlu apapun.

Anda makin penasaran? Pasti! Karena yang kita tahu; kebahagiaan bukan harga yang murah dalam hidup ini. Seumur hidup kita menjadi budak kebahagiaan dan saat ini, ada yang berkata kepada Anda; kalau kebahagiaan sangat gratis, mudah, tanpa perlu lelah mengejar, tanpa perlu stress, dan hampir tanpa perlu apapun. Pastilah kalau Anda penasaran.

Sahabatku…

Ketika kita bertanya pada diri sendiri apa yang membuat kita bahagia, kita sering memikirkan konsep keadaan, harta benda, atau orang-orang dalam hidup kita. Padahal pada kenyataannya, kebahagiaan sebagian besar merupakan pengalaman kimiawi. Terdapat empat neurokimia utama, hormon, dan neurotransmitter yang dihasilkan dalam otak yang pada dasarnya bertanggung jawab untuk menciptakan sensasi dan emosi yang kita asosiasikan, termasuk kebahagiaan.

Artinya; apabila jasad Anda tidak bisa mengolah pengalaman kimiawi ini, maka jangan harap Anda akan merasakan kebahagiaan, meskipun Anda memiliki segudang alasan untuk berbahagia. Begitu juga apabila Anda berhasil memerintahkan jasad Anda untuk mengolah kimiawi ini, maka Anda bisa merasakan kebahagiaan instant, tanpa memiliki satu pun alasan untuk berbahagia.

Itulah kenapa ada istilah bijak yang berkata “Kebahagiaan hadir bukan dari luar, melainkan dari dalam”. Dan memang betul, Anda lah pembuat kebahagiaan. Bukan sejuta konsep ataupun keadaan. Mari kita mempelajarinya sekarang.

Sahabatku… Semua emosi kita disebabkan oleh hormon-hormon tertentu dalam tubuh. Tidak terkecuali kebahagiaan. Banyak bahan kimia yang dilepaskan di otak sebagai respons terhadap kebahagiaan termasuk endorphin, dopamin, serotonin, dan oksitosin. Ini adalah sebagian neurotransmitter yang diaktifkan otak. Neurotransmitter sendiri adalah bahan kimia yang dilepaskan dari sel-sel saraf kita yang menginformasikan bagian lain dari tubuh kita

Kedokteran telah menciptakan obat untuk menargetkan reseptor ini di otak. Obat penenang, pil oksitosin, berbagai macam pil endorphin termasuk morfin, adalah diantara banyak obat-obatan itu. Karena itulah ada istilah penyalah gunaan obat-obatan. Namun, ada cara alami untuk mengaktifkan bagian otak ini tanpa obat-obatan kimia yang merusak. Lalu bagaimana caranya?

Sahabatku… Tahukan Anda kalau bersyukur adalah pikiran positif yang mampu meledakkan kadar dopamin tinggi di otak?  Neuroscience telah menemukan hubungan antara pikiran positif dan aktivasi neurotransmitter tertentu. Jadi dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang disyukuri memaksa perubahan jasad ke fase yang lebih positif. Karena tindakan sederhana ini mampu merangsang lebih banyak neurotransmiter di otak kita, khususnya dopamin dan serotonin, yang meningkatkan perasaan puas. Inilah sebabnya mengapa dopamin dan serotonin sering disebut sebagai "bahan kimia bahagia."

Ketika Anda memfokuskan pikiran pada kebaikan, Anda akan merasa baik. Merasa baik adalah dasar dari segala kebahagiaan. Anda merasa baik dengan bersyukur, maka itu jasad langsung mengatur kebahagiaan INSTANT buat Anda. Ini semua karena Anda memilih bersyukur.

Ini adalah jawaban yang sangat mengejutkan untuk berbahagia. Jadi sejuta konsep kebahagiaan tidak lagi berlaku, kalau Anda memilih bersyukur. Bersyukur bukan sekedar ucapan terimakasih, namun lebih dari itu. Bersyukur artinya rasa menerima segalanya secara rela tanpa alasan atau syarat dari ego. Syukur adalah tentang rasa bukan ucapan. Ada iringan rasa saat bersyukur. Jadi lafaz syukur terbaik adalah rasa penerimaan Anda, bukan lafaz-lafaz terimakasih Anda. Lafaz-lafaz itu tidak akan berpengaruh pada kebahagiaan instant tanpa adanya penyertaan rasa.

Muncul pertanyaan disini. Bagaimana mengaktifkan kemampuan menerima secara rela yang tulus, sehingga rasa syukur bisa muncul tanpa alasan atau syarat dari ego? Jadi ego tidak lagi memperbudak dan mengontrol kebahagiaan kita. Untuk pertanyaan ini Anda bisa menemukan jawabannya pada artikel kami sebelumnya silahkan klik link berikut (https://www.pesansemesta.com/2019/04/menjaga-syukur-yang-sebenarnya.html).

Akhir kata sahabatku… Memang untuk merasakan kebahagiaan kita tidak memerlukan sejuta konsep kebahagiaan, tidak perlu syarat, sangat gratis, mudah, tanpa perlu lelah mengejar, tanpa perlu stress, dan hampir tanpa perlu apapun, selain rasa syukur Anda. Mulai hari ini biarkan rasa syukur yang Anda bawa mengambang dalam kebahagiaan instant yang abadi.

Salam Semesta
Copyright © www.PesanSemesta.com

  •  
  •  
  •  
  •  
  • 0
  • Juni 19, 2019
admin16 admin16 Author

Heboh! Manusia Listrik









Sahabatku… Jangan terkecoh dengan judul diatas. Karena siapa lagi manusia listrik itu? Kalau jawabannya bukan kita semua. Bukan hanya peralatan elektronik, jasad manusia juga adalah pengguna dan penghasil listrik. Namun lucunya tidak pernah ada tagihan listrik yang datang untuk semua listrik yang kita pakai. Lalu dari manakah sumber listrik gratis yang kita gunakan?

Jawabannya adalah atom. Seperti yang kita pelajari dalam fisika, semuanya terdiri dari atom , dan atom terdiri dari proton, neutron, dan elektron. Proton memiliki muatan positif, neutron memiliki muatan netral, dan elektron memiliki muatan negatif. Ketika muatan ini tidak seimbang, atom menjadi bermuatan positif atau negatif. Peralihan antara satu jenis muatan dan lainnya memungkinkan elektron mengalir dari satu atom ke atom lainnya. Aliran elektron atau muatan negative ini, adalah apa yang kita sebut listrik.

Karena jasad kita adalah massa atom yang sangat besar, maka kita dapat menghasilkan listrik. Lalu untuk apakah listrik yang kita hasilkan secara gratis ini?

Sahabatku… Sel-sel manusia dikhususkan untuk melakukan dan mengelola arus listrik. Listrik diperlukan oleh sistem saraf untuk mengirim sinyal ke seluruh jasad dan ke otak, sehingga memungkinkan kita untuk bergerak, berpikir dan merasakan. Tanpa listrik, Anda tidak akan membaca artikel ini sekarang, karena otak Anda tidak akan bekerja.

Otak membutuhkan listrik untuk mengirimkan sinyal antara neuron. Artinya; kita membutuhkan listrik untuk memerintahkan otak membalik omelet kita sebelum gosong, atau untuk sekedar memerintah otak untuk mengedipkan mata. Jadi, neuron otak adalah kumpulan aliran listrik sibuk. Bahkan para ilmuan mengklaim pada waktu tertentu, otak manusia mampu menghasilkan arus listrik yang cukup untuk menyalakan bola lampu 15-20 watt.

Selain otak, di dalam jasad kita ada arus listrik yang lebih sibuk, dan itu adalah ritme jantung kita. Di dalamnya jantung terdapat pengelompokan sel yang dikenal sebagai simpul Sinoatrial Anda (SA node). Sel-sel dalam simpul SA, kadang-kadang disebut alat pacu jantung dan mengandung elektrolit baik di dalam maupun di luar sel.

Sebagaimana kita ketahui, elektrolit yang paling umum di dalam jasad adalah natrium, kalium, kalsium, magnesium, fosfor, dan klorida. Dari mana jasad kita mendapatkan elektrolit adalah dari hasil olah makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Sodium dan kalsium umumnya berada di luar sel-sel kelenjar SA. Kalium umumnya ada di dalamnya. Sementara membran sel bertindak sebagai penghalang antara elektrolit-elektrolit ini. Tekanan dalam aliran darah memungkinkan natrium masuk ke dalam sel sehingga menyebabkan kalium meninggalkannya. Kalium lebih sedikit meninggalkan sel daripada natrium yang masuk. Hasilnya adalah muatan positif yang terus tumbuh.

Ketika muatan itu mencapai titik tertentu, saluran kalsium di membran sel terbuka dan memungkinkan kalsium masuk. Ini membuat bagian dalam sel sangat positif dibandingkan dengan di luar sel, yang dikenal sebagai potensial aksi. Begitu potensi itu mencapai titik tertentu, ia memiliki arus listrik yang cukup untuk melepaskan saraf jantung. Listrik inilah yang menyebabkan otot berkontraksi dan jantung berdetak.

Jadi bagian terparah apabila jasad manusia tidak bisa lagi menghasilkan arus listrik adalah otak dan jantung yang berhenti bekerja. Apabila otak dan jantung kita berhenti bekerja, lalu bagian mana lagi dari diri kita yang tersisa untuk mengoperasikan kesadarannya.

Jangankan berhenti menghasilkan arus listrik, bahkan apabila jasad mengalami gangguan arus listrik saja itu sudah dapat menyebabkan banyak penyakit. Misalnya, arus listrik yang tidak teratur dapat mencegah otot jantung berkontraksi dengan benar, menyebabkan serangan jantung. Apabila terjadi pada neuron otak, maka akan terjadi kelambatan atau disfungsi beberapa organ dan pemrosesan didalam otak. Ini hanya salah satu contoh yang menunjukkan peran penting listrik dalam kesehatan dan penyakit.

Sahabatku… Apakah pernah satu kali dalam seumur hidup, kita mengatur bagaimana jasad untuk menghasilkan arus listrik? Untuk mengatur kemanakah jasad akan menggunakan listriknya? Atau untuk sekedar mengecek apakah arus listrik sudah cukup atau tidak? SAMA SEKALI TIDAK PERNAH. Kita bahkan sama sekali tidak peduli dengan itu semua.

Faktanya! Kita tidak peduli tentang arus listrik kita sendiri. Sering kali kita menjadi frustasi dengan listrik yang tiba-tiba padam. Namun tidak pernah membayangkan betapa frustasinya kalau tiba-tiba arus listrik didalam jasad kita padam.

Sahabatku… Meski kita begitu mengabaikan diri kita sendiri. Namun DIA tidak pernah berhenti mengabaikan kita. DIA tahu kekurangan kita dan melengkapinya. DIA tahu kebutuhan kita dan memenuhinya. DIA tahu kelalaian kita dan memakluminya.

Baru dari arus listrik yang beroperasi otomatis didalam jasad kita saja, kita sudah merasakan kasih sayangNYA yang penuh dengan ketulusan. Ketulusan yang tidak pernah bisa terbahasakan. Bagaimana kita memuji dan berterimakasih dengan jantung yang masih terus berdenyut ini, atau dengan otak yang masih mampu berpikir ini? Mampukah seribu kata terimakasih membayarnya?

Sahabatku… DIA SANG MAHA tidak memerlukan ucapan terimakasih apapun dari kita. Namun kita lah yang harus belajar mensyukuri nikmat ketulusan kasih sayangNYA yang tidak bisa terbahasakan. Karena hanya dengan syukurlah kita mampu merasakan kasih sayangNYA yang penuh ketulusan.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com


  •  
  •  
  •  
  • 0
  • Juni 19, 2019
admin16 admin16 Author

Niat Yang Diluruskan









Sahabatku… Niat adalah bahasa jiwa yang halus. Niat kita berbicara pada tahap paling awal sebelum gerakan apapun dimulai, termasuk gerakan pikiran dan perasaan. Karena inilah, niat dinobatkan sebagai bagian pertama yang terlepas dari jiwa untuk menyentuh system. Artinya, terlepas apakah nanti niat itu nantinya benar berwujud atau tidak berwujud. Tetap system akan memberikan timbal balik dari niat kita, sesuai dengan niat yang tersentuh olehnya.

Untuk mewujudkan niat, akan bergulir system sebab akibat. Bisa jadi niat itu berwujud atau tidak berwujud. Jadi niat ibarat jembatan virtual yang kita bangun. Bahkan sebelum jembatan aslinya terbangun, kita dan niat kita sudah terlebih dahulu menyebrang.

Apakah niat adalah rencana? Tidak, karena bahkan sebelum kita membuat rencana, niat itu sudah muncul lebih awal. Itulah kenapa disebutkan niat adalah bahasa jiwa yang halus. Karena niat terlepas dari rencana, impian, cita-cita, hasrat, keinginan atau penilaian. Selalu ada niat dibalik rencana, impian, cita-cita, hasrat, keinginan atau penilaian. Apapun dimulai dengan niat. Bahkan LOA itu sendiri dimulai dengan niat. Mempraktekkan manifestasi tanpa memperhatikan niat seperti membangun rumah tanpa membuat tiang pondasi. Niat adalah dasar dari segala manifestasi.

Ambil contoh hari ini Budi membawa sekantong beras menuju panti asuhan. Di jalan yang berbeda Joko pun sedang membawa semobil beras menuju panti asuhan. Menurut pandangan manusia Joko lah yang lebih unggul. Semobil tidak sebanding dengan sekantong. Namun bagaimana dengan pandanganNYA, apakah pandanganNYA sama dengan pandangan kita? Apakah yang tersentuh system sama dengan pandangan penilaian kita?

Jauh dari mata kita melihat ternyata Budi membawa sekantong beras ke panti asuhan dengan jiwa yang penuh syukur atas anugerahNYA. Sementara Joko membawa semobil beras menuju panti asuhan dengan membawa jiwa yang bangga karena kesuksesannya. Apakah kita mengetahui hal ini? Sama sekali TIDAK. Niat adalah kemisteriusan.

Misterius karena sarat dengan spiritualitas. Siapa yang mengetahui dan mengenal betul niat manusia selain DIA pembuat manusia itu sendiri. Inilah kenapa disebutkan bahwa niat selalu yang pertama kali menyentuh system. Karena niat adalah kekuatan awal yang memenuhi semua gerak-gerik kita dan langsung menghubungkan kita kepada SANG Pembuat system itu sendiri.

DIA telah membuat system yang begitu kompleks. PandanganNYA adalah pandangan yang berbeda dengan kita. Karena DIA MAHA MENGETAHUI sebelum yang tersirat. Apabila Budi dan Joko karena sebab akibat tidak pernah sampai di panti asuhan. Maka, Budi dan Joko tetap mendapatkan hasil dari yang mereka niatkan. Apabila karena berbagai sebab akibat niat mereka berubah, maka itu pun akan kembali kepada sistemNYA.

Sahabatku… Pemahaman kita tentang meluruskan niat akan menjadi hal yang sangat penting. Karena kita tergantung dari seberapa niat kita menyentuh system. Kalau kita berhasil menyentuh system. Maka system akan mengirim dukungannya, inilah yang dikenal dengan semesta mendukung. Semua akan tersetting untuk mendukung niat yang kita buat. Tentu ada syarat tertentu untuk membuat semesta mendukung, dan syarat itu adalah niat Anda. Ini alasan kenapa kami sebut diatas, bahwa niat adalah dasar segala manifestasi.  

Sayangnya meski niat adalah hal penting, kita sering tidak terlalu sadar dalam berniat dan seakan meremehkannya. Kita lebih sadar dengan membuat rencana, impian, cita-cita, hasrat, keinginan atau penilaian. Tapi kita tidak terlalu sadar dengan niat-niat dibalik itu semua. Contoh kecilnya setiap hari seseorang berangkat kerja dengan membawa niat didalam dirinya; Tapi kalau sekarang secara sadar kami bertanya kepada Anda “Apa niat Anda bekerja?” maka Anda akan berhenti sebentar untuk memikirkan jawabannya.

Mohon jangan tersinggung, ini hanya sebagai gambaran awal saja kalau kita memang tidak terlalu memperhatikan niat. Memperhatikan saja tidak, bagaimana dengan meluruskannya. Jelas kita tidak bisa meluruskan sesuatu yang tidak kita perhatikan. Lalu bagaimana langkah awal kita tentang hal penting ini?

Sahabatku… Langkah kecil yang dilakukan secara sadar, adalah lebih baik dibandingkan langkah-langkah besar yang dilakukan secara sembrono. Artinya; mulai sekarang sebelum memulai aktifitas apapun dalam keseharian kita. Selalu melakukan dengan niat. Meskipun itu hanya makan, tidur atau belajar. Cobalah secara sadar untuk meletakkan dan mencari alasan-alasan yang baik dan positif dalam aktifitas kita.

Misal, sebelum makan jadilah sadar, kalau kita makan bukan hanya dengan membawa niat menghilangkan lapar, tapi juga dengan niat mengambil energy baik yang terkandung dari makanan untuk kebutuhan jasad. Sebelum tidur, kita bukan hanya tidur untuk menghilangkan kantuk dan lelah, tapi juga dengan niat mengistirahatkan jasad agar nanti setelahnya jasad bisa bertugas dengan lebih baik lagi. Sebelum belajar apapun kita bukan sekedar belajar untuk pintar, tapi niat untuk menjadikan proses belajar sebagai sarana memperbaiki diri.

Selalu dan selalu sadar dengan niat Anda dalam aktifitas apapun. Dimulai dari yang tampak remeh, sampai nanti menuju hal-hal yang lebih serius. Karena apapun yang Anda terima, akan selalu berbanding lurus dengan niat yang Anda kirimkan. Luruskanlah niat selurus-lurusnya jiwa Anda mampu dalam kebaikan, dan beginilah cara Anda menyentuh pemilik system YANG MAHA BAIK.

Sahabatku… Meluruskan niat adalah latihan awal sebelum menjernihkannya. Tentunya semakin kita mahir meluruskan niat. Maka akan semakin jernih-lah niat-niat itu. Jernihnya niat dapat kita nilai hanya dari seberapa lurus niat kita untukNYA. Seperti pucuk daun yang memegang butiran embun, begitulah niat kita akan berguguran dari jiwa yang terdalam, murni dan jernih. Kemurnian dan kejernihan yang hanya didapat dari niat yang diluruskan hanya untukNYA.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com



  •  
  •  
  •  
  •  
  • 0
  • Juni 18, 2019
admin16 admin16 Author

Mengenal Software Manusia









Bagaimana jasad Anda ber-operasi dan mengatur diri. Bagaimana Anda berpikir lalu memilih dan mengambil keputusan. Bagaimana Anda mengatur dan menyampaikan emosi. Bagaimana Anda menjadi diri Anda. Kesemuanya adalah pekerjaan software. Manusia memiliki software yang terinstall dari awal kehidupannya mulai dibentuk. Lalu apa nama dari software itu? Software itu bernama JIWA.

Sahabatku… Jiwa adalah hasil dari bahasa dan system pemrograman human intelligence yang tidak pernah terbanyangkan oleh manusia. Tidak ada yang mengetahui bagaimana jiwa bisa dibentuk, tapi jelas kita bisa mengetahui bagaimana jiwa beroperasi dengan cara yang mudah. Caranya adalah dengan memperhatikan diri kita. Diri kita yang sedang beroperasi sekarang adalah software human intelligence yang bernama JIWA. Semua pengoperasian yang terjadi didalam jasad, akal pikiran dan hati. Itu semua adalah berkat kontribusi software jiwa. Tanpa perlu diakui, memang bukan kita-lah yang membuat, menyusun dan mengatur semua pengoperasian itu. Kita hanya menggunakannya. Manusia adalah user dari jiwanya sendiri.

Sahabatku… Kami yakin Anda mengenal salah satu aplikasi software edit foto Photoshop. Didalam Photoshop sang pembuat software sudah membuat dan merancang menu-menu yang mampu memberikan efek canggih pada foto. Tapi ke semua efek itu, kembali lagi tergantung si user yang menjalankan Photoshop. Apakah si user mampu memaksimalkan seluruh menu-menu efek yang sudah disediakan untuk membuat efek yang canggih atau tidak.

Foto boleh sama, aplikasi boleh sama, tapi kalau kemampuan user yang menggunakan Photoshop masih level standar maka hasil editan fotonya juga standar. Kalau kemampuannya professional, maka hasil editan fotonya pun akan professional. Hal yang sama juga terjadi dengan jiwa kita. Jiwa kita itu bukan sekedar kertas yang putih. Jiwa kita adalah kumpulan system-system super canggih yang sedang menunggu profesionalitas usernya.  

Sayangnya kita tidak mengenal diri kita sebagai sebuah wujud tritunggal dengan jelas. Kita hanya mengenal bahwa diri kita adalah manusia hidup. Kita tidak terbiasa membagi diri kita menjadi jasad, jiwa dan ruh. Padahal dengan mengetahui ini, maka semua yang didalam diri akan jadi lebih jelas pengoperasiannya.

Dengan mengenal diri, kita bisa mulai belajar selangkah demi selangkah untuk menjadi professional. Tentunya tidak ada batasan dalam professionalisme, karena segala sesuatunya terus bergerak didalam alur proses. Kalau ini kurang jelas, mohon baca artikel kami sebelumnya (https://www.pesansemesta.com/2019/05/wujud-manusia-adalah-tritunggal.html) ini akan sangat membantu sebagai dasar untuk memahami pembahasan kita kali ini.

Sahabatku… Untuk mengenal jiwa, kita bisa mulai dengan memperhatikan software kita. Software seperti apakah Anda? Bagaimana Anda beroperasi? Faktanya setiap software adalah unik, karena dibuat sesuai dengan jasad. Ruh berbeda dengan jiwa, ruh adalah sesuatu yang undefined (tidak terdefinisikan). Anda memiliki handphone (jasad), handphone akan beroperasi dengan software (jiwa). Tapi keduanya akan percuma kalau handphone tidak memiliki baterai energy yang menghidupi (Ruh), gunanya ruh bagi seluruh kehidupan adalah untuk menghidupi kehidupan itu. Kehidupan tidak akan hidup tanpa adanya ruh. Sementara jiwa adalah pengoperasi kehidupan itu.

Jujur saja, kalau ada yang bertanya; Apa untungnya kita mengenal software. Jawabannya jelas tidak terhingga. Dengan mengenal jiwa maka Anda akan mampu mengoperasikan senjata dengan sangat baik. Lalu apa itu senjata manusia kalau bukan akal. Hal yang terpenting dengan mengenal software adalah kemampuan mengoperasikan akal secara maksimal. Pada level yang tinggi, dengan mengenal software kita bisa masuk ke dalam jasad dan merubah molecular dalam jasad sesuai dengan kebutuhan. Dari mulai meng-upgrade DNA, merubah pola pikir, menghapus pikiran alam bawah sadar, menghapus habbit yang tertanam didalam otak dan banyak hal lainnya yang berhubungan dengan jasad, pikiran dan hati.

Karena inti dari mengenal jiwa adalah Anda menjadi khalifah didalam diri Anda sendiri, sebelum bergerak menjadi khalifah di muka bumi. DIA SANG MAHA ADIL pembuat software manusia mengerti betul, kalau kita membutuhkan semua ini. Tidak mungkin kita diberi tugas tanpa diberi senjata. Dan tidak mungkin juga kita memegang senjata tanpa mengetahui cara kerja senjata itu bukan? Dengan alasan ini lah kita diharuskan mengenal jiwa, yang mana nanti setelahnya kita akan mengenal diri kita sendiri, lalu menanjak naik untuk mulai mengenal fungsi kesemestaannya.

Fungsi kesemestaan adalah tujuan kehidupan, tugas utama manusia. Tidak ada kebetulan dalam kehidupan yang diciptakanNYA. Segalanya memiliki makna dan fungsi. Anda hadir dengan membawa makna dan fungsi bagi semesta, karena Anda adalah bagian semesta. Kita bukan berada didalam semesta, tapi kita adalah bagian semesta. Kita berada didalam waktu dan ruang SANG PENCIPTA, begitu juga dengan semesta juga berada didalam waktu dan ruang yang sama.

Sebagai bagian semesta, setiap jiwa adalah berbeda. Masing-masing manusia unik dan jiwanya memproses dan terus membuat keunikan-keunikan sesuai individunya. Karena tiap-tiap jasad dan jiwa yang dihidupkan memiliki fungsi kesemestaannya masing-masing. Kita diciptakan berbeda untuk saling melengkapi tugas. Bukan berkompetisi menjalankan tugas.

Segala hal dalam hidup ini adalah bagian proses, termasuk tulisan ini adalah bagian dari proses pengenalan kita. Pengenalan akan terus bergulir sampai proses pengaplikasian. Berlanjut dan berlanjut terus tanpa mengenal batas. Hanya DIA lah SANG PENENTU BATAS. Tidak ada ketidak mungkinan selama kita memilih mengalir dalam kenetralan. Ini adalah rahasia mengenal jiwa yang akan kita bahas pada edisi lanjutan.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com



  •  
  •  
  •  
  • 0
  • Juni 18, 2019
admin16 admin16 Author

Generasi Mati Rasa








Apa itu generasi mati rasa? Apa yang terjadi didalamnya? Bagaimana bisa terbentuk? Dan apa yang harus dikhawatirkan darinya?

Sahabatku… Apakah ini hoax? Sayangnya tidak, ini bukan hoax. Ini sedang berlangsung dalam kehidupan kita saat ini. Sedang kita bentuk dan tidak pula kita khawatirkan. Lalu apa itu generasi mati rasa?

Generasi mati rasa adalah generasi yang tidak bisa lagi mengkoneksikan dirinya dengan semesta. Sehingga generasi ini tidak pernah merasakan semesta. Apalagi berfungsi sebagai Semesta. Apalagi menyatu dengan semesta. Padahal manusia adalah bagian semesta. Tapi pernyataan “manusia adalah bagian semesta” menjadi pernyataan yang tabu. Janggal untuk didengar, apalagi dirasakan atau diaplikasikan. Inilah generasi mati rasa yang kami maksud. Generasi yang mati untuk merasakan bagian dirinya sendiri.

Apakah sebuah kepentingan untuk merasakan semesta? Jawabannya adalah IYA. Karena kita tidak terlahir hanya untuk menjadi tua dan dikubur tanpa melakukan fungsi semesta kita. Kalau manusia adalah bagian semesta, dan manusia hadir membawa fungsi semesta. Maka untuk bisa mengetahui dan melakukan fungsi ke-semestaan-nya maka sudah pasti manusia harus merasakan semesta, ini sebagai tahapan awal. Kenapa sekarang hal ini menjadi tabu dan janggal kita dengar. Karena memang terdapat konspirasi besar agar kita menjadi generasi mati rasa. Mati rasa dari merasakan semesta.

Segala yang diajarkan, segala yang diperlihatkan kepada kita selama ini hanyalah konspirasi-konspirasi agar kita menjauh dari kesadaran bahwa manusia adalah semesta. Jujur sulit bagi kita menjelaskan ini secara gamblang. Kami hanya ingin menyampaikan bahwa kita bisa menghentikan ini, minimal kita mulai dari diri kita terlebih dahulu. Minimal diri kita mampu merasakannya untuk yang pertama kali. Merasakan semesta didalam diri kita.

Sahabatku… Kami tidak sedang membicarakan hal yang mistis atau supranatural. Kita sedang membicarakan manusia pada level tertinggi. Bahwa manusia adalah bagian semesta. Apakah ini bisa dijelaskan secara ilmiah? Tentu bisa, silahkan mempelajari sedikit tentang fisika quantum dan kita akan mengerti hal ini. Apakah ini hal yang spiritual? Tentu iya, karena pada level tertinggi ini kita mampu meresapi posisiNYA dalam kehidupan kita. Apakah ini bertentangan dengan hukum agama? Bagian apa yang bertentangan dengan hukum agama, kalau fakta ini justru akan memperbaiki pemahaman seseorang dalam berTuhan.

Kami yakin Anda pasti pernah membaca “We are the universe experiencing itself …” Artinya manusia adalah satu dengan semesta karena manusia itu adalah semesta itu sendiri. Kita adalah semesta. kita diciptakan sebagai pelengkap semesta.

Selama ini kita sering mengartikan semesta sebagai sebuah, wadah tempat kita bernaung. Tidak salah hanya keliru. Karena sebenarnya wadah itu tidak ada. Tidak ada wadah, semua menyatu dalam energy, yang ada hanyalah waktu dan ruang. Sementara ruang dan waktu itu bukanlah semesta. Semesta berada didalam ruang dan waktu itu sendiri.

Sahabatku… Bagi kita yang sangat terbatas pengetahuannya ini memang suatu kehampaan. Pembahasan bahwa manusia adalah semesta itu sendiri adalah kehampaan. Karena tidak bisa dibuktikan. Bagaimana bisa kita beranggapan bahwa wadah itu tidak ada. Lalu dimanakah kita berdiri? Kita meletakan kopi didalam cangkir. Sebenarnya kopi dan cangkir adalah satu. Sama dengan tatakan cangkirnya, sama juga dengan mejanya. Semua berkumpul dalam satu yang disebut dengan ruang. Ruang itu bukan semesta. tapi semesta itu berada didalam ruang, dan ruang hanya akan tercipta didalam waktu.

Sahabatku… Inilah arti yang sebenarnya manusia adalah bagian semesta... Bahwa semesta itu bukanlah wadah. Tapi ruang itulah yang dimaksud wadah. Kita menyatu dengan semesta artinya kita bekerja sama dengan semesta itu sendiri sebagai sebuah kesatuan. Seperti kopi didalam cangkir. Kopi membutuhkan cangkir, dan cangkir membutuhkan kopi agar ia berfungsi sebagai cangkir. Cangkir perlu tatakan, agar sempurna dan tatakan cangkir butuh cangkir agar ia berfungsi. Meja tidak berfungsi kalau tidak ada yang bertahan diatasnya. Jadi meja sedang mencari fungsinya.

Segala yang hidup harus mencari fungsi kenapa ia dihidupkan. Mencari sesuatu yang sudah dibawa.fungsi itu sudah kita bawa dari awal kehidupan. Belatung dibuat untuk merecycle. Atmosfir dibuat untuk melindungi bumi. Paru-paru berfungsi untuk bernafas. Semua bergerak sesuai dengan fungsinya. Semua memiliki fungsi dalam hidup ini. Semua ada maksud dan tujuannya. Baik bagi pelaku maupun bagi korban. Karena semua adalah satu. Kesatuan selalu saling menfungsikan.

Lalu bagaimana kita bisa mengetahui fungsi ke-semestaan kita kalau kita bahkan tidak merasakan? Kalau kita bahkan tidak mengetahui dan mengerti? Kalau kita bahkan menganggap ini sebuah keanehan yang menyesatkan. Padahal selama inilah kita yang dibuat tersesat. Akhirnya kita sukses menjadi generasi mati rasa, tanpa mengkhawatirkan apapun.

Sahabatku… Semesta adalah manusia-sementara manusia adalah kita memfungsikan diri sebagai semesta.

Memfungskilan diri sebagai semesta adalah menjaga keseimbangan semesta itu sendiri. Jadi pertanyaannya? Apakah semesta sudah seimbang? Jawabannya tidak bukan? Tidak ada keseimbangan lagi didalam bumi. Semua penuh dengan penilaian. Penuh dengan ego pribadi. Tapi masing-maisng pribadi tidak bisa melaksanakan fungsi pribadinya sebagai semesta, melainkan sebagai kelompok atau individu. Tidak ada memakmurkan, selain memakmurkan diri sendiri. Kita mengelompokkan diri dalam ketidak pedulian.

Sahabatku… Meski dahulu kita tidak mengerti karena ke miniman pengetahuan tentang ini. Namun sekarang perlahan-lahan kita akan bergerak sebagaimana semesta. Kita akan menjadi semesta yang memfungsikan diri sebagai semesta. Karena bagi kita semesta bukanlah sekedar wadah tempat, tapi tempat untuk menfungsikan diri sebagai semesta. Bersama-sama kita akan merasakan kembali kesatuan sebagai semesta. Kita mulai dengan satu langkah kecil hari ini. Menuju langkah-langkah besar seterusnya. Sampai akhirnya kita dapat berfungsi utuh sebagai khalifah di bumi ini.

Salam Semesta
Copyright © www.PesanSemesta.com
  •  
  • 0
  • Juni 17, 2019
admin16 admin16 Author

Apa Bakti Terbaik Anak Kepada Orang Tuanya ?










Sahabatku… Apakah jawaban dari pertanyaan diatas bisa kita samakan? Sayangnya tidak. Orang tua memiliki nilai masing-masing. Mereka memiliki jawaban masing-masing tentang seberapa berbakti anaknya terhadap dirinya. Tapi ada satu jawaban yang benar-benar umum, yang tidak akan pernah ditolak oleh orang tua mana pun. Apakah itu sahabatku…?

Satu jawaban itu adalah kerelaan. Bakti terbaik anak kepada orang tuanya adalah kerelaan. Kita bisa membuatkan dan memberikan mereka istana bertingkat dengan hamparan taman indah lengkap dengan tiga buah lamborgini dan sepuluh pembantu, serta biaya hidup untuk mereka jalan-jalan kemana pu mereka mau pergi setiap harinya. Tapi apakah semua harta benda itu mampu melepas kerelaan kita kepada mereka? Sepertinya tidak. Tidak melulu materi yang kita berikan sebanding dengan ketulusan rasa yang kita berikan. Lalu apa lagi ketulusan yang lebih tulus selain kerelaan.

Kerelaan menjadi jawaban, karena kita sering tidak rela dengan orang tua kita sendiri. Kita tidak rela dengan cara mereka dahulu mendidik kita. Kita tidak rela dengan cara mereka dahulu menafkahi kita. Kita tidak rela dengan cara mereka bersikap kepada kita. Kita tidak rela mendengar nasihat-nasihat mereka yang cerewet. Kita tidak rela menyanyangi mereka dengan penuh. Kita tidak rela menemani mereka lama-lama. Kita tidak rela beramah tamah dengan mereka. Dan masih banyak lagi alasan-alasan ketidak relaan lainnya.

Sekarang mungkin menjadi moment kita mengingat lagi, dan menyadari ternyata memang ada sesuatu dalam hati kita yang membuat kita tidak rela dengan mereka.

Sahabatku… Relakanlah… Lepaskanlah belenggu itu dan relakanlah. Bukankah mereka adalah sebab kita berdiri sekarang. Apapun alasan ketidak relaan kita. Tidak akan sebanding dengan kerelaan mereka menghadirkan kita disini. Maka itu, balaslah kerelaan mereka menghadirkan Anda. Cukup balas untuk satu kerelaan itu sahabatku… Karena selebihnya adalah porsi kita untuk terus belajar dalam hidup ini. Jangan lagi menyalahkan mereka atas porsi belajar kita. Kita hidup untuk belajar, jadi bukan salah mereka untuk segala hal yang terjadi dalam hidup kita.

Pelajaran bukan untuk menyalahkan siapa yang mengajarkan. Pelajaran adalah jembatan untuk peningkatan. Dan hari ini kita belajar untuk berbakti kepada orang tua dengan merelakan mereka. Setelah itu silahkanlah melakukan bakti-bakti yang lainnya, sesuai dengan hati Anda yang telah rela.
Sahabatku… Kenapa kita tidak rela dengan mereka, adalah karena selama hidup kita terlalu mengharapkan banyak hal kepada orang tua kita. Kita mengharapkan terlalu banyak, tapi tidak melakukan banyak. Begitu juga nanti anak-anak kita, mereka pasti mengharapkan terlalu banyak dari kita, sementara mereka hanya melakukan sedikit untuk kita. Kadang dunia memang memutar roda yang sama hanya agar kita belajar.

Sahabatku… Setiap orang tua selalu ingin menjadi fairy good parent dalam hidup anaknya. Hanya sama seperti kita, setiap manusia memiliki kekurangan. Kadang kita bisa belajar dari kekurangan, kadang juga tidak. Kerelaan kita kepada orang tua adalah wujud kasih sayang kita menerima segala kekurangan mereka. Sama seperti mereka yang telah rela menerima segala kekurangan kita.

Masih ingatkan saat dahulu sewaktu kecil, kita suka berlari hanya untuk memeluk erat orang tua kita. Pada saat itu apakah kita mengingat ada rasa ketidak relaan? Kita tidak mengingat ada rasa ketidak relaan bukan. Kita hanya mengingat senyum orang tua kita yang mengambang dan pelukan hangat mereka.  

Sahabatku… Hari ini berlarilah untuk memeluk orang tua Anda sambil membawa kerelaaan dalam rasa yang tulus. Ketulusan Anda adalah bahasa hati yang penuh kasih sayang. Karena atas dasar apa kerelaan itu Anda beri selain atas namaNYA. Relakanlah mereka hanya atas nama SANG MAHA PENYANYANG  dan tidak akan Anda dapati apapun yang lebih indah lagi selain kasih sayangNYA.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com

  •  
  •  
  • 0
  • Juni 17, 2019
admin16 admin16 Author

Kita Buta Dalam Kebutaan Kita









Pada hari libur yang indah kita pergi ke laut. Sayangnya mata kita buta untuk melihat laut. Bagi kita laut hanyalah tempat untuk menikmati deburan ombak dan pasir yang lengket. Karena kita melihat laut hanya sebagai air, pasir, angin dan deburan ombak.

Pada hari minggu yang lowong kita memanjakan mata pergi ke taman. Sayangnya mata kita buta untuk melihat taman. Bagi kita taman hanyalah tempat yang indah dan menyegarkan. Karena kita melihat taman hanya sebagai pohon, kumpulan bunga dan hamparan rumput.

Pada satu waktu dalam hidup, kita menantang adrenalin menanjak ke puncak gunung. Sayangnya mata kita buta untuk melihat gunung. Bagi kita gunung hanyalah tempat yang tinggi dan berbatu. Karena kita melihat gunung hanya sebagai bebatuan untuk didaki.

Sahabatku… Selama kita melihat dunia sebagai materi, maka selama itu pula lah kita mengakui kebutaan diri kita. Kenapa? Karena dalam dunia yang penuh materi ini, materi fisik hanyalah kumpulan atom-atom tak terlihat. Sementara atom-atom hanyalah 0,000001% non fisik dan 99,99999% energy yang bervibrasi.

Jadi sebenarnya manusia memang terlahir buta dalam level yang lebih dalam. Kita tidak bisa melihat energy. Energy bervibrasi adalah materi tidak terlihat oleh mata telanjang manusia. Padahal wujud segala materi yang kita lihat dalam dunia ini hanyalah hasil dari energy yang bervibrasi. Tidak lebih dan tidak kurang. Bukankah kalau begitu, kita memang terlahir buta dan parahnya sekarang kita buta dalam kebutaan kita.

Buta dalam kebutaan artinya kita melihat kehidupan tapi tidak mampu melihat kehidupan sebagai penciptaan. Melainkan kita melihat kehidupan hanya sebagai hiburan. Kita melihat kehidupan hanya sebagai arena kompetisi. Kita melihat kehidupan hanya sebagai penilaian-penilaian kebutaan kita.

Sahabatku… Renungkanlah… Kalaulah kita tidak mampu melihat kehidupaan sebagai penciptaan, lalu bagaimana bisa kita merasakan kehidupan itu sebagai jati diri kita? Siapakah kita? Siapakah orang-orang yang kita cintai? Apakah itu laut, taman dan gunung yang telah kita kunjungi? Apa itu pengalama-pengalaman hidup yang telah kita jalani? Bukankah kita berkata kalau itu semua adalah dunia kita hidup? Tapi SIAPA yang membuat kita mampu melihat itu semua dalam kebutaan kita? Bukankah dalam kebutaan Kita masih mampu melihat laut hanya sebagai laut. Kita melihat taman sebagai taman. Kita melihat gunung sebagai gunung. Kita melihat orang-orang yang kita cintai. Kita melihat diri kita sebagai diri kita. Kita melihat segala pengalaman sebagai pencapaian kita.

Sahabatku… Penghirauan kita untuk mentadaburkan “SIAPA” yang membuat kita mampu melihat inilah yang membuat kita buta dalam kebutaan. Kita buta dalam kebutaan karena kita mengaku hidup, tapi tidak mampu melihat kehidupan sebagai penciptaan. Kalaulah melihat saja tidak apalagi mentadaburkan. Betulah sudah seorang bijak yang pernah berkata “mata tidak berguna kalau pikiran buta”.

Jadi kalau lah selama ini kita buta dalam kebutaan kita. Lalu bagian mana lagi setelah ini yang akan kita biarkan masuk untuk semakin membutakan kita lagi? Tidak sahabatku… Cukup sampai disini! Cukup sampai disini kita membiarkan diri buta dalam kebutaannya. Mulai sekarang kita tidak akan membiarkan pikiran kita buta untuk mentadaburkan. Mulai sekarang kita akan belajar mentadaburkan segala yang diperlihatkan dengan kenetralan. Sampai kita mampu melihat hidup sebagai ciptaan SANG PENCIPTA PENGHIDUP dan bukan sekedar materialitas belaka.

Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com

  • 0
  • Juni 16, 2019
admin16 admin16 Author

Cara Mengakui & Mempercayai SANG PENCIPTA PENGHIDUP










Sahabatku… Kalau pengucapan SANG PENCIPTA PENGHIDUP kurang berkenan dengan keyakinan atau agama Anda, silahkan-lah Anda menggantinya dengan nama yang Anda yakini sebagai SANG PENCIPTA PENGHIDUP. Kenapa kami menggunakan nama SANG PENCIPTA PENGHIDUP ? Karena terlepas dari siapapun Anda. Apa pun agama atau keyakinan Anda. Atau bagaimana pun Anda memanggilNYA. Atau  bahkan kalau pun setiap hari Anda mengutuk Tuhan dan tidak mengakui apalagi mempercayaiNYA. Tetap kita hanyalah atom-atom yang diciptakan dan dihidupkan.

Sahabatku… SANG PENCIPTA PENGHIDUP menciptakan dan menghidupkan segalanya… Segalanya… Segala yang kita nilai buruk sampai segala yang kita nilai baik. Segala yang kita nilai jelek sampai segala yang kita nilai cantik. Segala yang kita nilai sia-sia sampai segala yang kita nilai bermanfaat. Segala yang bisa kita lihat sampai segala yang tidak bisa kita lihat.

Anda boleh tidak percaya dengan adanya Tuhan yang disembah. Tapi tidak percaya dengan adanya SANG PENCIPTA PENGHIDUP adalah ketidak mungkinan yang terlalu sombong. Karena bahkan ketidak mungkinan yang terlalu sombong ini pun masih diciptakan dan dihidupkan.

Apakah SANG PENCIPTA PENGHIDUP membutuhkan pengakuan dan kepercayaan kita untuk segala yang diciptakan dan dihidupkan? Kalau kita berpikir netral, jawaban TIDAK pasti muncul. Karena kalau jawabannya adalah IYA. Mohon maaf, dengan apa mereka yang tidak mengakuiNYA dan dengan apa mereka yang tidak mempercanyaiNYA saat ini bisa hidup? Siapakah yang meniupkan ruh kedalam diri mereka? Siapakah yang membiarkan energy terus bervibrasi untuk membentuk diri mereka?

Jadi jelas saat kita semua mengakui dan mempercayai SANG PENCIPTA PENGHIDUP. Kepercayaan itu bukan untuk sebuah label atau pengakuan bagiNYA. Kita berada disini sekarang, membaca tulisan kecil ini adalah karena kita telah sukses diciptakan dan dihidupkan. Tidak ada perdebatan tentang ini. Kalau ada silahkan pelajari dan beri jawaban tentang dari mana energy bervibrasi itu berasal?

Ilmu pengetahuan, melalui Fisika Quantum, menunjukkan kepada kita bahwa segala sesuatu di alam semesta kita adalah energy yang bervibrasi. Namun, bahkan para ilmuan yang sangat pintar dengan segala macam perlengkapan canggih masih tertunduk. Mereka tidak bisa menjelaskan apa itu energy yang bervibrasi, dari mana asalnya, bagaimana energy bervibrasi itu diciptakan, apa komposisinya, dan berdasarkan kesadaran apa energy itu terus bervibrasi dan menciptakan kehidupan yang hidup?

Faktanya, kita dan seluruh isi semesta yang bahkan tidak mengenal agama atau keyakinan, mereka semua diciptakan dan dihidupkan didalam ruang dan waktu SANG PENCIPTA PENGHIDUP. Kehidupan adalah wujud atom-atom, atom-atom berkembang sesuai reaksi kimia nya membentuk aneka macam bentuk kehidupan. Namun apapun bentuk kehidupannya, wujud asli atom hanyalah energy yang bervibrasi. Tidak perlu kesombongan wujud dan rupa, memang kita dan semesta raya ini hanyalah energy yang bervibrasi. Kita semua hasil ciptaan dan kehidupan SANG PENCIPTA PENGHIDUP. Itulah yang membuat kita setara dalam wujud yang sesungguhnya.

Sahabatku… Sungguh keterbatasan bagi kita yang diciptakan dan dihidupkan membicarakan SANG PENCIPTA PENGHIDUP. Kita hanya bisa berterimakasih untuk segala ciptaan dan kehidupan dengan cara menghargai kehidupan yang dihidupkanNYA dan tidak menilai-nilai hasil ciptaanNYA. Beginilah cara kita mengakui dan mempercayai SANG PENCIPTA PENGHIDUP.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com

  •  
  • 0
  • Juni 16, 2019
admin16 admin16 Author

Maksud Dari “Keep Your Vibe High” ?









Apa maksud dari “pertahankan getaran Anda tinggi”? Sedikit kami akan membahasnya dari level yang paling rendah sehingga kita mengerti dan mulai bertanya tentang bagaimana caranya.

Sahabatku… Wujud asli yang tidak terbantahkan lagi bahwa segalanya hanyalah energy yang bervibrasi. Lalu karenanya kita sepakat bahwa segala sesuatu bergerak dalam vibrasi. Apakah itu padat, cair atau gas semua bergerak dan bergetar dalam apa yang dikenal sebagai pola getaran. Setiap vibrasi memiliki frekuensi getaran uniknya sendiri. Kalau pengertian ini masih kurang jelas mohon mengklik menu ini ( ) dalam menu ini banyak artikel kami mengenai pembahasan energi.  

Jadi kalau disimpulkan secara singkat manusia adalah energy bergetar yang bergetar dalam frekuensi. Artinya, kita hidup dalam lautan getaran dan frekuensi yang kita buat sendiri. Hukum frekuensi menyatakan bahwa frekuensi selalu menarik frekuensi yang sama. Jadi penanggung jawab frekuensi kita adalah vibrasi kita sendiri. Kita bervibrasi dan memancarkan frekuensi, dan frekuensi yang kita pancarkan menarik frekuensi yang sama. Lalu pertanyaan lanjutannya, dari bagian manakah vibrasi itu diolah didalam diri kita?

Sahabatku… Pikiran dan perasaan juga energi dalam getaran. Ketika kita memikirkan suatu pemikiran tertentu, sel-sel otak kita atau neuron akan bergetar pada frekuensi tertentu dan energi berkecepatan tinggi ini akan menarik apa pun yang Anda kirim melalui pikiran Anda. Jadi dalam hidup ini secara reflek kita menarik segala sesuatu yang kita pikirkan dan rasakan, temasuk didalamnya adalah penilaian.

Apabila kita berpikir tentang orang-orang yang tidak jujur, maka kita menarik orang-orang yang tidak jujur. Apabila kita berpikir tentang sakit atau penyakit, maka kita akan menarik sakit dan penyakit. Apabila kita berpikir tentang kemiskinan dan kekurangan, maka kita hanya akan menjadi orang yang melarat. Apabila kita berpikir tentang ketidak setiaan, maka kita hanya akan menjadi penarik ketidak setiaan. Apapun hal yang kita genggam dalam pikiran dan perasaan akan menjadi realita hidup kita.

Ini bisa menjadi jawaban kalau Anda heran tentang kenapa dalam hidup ini, Anda selalu dikeliling dengan hal-hal yang Anda benci bukan yang Anda suka. Jika itu terjadi, itu terjadi karena Anda lebih fokus memikirkan hal yang Anda benci dibanding dengan hal yang Anda sukai. Kita memikirkan macet, tapi tidak suka macet. Kita memikirkan kekurangan, tapi tidak suka kekurangan. Begitu terus yang kita lakukan tanpa sadar, yaitu melepas energy yang berseberangan dengan frekuensi yang diinginkan.

Sampai disini setelah mengetahui dari mana vibrasi itu berasal, maka Anda pasti penasaran juga untuk mengetahui bagaimana caranya kita merasakan getaran atau vibrasi yang kita pancarkan?

Sahabatku… Memang dunia kita terlalu bising untuk merasakan getaran diri, meski sebenarnya itu bisa dilakukan. Tapi meski merasakan masih sulit, sebenarnya ada hal yang lebih nyata dari pada merasakan yaitu melihat.

Untuk melihat vibrasi kita. Maka ihatlah dimana kita berada, apa yang terjadi dihidup kita. Apa yang kita lakukan, ucapkan, rasakan, dan apapun yang kita miliki. Karena semua itu adalah hasil frekuensi yang kita tarik. Kenapa kita menariknya, karena disitulah kita bergetar.

Terasa atau tidak terasa. Diyakini atau tidak diyakini. Kita hidup dalam lautan frekuensi yang kita buat sendiri. Itulah kenapa disebutkan “AKU tergantung prasangka hambaKU” yang mana artinya manusia sudah sepaket dengan nasib mereka sendiri. Tergantung dari bagaimana mereka memilih bervibrasi.

Masalah utamanya sekarang adalah; kita tidak terlalu sadar dengan pikiran kita. Akhirnya ketidak selarasan selalu saja terjadi. Jadi rahasia awal agar bisa mempertahankan getaran kita tinggi, adalah kita menyadari bahwa pikiran kita adalah energi. Tiap energi memancarkan vibrasi yang berbeda. Lalu vibrasi akan mengeluarkan frekuensi, dan akhirnya akan menarik frekuensi yang sama. Artinya ini adalah sebuah pola. Disadari atau tidak disadari, pola yang berlaku di dalam semesta adalah seperti ini.

SANG PENCIPTA menciptakan sebuah pola kehidupan yang sangat mudah dimengerti. Bahwa segala pikiran subjektif kita memiliki efek kepada dunia objektif kita. Tidak ada kata kebetulah dalam kehidupan ini. Semua dialam raya ini adalah sinkronitas. Apapun yang kita pancarkan, memiliki peran penting. Dimana pun kita mengarahkan perhatian disanalah energi kita akan berada dan terpusat. Semakin besar energi, semakin besar frekuensi, dan fakta utamanya kita hanya akan menarik sesuatu dengan frekuensi yang sama.

Jika Anda mengerti ini, maka Anda akan berpikir cerdas, dan mulai fokus pada apa yang Anda inginkan, dari pada apa yang tidak Anda inginkan. Karena di mana Anda mengarahkan perhatian, adalah di mana Anda menempatkan energi.

Bagaimana sahabatku…? Pikiran akan mempengaruhi perasaan. Sementara pikiran dan perasaan adalah energy yang memusat untuk menghasilkan vibrasi kita. Kita akan mulai berpikir makmur untuk hidup dalam kemakmuran. Kita akan mulai berpikir sehat untuk hidup dalam kesehatan. Kita akan mulai berpikir damai untuk hidup dalam kedamaian. Intinya mulai sekarang kita akan sepakat bergetar dalam kebaikan untuk hidup dalam kebaikan bersama SANG MAHA BAIK, dan inilah cara bagaimana mempertahankan getaran kita tinggi kalau memang Anda menanyakannya.


Salam Semesta

Copyright © www.PesanSemesta.com



  • 0
  • Juni 12, 2019
admin16 admin16 Author

OFFICIAL CHANNEL



SUBSCRIBE ARTICLE

FREE E-BOOK

3# FREE DOWNLOAD E-BOOK - MENJADI AIR

DATABASE

COPYRIGHT

Seluruh artikel didalam website ini ditulis orisinil oleh tim penulis Pesan Semesta. Artikel yang kami share melalui website ini bukan hasil jiplakan, kutipan atau terjemahan.

Bagi pembaca yang ingin menghubungi penulis silahkan mengrim pesan melalui email : pesansemesta@yahoo.com


SALAM SEMESTA